
Gadis bangsawan itupun kesal karena lionel sama sekali tidak merespon atau pun peduli dengan apa yang dia katakan.
"Heh ternyata kau sudah cukup berani yah, dasar wanita pengoda seharusnya kau sadar diri bahwa kau hanya seorang budak yang bisa kuperintahkan sesuka hatiku, tetapi kali ini kau benar-benar tidak meladeni apa yang tuan mu ini katakan yah, sudah mulai berani sekarang?" Ucap Rina, gadis bangsawan itu dengan kesal dan tersenyum licik.
"Wah sepertinya gaun ini sangat cocok untuk diriku aku menginginkan gaun ini untuk pesta nanti baguskan" ucap sang putri lionel dengan acuh tak acuh terhadap gadis bangsawan itu.
"iyah itu sangat manis untuk dirimu, sepertinya kita sudah menemukan yang pas untuk mu" ucap budak-budak itu.
"Wahh benarkah sepertinya begitu bagaimana menurut mu apakah ini terlihat cantik untuk ku nyonya?. Maaf karena baru bertanya kepada dirimu, aku tidak tau jika kau menunggu disitu" Tanya lionel pada gadis bagsawan itu.
"Apa kata mu?. Aku sama sekali tidak sudi menungu dirimu itu, dasar budak tidak tau diri sebaiknya kau ambilkan minuman untuk diriku sekarang!" Bentakan gadis bangsawan itu dengan kesal.
"Maaf nyonya jika kau ingin minuman maka saya akan mengambilnya. Lionel saat ini tidak bisa disuruh ataupun diganggu, karena saat ini ia dalam proses persiapan pesta nanti" jawab salah satu budak itu.
"Hah yang benar saja walau dia menjadi pasangan raja leon nanti tetapi dia tetaplah seorang budak, maka dia harus menuruti setiap perintah yang diberikan oleh ku, jangan membantah perkataan ku dan biarkan dia yang melakukan setiap perintah ku ini adalah sebuah perintah dari ku apakah kalian ingin membantah hanya karena seorang budak? Yang levelnya dibawah dari kalian?" Hasutan gadis bangsawan itu.
"Maaf nyonya ini sudah tugas dan perintah yang diberikan kepada kami, kami tidak bisa membantah ataupun mengikuti perintah darimu, jika kau menginginkan minuman maka kau bisa memerintah budak lainnya" ucap budak paruh baya itu dengan tatapan serius.
"Humh tidak perlu aku sudah tidak mood, lebih baik aku pergi saja" kekesalan gadis bangsawan itu lalu berbalik pergi.
"Huh lihat saja dia pikir dia bisa menang dariku, dasar budak sialan aku akan memberimu pelajaran kali ini karena kau berani membantah diriku" Amarah gadis bangsawan itu dengan senyuman liciknya.
__ADS_1
Leon yang melihat gadis bangsawan itu pergi, ia sungguh puas dengan sikap yang diberikan lionel kepada gadis bangsawan itu.
"Hem akhirnya dia dengan cepat mengerti, aku sunguh merasa puas dengan sikapnya itu" ucap sang raja leon sembari tersenyum dengan sendirinya tanpa disadari.
"Ehem baru kali ini aku melihat tuan muda tersenyum dengan tulus dan nyata, sudah lama sekali kan" ucap tangan kanan sang raja leon itu.
"Diam, jangan mengada-ngada aku sama sekali tidak tersenyum" ucap sang raja leon yang malu dan cangung lalu berbalik pergi.
"Hehh padahal aku barus saja melihat garisan senyuman di wajahnya, apa aku salah lihat" kebingungan tangan kanan raja leon itu.
Waktu yang cukup lama akhirya lionel selesai memilih aksesoris dan busana yang sangat berkilauan dan memukau sehinga membuatnya sangat lega dan senang.
Matahari pun terbenam, sudah sore hari akhirnya lionel bersiap membersihkan tubuhnya, ia meningalkan semua pakaian dan aksesoris yang sudah ia pilih itu di dalam lemarinya.
Karena waktu yang semakin mepet dan lionel yang belum kunjung keluar, para budak paruh baya itu pun terpaksa masuk. Saat masuk mereka pun shok dan terdiam karena melihat lionel yang terus menerus meneteskan air matanya itu.
"Lionel ada apa dengan dirimu, apa terjadi sesuatu" tanya budak paruh baya itu dengan ekspresi khawatir.
Karena takut dan cemas lionel hanya terdiam seperti engan menjawab budak paruh baya itu.
"Lionel aku tanya ada apa? Mengapa kau menangis, jangan takut beritau saja kami, biar kami menanganinya dengan sesegera mungkin"tanya budak paruh baya itu dengan perasaan cemas dan penasaran.
__ADS_1
Dengan tagisan tersendu-sendu lionel hanya bisa menunjuk gaun yang telah sobek itu.
"Hah bagaimana bisa gaun ini sobek begini siapa yang melakukan ini?. gawat waktu sudah semakin mepet gaun ini telah dikonfirmasi oleh raja tertua untuk dipakai oleh dirimu, bagaimana kami akan mengatakannya. Jika sang taja tertua mengetahui semua ini maka akan jadi masalah besar dan kau akan menerima konsekuensinya tetapi kami tidak akan membiarkan itu terjadi, kami bisa saja membantumu dengan memilih gaun baru tetapi seluruh gedung busana dan aksesoris telah ditutup dan tidak dapat diakses, Bagaiman ini yahh" kecemasan budak paru baya itu dengan berpikir keras.
*Duaarr*
Suara dorongan pitu terdengar jelas ditelinga, hinga membuat para budak dan putri lionel kaget.
"Ada apa mengapa lama sekali" ucap sang raja leon
Para budak dan lionel hanya terdiam dan bangun memberi hormat.
"Lionel kenapa kau menagis?, kau bahkan belum bersiap, pesta akan segera dimulai. Dan kalian, kalian yang bertangung jawab dengan semua persiapannya tetapi kenapa belum kelar-kelar juga"tanya sang raja leon dengan nada tegas.
"Ma-maaf tuan muda, sebenarnya gaun yang dipilih telah sobek dan aksesorisnya pun hilang entah kemana, kami juga tidak tau, tetapi setau kita terakhir kali lionel menaruhnya di dalam lemari miliknya, saat akan bersiap memakai gaun dan aksesoris ternyata lionel melihat bahwa gaun itu telah sobek dan semua aksesoris pun menghilang entah kemana, maafkan kami atas kelalaian kami" permohonan maaf sang budak paruh baya
"Ti-tidak kalian tidak perlu meminta maaf, semua ini salah ku maafkan aku, aku yang lalai karena menaruh nya di dalam lemari, seharusnya ku taruh di tempat yang lebih aman ini semua salahku jadi kalian jangan meminta maaf jika kau ingin marah maka marahlah kepada ku" ucap lionel dengan air mata tersendu-sendu
"Benarkah?, jika memang begitu maka aku akan menyalahkan mu, tetapi bukan karena gaun yang sobek melainkan kau yang tidak bisa memberitah diriku, jika tau dalam kesulitan seperti ini seharusnya kalian semua melapor pada diriku bukan hanya berdiam diri dan merengek" ketegasan sang raja leon
*Shok*
__ADS_1
"Ja-jadi kau bukan marah karena gaun yang sobek tetapi karena kami tidak memberitau mu? Tapi kenapa bukanya kami telah lalai dan memperburuk keadaan?"tanya sang putri lionel dengan terheran