She' Is

She' Is
Galaksi


__ADS_3

Galaksi Darren Atmadja, memiliki postur tubuh tegap, tingginya sekitar 180 cm, tinggi memang, gayanya selalu stylis mengikuti perkembangan jaman. jika kalian pikir Galaksi bad boy kalian salah, dia anak baik baik, bahkan menjadi kesayangan guru.


Banyak yang berpikir anak baik baik itu membosankan, tapi, tidak dengan pria keturunan keluarga atmadja ini, dia penuh kejutan, penuh senyuman, dan penuh rahasia di dalamnya.


Galaksi memiliki banyak teman di sekitarnya, ia berteman dengan semua orang, namun hanya ada 4 orang yang selalu bersama dengannya. empat orang itu adalah Davin, Jio, Aldo, dan Rendy. Bisa di bilang mereka bersahabat, mereka selalu melakukan semuanya bersama,


Galaksi memiliki orang tua yang tak pernah di rumah, mereka sibuk bekerja, entah apa yang mereka kerjakan. Namun galaksi tak pernah merasa kesal akan hal itu, katanya "asal mereka bahagia, gue nggak papa". Galaksi tak pernah merasa kesepian karena keempat sahabatnya senantiasa menginap di rumah Galaksi apabila orang tua Galaksi pergi. bisa di bilang rumah galaksi adalah base camp kedua setelah cafe milik orang tua galaksi.


Galaksi terus memandangi jam yang tertempel di dinding, ia berharap rapat OSIS segera selesai dan dia bisa bergabung bersama ketiga temannya di cafe, iya tiga, karena Jio sedang duduk di sebelahnya tertidur lelap. satu jam telah berlalu namun rapat yang tak jelas ini masih saja belum usai, galaksi ambil suara.


"Permisi!" ucap Galaksi sopan, ia yakin suaranya akan di dengarkan karena tak ada yang pernah meragukan kemampuan berbicara Galaksi. Benar saja ruangan itu menjadi hening, Jio yang tadinya terlelap menegakkan duduknya dan tersadar dari mimpi indahnya. Semua pandangan menuju ke arah Galaksi.


"Kalian udah pada selesai belum? kalo belum ada masalah apa? sini gue bantu, udah sore juga nanti kalian pulangnya sore kan nggak enak." ucapnya melanjutkan perkataannya, Galaksi sengaja mencari alasan agar rapat ini cepat selesai. Galaksi memang pandai mencari alasan atas apa yang ia inginkan.


Tak lama acara rapat itu selesai, semua orang membubarkan diri termasuk Galaksi dan Jio yang sudah berada di parkiran, hanya ada mereka berdua, parkiran itu sunyi, dan letaknya berada di sudut paling belakang sekolah, suasananya mencekam.Dan dengan bodohnya Jio bercerita


"Ga, lo percaya nggak kalo parkiran ini ada hantunya?" Damn, kata-kata itu berhasil menambah suasana mencekam di parkiran itu, apa lagi sekarang sudah masuk waktu maghrib, yang konon katanya hantu hantu pada berkeliaran.


"Semua tempat ada hantunya, asal kita nggak ganggu mereka juga nggak bakal ganggu!" Galaksi mencoba menjawab sebijak mungkin agar ia tak takut.


Hening


"Hei kalian" sontak keduanya menengok, terlihat sosok perempuan dengan rambut di gerai panjang dan mengenakan seragam sekolah. Jio yang notabennya takut dengan hal berbau mistis langsung menancapkan gasnya meninggalkan sekolah itu. Sementara Galaksi mengerucutkan pandangannya karena parkiran itu gelap, beberapa detik berlalu terlihat sosok Nina, Nina adalah sekertaris utama di OSIS, galaksi bernapas lega.


"Eh Nina, gue kira siapa!" Galaksi mencoba setenang mungkin.


"Hehehe, gue nakutin ya?"


"Enggak kok!"


"Itu tadi Jio sampai Kabur."


"Itu emang Jio nya aja yang penakut"


"Lo, sibuk enggak?"


"Ada janji sih sama teman teman, kenapa?"

__ADS_1


"Mau minta di antar pulang, yang lain sudah pulang, ojek online juga nggak ada yang nerima, apalagi bus umum,  sudah enggak ada." Terang Nina, jujur ia tak enak hati meminta bantuan Galaksi yang ternyata sudah ada janji, di tambah lagi jarak rumah Nina lumayan jauh.


"Em... sebentar ya!" Galaksi mengirim pesan ke grub bahwa ia akan terlambat karena harus mengantar Nina pulang. setelah itu Galaksi mengantar Nina pulang.


Jujur Nina sangat senang karena Galaksi mau mengantar pulang, sudah sejak lama Nina menyukai Galaksi, dan itu sudah menjadi rahasia umum. Namun Galaksi hanya menganggap Nina sebagai teman, karena kenyataannya Galaksi tak menaruh rasa apapun kepada Nina.


"Ga!" Nina mencoba membuka pembicaraan


"Iya?" Jawab Galaksi, ia tak seperti kebanyakan orang yang mendadak tuli saat berkendara.


"Masih jomblo?"


Galaksi terkekeh "Masih nih!"


"Kenapa? Mau Daftar?" Ucap Galaksi bercanda


"Boleh?"


"Boleh dong!"


"Nomer urut ke berapa nih?"


Hening


Mereka tak lagi berbicara setelah percakapan itu, lalu setengah jam kemudian mereka sampai di depan rumah Nina di salah satu perumahan mewah di kawasan kemang. setelah mengantar Nina segera bergas menemui teman temannya di cafe


Suasana di cafe sangat ramai, ada seorang gadis yang memainkan piano dengan nada nada yang indah, gadis itu berhasil menarik perhatian Galaksi,


"Dia siapa?" Tanya galaksi sambil memandang gadis yang tengah asik memainkan piano di sudut ruangan. Davin, Jio, Aldo, dan Rendy menengok ke arah pianis tersebut


"Kan ini cafe punya orang tua lo, lo tanya aja lah ke staf yang ada di sini!" ucap Jio, Galaksi beranjak lalu menemui staf di cafe tersebut.


"Om Dira, itu yang main piano di depan siapa?" Ya Manager Cafe itu adalah sahabat ayahnya sejak SMA, tak heran jika Galaksi cukup dekat dengan Manager tersebut.


"Eh Galaksi, om pikir siapa, dia anak om, katanya bosan di rumah, tapi kalau galaksi enggak suka dia main piano, om suruh dia berhenti main piano kok!" ucap Dira, jujur ia takut kehilangan pekerjaannya, karena ia harus mengurus seorang anak.


"Enggak om, aku cuma penasaran. baru pertama kali liat, mainnya bagus kok om, di mau kerja di sini nggak ya? buat menghibur orang orang?" ucap Galaksi, karena entah mengapa ia ingin terus melihat gadis itu di sini, bermain piano untuknya, dengan nada yang di bawakan sepenuh hati.

__ADS_1


"Iya, nanti om bicara sama anak om, dia mau apa enggak"


"Yasudah om Galaksi cuma mau ngomong itu, semangat ya om, cafenya keren." ucap Galaksi lalu melenggang keluar dari ruangan itu lalu bergabung dengan teman temannya, namun ia di tarik seseorang menuju back stage


Gadis yang bermain piano tadi, sekarang berada di hadapan Galaksi. ia menahan Galaksi dengan kedua tangannya, galaksi tak tau gadis yang tadi bermain piano akan seagresif ini. gadis itu menengadah karena Galaksi jauh lebih tinggi darinya.


"Lo ngomong apa sama ayah gue?"


Dingin, batin Galaksi


"Bukan apa apa, ini urusan antara Manager, sama anak yang punya cafe!"


"lo pasti mau macem macem kan sama gue, lo pikir gue nggak liat lo ngeliatin gue dari awal lo dateng sampai lo keluar dari ruangan ayah"


"Maaf sebelumnya kalo lo ngerasa enggak nyaman karena gue liatin. Tapi lo main pianonya bagus, dan hal itu yang buat gue ngeliatin lo terus. maaf sebelumnya."  Gadis itu melepas kedua tangannya lalu pergi meninggalkan Galaksi


"lucu." ucap Galaksi tersenyum lalu kembali ke tempat teman temannya.


......Cast......



...Galaksi Darren Atmadja...



...Jionino Devan kusuma...



...Aldo Galen Saputra...



...Davin Pradiftha Gevandra...


__ADS_1


...Rendy Putra Wijaya...


__ADS_2