
Sudah satu minggu, sejak terjadi kesepakatan antara Galaksi dengan Papa ter-sayangnya. Ayah Aurora kembali memimpin perusahaannya setelah sekian lama, dan tak ada kemajuan antara hubungan Galaksi dan Aurora.
Galaksi hanya diam, biar papanya yang bekerja, ia tak mau mengacau apalagi sampai membatalkan rencana.
kadang Galaksi berpikir, Ini awal cerita cintanya, bukankah seharusnya ini menjadi indah? Bukan tragis seperti ini, Kadang dunia berjalan tak sesuai dengan harapan kita. Dan kadang kita harus mengikutinya agar kita tak tertinggal.
"Jemput Aurora, sekarang. " Ucap pria tampan itu, Galaksi kebingungan, karena Aurora tidak bersekolah di sekolahan, ia bersekolah di rumah
Seakan tau anaknya kebingungan, Pria itu kembali berkata "Udah Jemput aja, pake motor ya, jangan mobil! " lalu pria itu pergi.
Galaksi mengangkat kedua bahunya, lalu bergegas menjemput Aurora
...****************...
Kini Aurora bersiap untuk berangkat, Gisel berangkat bersama Jio, hubungan mereka lancar sampai di sini, tak seperti Hubungan Aurora dan Galaksi yang berakhir sebelum di mulai.
kini Aurora keluar dari gerbang lalu tak berselang lama Galaksi berhenti tepat di depan Aurora.
"Morning." Ucap Galaksi masih memakai helm, Aurora cemberut bingung.
Galaksi melepaskan helmnya lalu tersenyum Kepada Aurora. Aurora memasang wajah datarnya.
"Gue dateng buat jemput lo, yuk buruan udah jam setengah 7" Galaksi kembali memakai helmnya. Aurora tak menghiraukan kata kata Galaksi, ia langsung pergi ketika ia selesai menutup pintu gerbang.
"Nggak akan keburu Aurora, ini udah setengah 7 sementara gerbang di tutup jam 7, waktu lo cuma setengah jam, sementara jarak tempuh dari rumah lo ke sekolah butuh waktu paling enggak 30 menit, belum lagi lo jalan ke jalan utama, lama Aurora, mending ikut gue aja deh. " Terang Galaksi, Panjang lebar.
Benar yang di katakan Galaksi, Aurora menghela napasnya lalu menghampiri Galaksi,
"Yaudah gue ikut. " Ucap Aurora terpaksa, Galaksi tersenyum lalu memakaikan helm ke kepala Aurora,Segera Aurora Menaiki motor Galaksi.
"pegangan ra yang kenceng, gue mau ngebut, seriusan ini, gue nggak mau di hukum guru. " ucap Galaksi, namun tak semudah itu Galaksi bisa mendapatkan pelukan dari Aurora, Galaksi tau, dirinya harus berhati hati agar gadis yang di boncengnya tak mengalami luka serius akibat dirinya.
perlahan Galaksi menaikan kecepatan, Tuhan berpihak pada Galaksi, Aurora memeluk Galaksi erat, ia takut dirinya akan terbang terbawa angin yang sangat kencang Dalam hati Galaksi bersorak riang, namun ia harus menjaga konsentrasinya di atas motor berkecepatan tinggi ini.
Galaksi sampai lima menit sebelum terbang di tutup, Beruntung rambut Aurora tak panjang, jika panjang ia yakin rambutnya akan sangat berantakan sekarang.
Aurora turun dari motor Galaksi lalu melepas helmnya setelah itu memberikan helmnya kepada Galaksi "Thanks." Ucapnya singkat lalu pergi.
kalian tahu, layaknya di novel novel romansa berita Galaksi memboncengkan seorang wanita beredar ke penjuru sekolah.
Galaksi tampak santai menyikapi hal tersebut, Ia sudah biasa di jadikan bahan pembicaraan warga Sekolah, Kini Galaksi tampak bahagia karena mendapatkan pelukan seorang Aurora, cinta pertamanya.
"Wih a'a senyum senyum kenapa nih? " Goda Jio, sudah menjadi hobinya Jio menggoda keempat temannya.
"Gue di peluk Aurora. " Jawab Galaksi riang.
"Ga, lo itu lebih keren jadi cowok cool, " ucap Davin
__ADS_1
"Cewek gue dingin, gue dingin, mau jadi apa hubungan kita. " Jawab Galaksi logis
"Bagus dong jadi Couple ice. " ceplos Rendy
"Dah lah terserah kalian, yang penting gue bahagia. " Ucap Galaksi
...****************...
kini kelima Pria yang mengaku dirinya tampan itu sedang duduk di sebuah tempat duduk yang sudah di sediakan sekolah. menunggu seseorang keluar dari kelasnya.
"Si rora kok nggak keluar dari kelasnya ya? " Tanya Galaksi yang tengah memerhatikan pintu Kelas Tempat Aurora berada
"Gisel juga. " sambung Jio
"iya tau kalian punya gebetan. " ucap Rendy tak mau kalah
seorang gadis manis menghampiri mereka berlima, Aldo yang sadar akan kedatangan gadis itu menyenggol badan Davin untuk memberinya tanda, Davin memang ke arah Aldi lalu setelahnya pandangannya tertuju pada Sintia, gadis yang belakangan ini selalu mendekatinya.
"Gue duluan ya! " Davin bangkit dari duduknya lalu segera menghampiri gadis tersebut.
"Udah pada punya pacar mah gitu! " Ucap Aldo kesal
"Makannya punya pacar dong! " sahut Rendy
"Mirror kek, lu juga jomblo! " Balas Aldo
"sama sama jomblo diam! " Jio Berucap
"Hai ra! " sapa Galaksi, Aurora yang tengah asik memakan bekalnya bersama Gisel terhenti. Galaksi membalikan kursi lalu duduk di hadapan Aurora.
"Lo suka coklat kan? " Galaksi mengeluarkan coklat dari dalam sakunya, "Tanpa kacang. " Sambung Galaksi. lalu setelahnya Galaksi beranjak pergi
"Tau dari mana gue sukak coklat, sama alergi Kacang? " Tanya Aurora, menghentikan langkah Galaksi.
Pria itu berhenti, lalu menengok ke arah Gadis pujaan hatinya "Firasat! " Ucap Galaksi sok keren lalu pergi.
"Coklat favorit gue, ini kan udah nggak pernah di jual lagi di Indonesia, kenapa dia bisa dapet ya? " tanya Aurora terheran heran
"The power of love. " Sahut Gisel, Aurora mengangkat bahunya lalu menyimpan coklat itu di dalam tasnya bahagia.
...****************...
Kini semuanya sudah kembali ke kelas begitupun dengan Davin yang memisahkan diri
"Dapet coklat darimana? " Tanya Jio penasaran
"Bokap." jawab Galaksi
__ADS_1
"bokap lu balik? " tanya Davin
"iya tadi malem" sahut Galaksi
"untungnya kita nggak nginep! " Rendy berucap lega
"kenapa?" tanya Galaksi
"Nggak enak aja ada keluarga lo terus kita membuat kerusuhan yang tak tertahankan. " Jawab Jio sadar diri.
"Enggak bukan itu maksud gue, tadi malem kalian nggak nginep kenapa? " Tanya Galaksi
"Kita memutuskan untuk nginep di rumah masing masing karena kangen suasana rumah. " Jawab Davin.
"Owh iya yang tadi siapa vin? " Tanya Rendy penasaran
"Owh tadi Sintia, belakangan ini dia minta tolong gue terus. ya gue bantuin." Jawab Davin
"Nggak peka lu, dia minta tolong sama lu karena dia pengen deket sama lo! " Ucap Aldo
"Emang?" Tanya Gavin, memastikan.
"Jangan percaya Aldo, Aldo aja masih Jomblo. " Sahut Rendy
...****************...
Aurora Memandangi beberapa gadis yang sedang bergerombol sambil membicarakan sosok Galaksi, apakah Galaksi se-popular itu? sampai sampai semua orang membicarakannya?.
Aurora memberanikan diri bertanya kepada sahabatnya Gisel.
"Sel, Emang Galaksi se-popular itu? " Tanya Aurora kepada teman yang sedang duduk di sebelahnya
"Lo tau, lo terkenal gara gara Galaksi ngeboncengin lo tadi pagi. " Ucap Gisel melepaskan Earphonenya. Aurora hanya bisa tertunduk, "Cerita! " Titah Gisel
"Tadi pagi, waktu gue mau berangkat, tiba tiba dia berhenti di depan gue, waktu gue mau nutup gerbang, terus dia nyuruh gue bareng sama dia, kalo nggak mau nanti gue gue telat. ya gue mau lah, mana mau gie telat! " Terang Aurora panjang lebar.
"Meluk nggak? " Goda Gisel
"Siapa? gue? meluk lah, nanti gue terbang yang ada. " Jawab Aurora seadanya.
"Kok dia tau lo sekolah? " Tanya Gisel.
"Justru gue mau tanya sama lo! "
"Lah kok gue? "
"lo yang ngasih tau Jio terus Jio ngasih tau Galaksi. " Tuduh Aurora
__ADS_1
"lah lu berangkat sekolah mulai kapan aja gue nggak tau! " Sanggal Gadis
"lah terus siapa?" Tanya Aurora heran