She' Is

She' Is
Senior


__ADS_3

Galaksi benar benar memenuhi ucapannya, galaksi tak muncul lagi di kehidupan aurora, kalaupun  secara kebetulan bertemu, galaksi bertingkah normal, walau hatinya bergetar.


Wali kelas pun mengganti Galaksi dengan seorang senior yang merupakan musuh bebuyutan Galaksi, walau Galaksi tak berpikir begitu, keduanya sama sama bersaing dalam bidang akademik dan non akademik.


“Hai, aurora?”


tanya Bastian memastikan, aurora hanya mengangguk,


“Kenalin, gue Bastian.” Ucap Bastian mengulukran tangannya. Aurora hanya memandangi tangan itu, Bastian tekekeh lalu menarik tangannya kembali


“Gue kelas 12, jadi free setiap hari, mau ambil hari apa?”


tanya bastian.


“hari selasa rabu kamis, setelah pulang sekolah. Bisa?”


ucap aurora to the point


“Okay”


...*****...


Hampir dua jam gisel mengoceh tak jelas, sebab sudah lama gisel mengagumi bastian


“Sumpah ra, lo udah nyelametin dunia ya di kehidupan sebelumnya, kok bisa seberuntung ini sih”


“Bosen gue dengerin ucapan lo, udah dua jam, cuma itu itu aja ucapan lo”


“ada yang lebih penting dari itu”


“papa mau ke denmark 3 bulan, bibi pensiun, yang ngurus oca siapa? tau sendiri kan kita nggak bisa ngurus oca.”


“Ya tuhan, demi apa nggak ada yang ngurus oca”


Sudah berkali kali aurora memohon untuk menghilangkan oca dari rumah ini, namun sepertinya ayah aurora terlalu sayang kepada oca.


“Ayah, oca gimana?”


“nanti anak temen ayah tinggal bareng kalian.”


“jangan bilang galaksi ”


“kok tau”


“Ayah, ayah tau kan aurora benci sama galaksi .”


ucap aurora kesal


“kamu tau kan ra, kalo benci sama cinta bedanya tipis, kalo kamu nggak mau galaksi tinggal di sini, berarti OCA kamu yang urus, gimana?”


“Ayah...” rengek aurora


“udah ra, biarin galaksi aja yang ngurus OCA.”


bujuk Gisel pada aurora untuk mengalah.


“yaudah deh terserah ayah.” Aurora mengalah


...*****...


Galaksi tiba di umah aurora


“Akhirnya kamu sampe, nanti tanya tentang OCA sama aurora aja ya, om buru buru.”


“ah iya om.”


Aurora tengah bersandar di pintu masuk di sertai wajah masamnya, dan kedua tangan yang di lipat di depan dada


“Mana OCA?”


“yang harusnya lo tanya, OCA itu apa?”


“OCA peliharaan ayah lo kan,”


“hmm dia itu buaya, darat.” aurora menekankan kata buaya darat pada ucapannya sembari menatap galaksi yang berada di sampingnya


Saat mengatakan buaya darat aurora memang serius, OCA adalah seekor buaya darat albino dengan panjang 3 meter.

__ADS_1


“Ngasih makan OCA, mandiin OCA, bersihin kandang OCA satu minggu sekali, sanggup?”


“owh, buaya beneran.”


“lo kira gue main main? Gue serius ya, gue nggak mau sampe OCA ngamuk.”


Titah aurora layaknya seorang ratu


“santai aja kali neng, masalah OCA beres ini.”


lirik galaksi tajam.


Dingin, aurora merasakan nada dingin di setiap ucapan yang di keluarkan galaksi untuknya,


Galaksi menelpon seseorang, dan tak selang beberapa lama, tamu yang di tunggu datang.


Mang ujang, pawang OCA sebelum di beli oleh ayah aurora 10 tahun yang lalu


“mang titip OCA ya!” ucap galaksi santai


“siap atuh den, OCA sekarang udah gede ya, makannya juga pasti banyak,”


ucap mang ujang sembari memandangi kandang OCA yang sudah seperti kandang buaya di kebun binatang pada umumnya, namun berukuran lebih kecil.


“Clear kan, gue nggak usah tidur di tempat lo.”


“Tapi ayah nyuruh lo jagain gue!”


Galaksi mengernyitkan dahinya, lalu berucap “lo bukan anak TK lagi kan yang harus di jagain 24 jam.” sinis galaksi


“terserah!” ucap aurora kesal lalu pergi


Galaksi meninggalkan rumah itu, dengan motor sport miliknya.


Sesampainya di rumah, semua barang galaksi sudah tersusun rapih di teras, galaksi segera masuk ke dalam rumah


“Itu barang aku kok di luar semua.”


“maaf tuan. Tuan besar yang menyuruh saya untuk segera membereskan semua barang anda, karena anda akan segera pindah, dan mobil impian tuan galaksi sudah sampai sedari tadi.”


handphone galaksi berbunyi, dan terdapat satu pesan untuknya


Dad


Good luck ya sama aurora


“Gue lupa bilang, kalo gue udah menyerah, sial.” umpat galaksi


...*****...


Tok tok tok


Aurora membuka pintu utama yang di ketok itu, ia terkejut karena melihat pandangan datar galaksi beserta koper koper di sekelilingnya


“Gue di usir dari rumah.”


Ucap singkat galaksi lalu menarik masuk koper kopernya


“mana kamarnya”


lanjut galaksi memandangi ruangan itu


“di atas, ikut gue.” Ucap aurora menunjukkan jalan


“hay ganteng”


sapa Gisel di tengah tengah perjalanan menuju kamar galaksi


Sesampainya di kamar galaksi langsung menata semua barang barangnya. Sementara aurora, dia kembali ke kamarnya.


...*****...


Koridor sepi, semuanya telah memasuki kelas, aurora ijin ke toilet sendirian karena Gisel sedang sibuk mencatat materi di kelasnya.


Saat aurora keluar dari kamar mandi aurora di dorong sampai sudut ruangan oleh seorang yang tak ia kenal, dan beberapa dayang dayang yang di belakangnya. Hal yang paling aurora benci saat ia dekat seorang pria populer, ada oknum iri yang akan mengancam dan mencaci makinya.


“Drama banget si”

__ADS_1


batin aurora, aurora dapat melawan namun ia memilih untuk diam, aurora ingin tahu apa yang diinginkan oleh para wanita pembuat drama ini.


“Lo jadi cewe nggak usah kecentilan deh, deketin galaksi sama bastian, lo kira lu cakep.”


Ucap seorang gadis yang menurut aurora adalah kepala geng cewe drama di hadapannya.


“Emang gue cakep!”


Jawab Aurora


Plak,


satu tamparan berhasil mendarat di pipi mulus aurora


“Berani ya lo sama senior!”


lajut wanita itu


“Emang lo siapa,”


remeh aurora


Plak


satu lagi tamparan namun kali ini di pipi kananya


Aurora berdecih “Gue yakin lo Cuma suka sama galaksi dan kak bastian tapi mereka enggak suka sama lo!”


“diam!”


wanita itu kini menjambak rambut aurora


“kenapa? Nggak terima kenyataan? Kenyataan kalo kak bastian dan galaksi sukanya sama gue, bukan sama lo”


Wanita itu makin memperkuat tarikannya


“kak bastian sama galaksi itu nggak pantes buat lo!”


“terus yang pantes siapa? Kalian? Ngaca, kalo kalian pantes kenapa galaksi sama kak bastian ngejar ngejar gue bukan kalian.”


Plak


kini gadis itu menampar aurora


“Kalian berdua Cuma nonton?”


ucap aurora pada kedua gadis yang menjagal kedua tangan aurora.


Dagh


Aurora menendang gadis yang berada di hadapannya dan dua orang yang menjagalnya, setelah itu ia memelintir tangan gadis yang menjambaknya dan menendang lengan gadis itu, keempatnya menyerang aurora, beruntung aurora


menguasai ilmu beladiri.


Aurora menginjak badan ketua geng itu.


“Diam, nggak berarti lemah, gue mau kalian sadar! Kalo yang kalian lakuin itu, sia sia.”


Bastian, galaksi, Gisel dan seorang anak memasuki  kamar mandi itu, dan terkejut melihat aurora dan empat gadis yang tergeletak tak berdaya di lantai kamar mandi.


“Tuh orangnya dateng. “


ucap aurora sambil menatap empat manusia yang tengah tak berdaya


Aurora merapihkan rambutnya “kayaknya tulang mereka patah deh.”


Aurora meninggalkan ruangan itu di susul dengan bastian dan Gisel dan yang khawatir dengan keadaan aurora.


Sementara itu galaksi dan seorang gadis mengurus keempat gadis yang terkapar tak berdaya.


...Cast



...


...Sebastian Adnanjaya...

__ADS_1


__ADS_2