
"Bagaimana bisa leon membuka hatinya untuk diriku sedangkan dia sendiri senang ketika bersama lionel budak pengoda itu" ucap Rina dengan memasang mimik wajah cemberut.
"Kau jangan merasa begitu, gadis itu tidak akan mengoda leon karena aku telah memperigatkan dirinya, jika dia berani selangkah maka nasibnya akan sama seperti ketrin anak dari budak tua itu, saat ini biarkan dia senang sesaat karena gadis asing sepertinya tidak memberikan keuntungan sedikitpun, maka aku akan mendiskualifikasi dirinya suatu hari nanti" ucap sang raja tertua dengan sikap angkuhnya sehingga membuat rina semakin senang.
"Yah aku benar-benar menantikan semua itu"nada licik yang dikeluarkan rina
Dengan alunan musik yang semakin menggebuh lionel dan leon sangat bersemangat memenangkan kontes dansa itu. tidak seperti biasanya dulu leon adalah sosok orang yang tidak peduli dengan apapun apalagi dengan kontes-kontes dansa tidak berguna seperti ini tetapi saat ini ia malah bersemangat dan antusias untuk memenangkan lomba dansa ini.
"Gila leon benar-benar berubah, aku curiga dia ingin memenangkan lomba dansa ini, tidak akan kubiarkan setiap tahun aku yang selalu menang dalam berdansa, aku tidak akan membiarkan dirinya menang. Kau siap kita harus mengalahkan mereka" ucap abigail kepada pasangannya dengan penuh semangat.
Lagu dansa pun mulai dipercepat satu persatu terdidiskualifikasi hinga semakin cepat dan hanya tersisa dua pasangan yang masih sengit memenangkan lomba.
"Apakau kau masih sangup?" Tanya leon yang mencemaskan lionel
"Aku tidak tau tetapi sejauh ini baik-baik saja, semoga aku bisa aku tidak mau latihanku disiasiakan" kekhawatiran lionel.
"Kalo begitu tatap saja wajahku hinga selesai dan konsentrasi dengan baik, kau sudah cukup lincah jadi perlincahkan lagi okeh" penguatan leon.
"Ba-baiklah" sahut lionel
"Bagaimana bisa aku berkonsentrasi rasanya jadi semakin gugup jika memandang wajah tampan mu ini" suara hati lionel dengan raut wajah yang telah memerah.
"Hei berkonsentrasilah lagunya akan segerah dipercepat" ketegasan leon
"O-okeh baiklah" canggung
Lagupun semakin dipercepat dengan segala cara berusaha lionel terus memandang wajah tampan leon dan merasa semakin lincah dan bisa karena betatapan langsung dengan sang raja.
Rasanya sangat nyaman dan rileks, pikiran gugupku ini semkin memudar, aku merasa lincah begitu saja.
Putaran tangan, sentakan kaki, lalu kembali berpelukan hangat. Semuanya dilalui dengan baik dengan irama melodi musik yahh dipercepat.
__ADS_1
Abigail semakin emosional karena melihat leon dan lionel yang begitu santai dan bersemangat ketika berdansa.
"Kita tidak akan kalah dari mereka ayo bersemangatlah" ketegasan abigail
"Ta-tapi rasanya aku sudah tidak sangup lagi kakiku sakit sekali" jawab pasangan dansa abigail.
"Hah bodo amat paksa saja" paksaan abigail
Pasangan dari abigail hanya berusaha dan berusaha walau kakinya sudah pegal setengah mati. Dansa itu menjadi sangat sengit semua orang tampak kaget dan kagum termasuk raja tertua yang bangkit berdiri karena melihat anaknya leon berdansa dengan begitu bersemangat, ia tidak menyangka anaknya ingin memenangkan lomba itu.
"Leonn (terbengong), apakah dia benar-benar ingin memenangkan lomba itu?, Sunguh tak karuan sepertinya dia telah banyak berubah" kaget sang raja tertua dengan tatapan kagum dan kesal.
"Tapi ayah mertua, apakah leon benar-benar ingin memenangkan lomba ini?, Tidak seperti biasanya, ini tidak bisa dibiarkan adengan terakhir dansa adalah mencium bibir pasangan mereka apakah sebaiknya kita hentikan saja?" Kekesalan dan kekhawatiran Rina.
"Tidak perlu kita cukup melihatnya saja apakah dia akan mencium budak sialan itu pada scan terakhir?" Ketegangan raja tertua sembari melihat sinis.
"Tidak akan dibiarkan, coba saja jika leon berani memberikan ciuman pertamanya pada budak kampungan itu" kekesalan Rina.
abigail yang kesal meluapkan amarahnya kepada pasangan pestanya tetapi leon dan lionel masih terus berdansa hinga lagunya selesai
"kau ini bagaimana, padahal aku tau kau pedansa terbaik tetapi sekarang kau malah tergelincir jatuh seperti orang bodoh!! hump sudahlah aku mau pergi saja" kekesalan dan kekecewaan abigail.
Abigail pun pergi dengan rasa kesal dan malu tetapi leon dan lionel masih terus berdansa hinga lagunya selesai, kini merekalah yang akan dikatakan menang.
sang raja tertua hanya melihat tegang.
"mengapa leon tidak menghentikan dansanya padahal abigail sudah kalah, padahal dia tau akhiran dansa adalah ciuman, apakah dia benar-benar akan melakukan itu" ucap rasa tertua dengan tatapan tegang
"Sekmen terakhir dansa ini adalah ciuman apakah aku harus melakukannya" suara hati sang raja leon dengan kegelisahan.
"leon apa yang kau pikirkan fokuslah hinga lagunya selesai, kita satu-satunya yang tersisa berarti kita menang" kegembiraan Lionel.
__ADS_1
Lagupun selesai, tetapi leon sama sekali tidak melakukan adegan ciuman diakhiran dansa itu, semua orang yang tegang hanya melihat dengan heran.
sang raja tertua pun senang karena leon tidak melakukan ciuman itu.
"kupikir dia akan melakukan ciuman itu, sudah kuduga dia tidak akan berani melakukannya jadi kau rina tidak boleh khawatir" ucap sang raja tertua.
"huh sudah kuduga leon tidak mungkin mencium gadis kotor itu" kekesalan rina.
pesta dansa itupun berakhir lionel sangat gembira dan senang dengan kemenangan meraka begitu juga dengan sang raja leon.
"akhirnya kita berhasil memenangkannya aku sangat senang" kegembiraan lionel
"iyah akhirnya"
abigail yang melihat mereka tidak berciuman pada scan terakhirpun menjadi curiga.
" Aneh jika benar mereka adalah pasangan maka tentu tidak akan segan untuk berciuman bukan? tapi kenapa mereka tidak melakukannya, aku semakin curiga" penasaran abigail
Dengan perasaan senang leon dan lionel pun dipangil naik ke atas pangung untuk menerima usaha mereka itu.
Sebuah penghargaan diterima dengan senyuman kebahagiaan, semua orang hanya terbengong heran karena melihat seorang raja leon tersenyum di atas panggung.
"apakah tadi ia tersenyum?" kehebohan para hadirin
Sang raja tertua yang melihat garisan senyuman diwajah anaknya, ia tampak heran dan juga kesal.
"Apakah dia baru saja tersenyum?, tetapi mengapa, apa hanya karena menerima penghargaan bodoh itu, padahal di dalam istana banyak sekali penghargaan yang bisa ia dapatkan tetapi kenapa ia harus tersenyum menerima penghargaan tidak berguna bersama budak sialan itu" kekesalan sang raja tertua
"ia aku tidak bisa menerima ketika dia tersenyum dengan budak sialan itu sedangkan bersama kita dia hanya memasang wajah dinginnya itu, aku yakin budak itu pasti pengoda" hasutan rina
"yah itulah yang ada dibenak ku sepertinya budak itu adalah budak pengoda, tetapi tenang saja kita akan melihat perkembangannya nanti, jika leon benar-benar telah mencintainya maka aku akan membunuh budak kotor itu" geram sang raja tertua.
__ADS_1