She' Is

She' Is
Gagal


__ADS_3

Kini mereka sedang berada di toko buku, Aurora sibuk memilih sepidol dan alat gambar yang ia inginkan. sementara Gisel dan Galaksi mengobrol membicarakan jio.


"Lo tau apa yang unik tentang jio? " Galaksi menunjukan unggahannya di media sosial, Tah lama benda itu berbunyi di iringi tulisan.... "panggilan masuk Jio" Galaksi segera mengangkat panggilan itu di depan Gisel


"Lo dimana? "


"Toko buku. " ucap Galaksi sambil melirik ke arah Gisel yang sedang tersenyum mendengar suara Jio


"Share lok, gue Otw sekarang. " Panggilan itu terputus, dengan segera Galaksi Memberi tahu lokasinya, berharap temannya akan datang sebelum Aurora meminta pulang.


"Seriusan dia mau ke sini? " Gisel sangat senang karena akan segera bertemu dengan Jio, namun detik berikutnya ia sadar, ia belum siap bertemu Jio, tidak jantungnya tak siap bertemu dengan Jio.


"Ah..... Gue pulang aja deh!" Gisel gelisah, ia tak tahu lagi harus bagaimana di depan Jio. Galaksi menenangkan Gisel, Galaksi menatap Gisel dalam tatapan itu seakan memberikan keyakinan kepada Gisel bahwa tak akan terjadi sesuatu yang buruk. Gisel tersenyum.


Mata Aurora tak bisa lepas dari pria bertubuh tegap itu, Ia begitu dekat dengan sahabatnya, Aurora tak suka.


Jio datang menemui Galaksi, Gisel ada di samping Galaksi, menatap Jio dengan pandangan terkagum kagum miliknya. Matanya berbinar memancarkan harapan Jio akan menengok ke arahnya.


"Wih siapa nih? " Jio memperhatikan Gadis yang tengah berdiri di samping Galaksi, kini tatapan gadis itu menghadap ke bawah sambil memainkan jarinya gugup. "pacar lo? " Sambung Jio.


Galaksi tersenyum "Bukan, lo tau kan gue cuma suka sama Aurora, dia sahabatnya Aurora, namanya Gisel. " Jio mengangguk mengerti lalu kembali memperhatikan gadis salah tingkah ayng berada di hadapannya.


pikiran Jio berjalan memahami perkataan Galaksi "Berarti lo Jalan sama Aurora? " Galaksi menunjuk Aurora yang sedang sibuk memilih. Jio merangkul Gisel, dan membuat jantung gadis itu tidak karuan. "Gue bawa ya, selamat menikmati waktu berdua. " ucap jio lalu pergi.


Galaksi senang rencananya berjalan lancar, ia menghampiri Aurora. Aurora diam, mematung.


"Gue... mau bilang sesuatu sama lo. " Ucap Aurora, Suasana tegang menerjang, Keadaannya menjadi canggung.


Aurora menunduk, ia tak berani menatap mata Galaksi


"Gue mohon, pergi dari hidup gue, berhenti deketin ayah gue, berhenti deketin sahabat gue, berhenti deketin gue, gue nggak suka, gue takut, Gue mohon. " Satu tetes air mata berhasil lolos dari mata lentik Aurora. Galaksi sadar apa yang terjadi, terlalu menyakitkan baginya, di tolak bahkan sebelum menyatakan.


"Maaf, gue nggak tau ini berdampak besar sama lo, gue bakal pergi dari hidup lo kok. Tenang aja. " Galaksi mengelus kepala Aurora untuk pertama kalinya, lalu ia segera mengantar Aurora pulang.


...****************...


Galaksi berbaring sambil menatap langit langit kamar, ia tak tenang, bagaimana bisa dia jatuh cinta pada gadis yang tidak menyukainya, padahal banyak gadis yang ingin bersamanya.


Suara pintu di ketuk terdengar, Teman teman Galaksi sedang tak menginap, Siapa lagi kalau bukan orang tuanya.

__ADS_1


"masuk." Titah Galaksi, sekarang ia terlalu malas bangun dan membukakan pintu. Benar saja, seorang pria tampan memasukki ruangan itu.


"Galau nih ceritanya. "


Pria itu berkeliling keliling melihat kamar Galaksi yang tak mengalami perubahan sedikitpun. Banyak buku, banyak piala, banyak bingkai foto, banyak barang elektronik dan satu gitar.


"Pah, Papah pernah suka sama seseorang yang nggak suka sama papah nggak? " Tanya Galaksi, pria tampan itu malah mengambil gitar dan memainkan sebuah lagu.


"Pernah, cinta pertama papah, Dan kamu tau, cinta pertama nggak pernah berhasil. " Setelah itu iringan gitar terdengar, nadanya sedih.


"Papah masih belum bisa lupain orang itu meski sekarang sama mama? " Tanya Galaksi lagi, pria tampan itu berhenti memainkan gitarnya lalu mengangguk.


"Cinta pertama susah di lupain, semua tentang tentang dia masih melekat di ingatan papa, setiap detik yang kita habisin bareng... papa masih inget, kayak kejadiannya baru kemaren, tapi itu waktu papa masih SMA, sama kayak kamu sekarang, kenapa? setelah sekian lama? papa kenal orangnya? "


Setelah sekian lama tak membicarakan cinta pertamanya, kini pria tampan itu menceritakannya lagi, kali ini kepada anaknya, anaknya yang sudah mulai dewasa, anaknya yang sudah mengenal cinta.


Galaksi mengangguk, sambil mengeluarkan sedikit suara. "Aurora, anak temennya papa. " Jawab Galaksi, "Bahkan Aurora nyuruh Galaksi berhenti di saat kali pertama Galaksi mau ndeketin Aurora." Suara Galaksi terdengar sedih.


"Mau papa bantu?" Ia tak bisa diam saja melihat anaknya sedih.


"Papa mau apa dari Galaksi? " begitulah Galaksi dia tau ia harus membayar kebaikan orang tuanya.


"Papa nggak suka kamu selalu begini, setiap papa mau ngasih, kamu minta mbayar apa yang papa kasih, Tapi kalo udah gini, terpaksa, kalo kamu gagal sama Aurora, kamu harus kenalan sama anak kolega papah, kamu paham kan? "


"Ok Galaksi terima. Tapi kalo Galaksi berhasil sama Aurora, papa depet apa? " Tanya Galaksi, pria tampan itu tersenyum Lalu meletakkan gitar pada tempatnya.


"kalo kamu berhasil, papa dapet kebahagiaan anak papa yang jarang papa dapetin. " Pria tampan itu menepuk bahu anaknya lalu pergi sambil mengatakan sesuatu " Keluarga Atmadja Selalu dapetin apa yang mereka mau"


Galaksi berpikir, apa yang akan dilakukan ayahnya untuk membantunya? akankah ia memohon pada sahabatnya? atau malah mengancamnya? Galaksi terlalu banyak menonton film romantis bersama keempat temannya.


kini Galaksi tersadar ia harus belajar, untuk mengusir pikiran aneh yang ada dalam kepalanya, namun... dia akan belajar apa? semuanya sudah ia kuasai walaupun hanya selama masa SMA, tapi mengulang pelajaran sangat membosankan.


Ia mengambil Gadget yang tergeletak di nakas, lalu membaringkan diri di kasur, sambil membaca pesan yang belum sempat ia balas.


...Ceritanya Geng...


Jio


Guys, layaknya gue suka sama sama seseorang.

__ADS_1


David


Siapa tuh?


Rendy


cewek?


*Aldo


Emang dia mau sama lo?


Jio


Namanya Gisel, sumpah gue nggak tau ada cewek secantik dia di sekolah kita. Dia temennya Aurora, dan kayaknya dia juga sukak deh sama gue


^^^Galaksi^^^


^^^Ulu Ulu, aa Jio pd banget si! ^^^


Jio


lo kok gitu ga! kan lo yang ngenalin gue sama dia


^^^Galaksi^^^


^^^Enggak, lo yang bawa dia sesuka hati lo.^^^


Rendy


U.... Jio bahaya nih


Aldo


Gavin jaga adek adekan lo!


Gavin


Siap siaga

__ADS_1


Sangat menyenangkan bisa kenal dengan mereka, Galaksi kembali berpikir, Bukankah hidupnya terlalu menenangkan? hampir tak ada masalah berati untuknya ataukah masalah itu akan datang bersamaan dengan masalah lain? akankah hidupnya berantakan?


Tidak selama ia berada dalam kendalinya Galaksi akan tetap menjadi Galaksi yang sekarang


__ADS_2