She' Is

She' Is
suka


__ADS_3

Kejadian Tadi siang cepat tersebar luas, bahkan menjadi trending topik di artikel sekolah, citra Aurora yang tadinya di kenal sebagai siswi pindahan yang pendiam berubah seketika.


Aurora mendapatkan hukuman meski itu bukan salahnya. sementara galaksi, ia mengurus semuanya, ia tak ingin ini berlanjut panjang. Mau bagaimanapun namanya di bawa bawa dalam insiden ini.


Suasana rumah sakit ramai seperti rumah sakit kebanyakan, galaksi memberikan pengobatan kelas atas untuk keempat gadis itu.


Kondisi mereka berempat, sama seperti yang Aurora katanya, semua lengan gadis itu retak dan harus di gips untuk beberapa waktu.


"Lo ngelakuin ini semua demi Aurora?"


Ucap gadis yang merupakan ketua geng itu.


"Nggak ada hubungannya sama Aurora, kalian istirahat, ini udah malem, kalo butuh apa apa bilang aja, jangan segan."


Ucap galaksi Kepada keempat gadis itu beserta wali mereka.


Setelah itu galaksi segera meninggalkan rumah sakit dan bergegas pulang karena sudah larut.


Sesampainya di rumah, galaksi di kejutkan oleh Aurora, Gisel dan Bastian yang sedang mengobrol di ruang tamu.


Ingin rasanya galaksi mengusir Bastian, namun ia urungkan niat itu karena ia sadar, ini bukan rumahnya. Alhasil galaksi hanya mengacuhkan mereka dan segera bergegas menuju kamarnya.


"Siapa suruh Lo masuk!"


Ucap Aurora berhasil menghentikan langkah galaksi.


Kalau boleh jujur galaksi sudah lelah hari ini, ia hanya ingin mandi dan tidur.


Galaksi berbalik menghadap ke arah Aurora yang sedang menatapnya tajam.


"Terus gue harus apa?"


Ucap galaksi tak kalah dinginnya dengan Aurora


"Lo nggak tau ini jam berapa? Kenapa baru pulang?"


"Lo nggak tau ini jam berapa? Kenapa masih Nerima tamu cowok asing di rumah"


"Terserah gue lah, ini rumah gue."


"Yaudah, terserah gue lah yang penting gue pulang buat jagain Lo sama Gisel"


Galaksi menyadari kalau ini tak pantas, namun mau bagaimana lagi, ia tak ingin hatinya terus berharap pada gadis yang membencinya. Galaksi kembali melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.


"Lo tau galaksi habis darimana? "


Tanya Aurora pada Gisel yang ada di sampingnya.


"Rumah sakit, ngurus geng yang kebanyakan drama itu. Untung Lo nggak di laporin ke polisi"


Mulut Gisel Sangat gemas untuk membicarakan gosip ini.


"Udah malem Ra, gue pulang dulu ya, Lo udah nggak papa kan? "


Ucap Bastian kawatir.


Aurora mengangguk lalu setelah itu Bastian berpamitan pulang.


...****************...


Galaksi memejamkan matanya, namun, ia tak kunjung tertidur, setelah itu galaksi keluar dari kamarnya untuk mengecek apakah ada sesuatu di dapur.


Namun ketika ia melewati kamar Aurora, ia tak sengaja mendengar percakapan Aurora dengan Gisel.

__ADS_1


"Gue laper, pengen martabak keju."


"Gila lo Ra udah malem, mana ada yang jualan."


"Iya si udah mau jam 10, tapi gue pengen, gue laper banget sumpah" rengek Aurora sambil memegang perutnya


"Gendut ntar Lo makan malem malem"


"Emang gue pernah gendut?"


Galaksi melanjutkan langkahnya menuju dapur, setelah itu mengirim pesan pada Rendy untuk membuatkan 1 martabak telur dan 1 martabak keju.


Sedikit info, keluarga Rendy memiliki bisnis martabak yang sudah memiliki cabang dimana mana.


Setelah mengirim pesan, Galaksi langsung bergegas ke gerai martabak milik keluarga Rendy.


Sesampay di sana, galaksi melihat Rendy yang tengah asik memakan martabak ditemani beberapa gadis di sebelahnya.


"Martabak gue mana?" Tanya galaksi, seketika semua pandangan tertuju pada galaksi, dan seketika itu pula para gadis itu terpesona oleh ketampanan galaksi.


"Tuh!" Ucap Rendy menunjuk plastik kresek yang sengaja di taruh di tengah meja kosong.


"Duitnya gue transfer, thanks. " Ucap galaksi lalu meninggalkan tempat itu.


Setelah memarkirkan motornya ia segera menutup gerbang dan menuju meja makan untuk segera menyantap makanan tersebut.


Saat sedang memakan martabak telur, galaksi mengirim pesan kepada gisel.


...Gisel...


^^^Sel^^^


^^^Lu udah tidur?^^^


^^^Gue beli Martabak nih, mau nggak?^^^


Dapet darimana Lo?


^^^Di kedainya Rendy^^^


^^^Mau nggak?^^^


Otw ke bawah


Gisel segera memberitahukan Aurora bahwa galaksi membawa makanan, dan segera menarik tangan Aurora menuju dapur


"Tau aja lo kalo kita laper."


Ucap Gisel duduk di sebrang meja makan, setelah itu Aurora duduk di samping Gisel


Gisel segera mengambil martabak telur dan menyantapnya.


"Ini apa ga?"


Gisel mengambil satu kotak martabak lagi yang belum di buka, dan segera membukanya.


"Martabak manis rasa keju susu, "


Jawab galaksi sambil memainkan hpnya, ia membalas satu persatu pesan dari fansnya.


"Lo nguping kita ya?"


Tuduh Gisel lalu memakan martabak keju tersebut, sementara Aurora ia hanya diam

__ADS_1


Ia gengsi ingin memakan makanan yang di bawa galaksi, namun ia sangat ingin memakan martabak manis yang sangat menggoda itu


"Nguping apa?"


Tanya galaksi pura pura tak tahu


"Ini gue bawa ke kamar, gue mau nonton film dulu."


Ucap galaksi mengambil air dingin dan segera membawa martabak telurnya pergi meninggalkan ruang makan.


Aurora melongok untuk memastikan bahwa galaksi sudah pergi dan segera memakan martabak tersebut.


"Enak banget sumpah, anget anget lagi." Ucap Aurora kembali mengambil martabak tersebut.


"Tunggu, eh iya masih anget emang di sekitar sini ada kedai martabak? Kayaknya nggak ada deh. Galaksi ke kedai Rendy yang mana."


Ucap Gisel heran


" Gue nggak peduli yang penting gue makan martabak"


Ucap Aurora menikmati Martabak tersebut sambil tersenyum bahagia.


Sementara galaksi diam diam ia memperhatikan Aurora dari tangga, setelah itu ia baru benar benar Mamuju ke kamarnya


Galaksi memanaskan motornya sebelum berangkat sekolah, Gisel dengan santai berjalan melewati galaksi.


"Lo berangkat sendiri?"


Tanya Galaksi tanpa memandang Gisel


"Iya, kemaren Aurora habis berantem, jadinya sakit, nggak berangkat deh."


Terang Gisel dengan santai sambil memainkan tas ranselnya seperti anak kecil yang hendak berangkat ke sekolah.


"Aurora sendiri di rumah?"


Tanya galaksi memastikan


"Ya mau gimana lagi, gue harus nganterin suratnya, di rumah juga nggak ada pembantu."


Ucap Gisel sambil memegang tengkuknya bingung.


Setelah itu galaksi segera menelfon orang rumah untuk segera datang ke tempatnya.


"Gue telfon pembantu, sebentar lagi kesini, Lo gue tulisin surat ijin Lo suka bolos kan?"


Ucap galaksi lalu berbalik menghadap Gisel


Gisel tersenyum lalu memberikan surat kepada galaksi.


"Gue tau Lo masih suka sama Aurora."


Goda Gisel sambil tersenyum ke arah galaksi.


"Gue berubah pikiran, yuk Lo berangkat bareng gue."


Galaksi bergegas memakai helmnya, sementara gisel, ia sudah kabur entah kemana.


Tak lama setelah itu jio berhenti di gerbang untuk menjemput Gisel pujaan hatinya.


galaksi segera mematikan motornya lalu keluar untuk menemui Jio di gerbang.


"Aurora sama Gisel nggak berangkat, lu berangkat bareng gue, gue nebeng."

__ADS_1


Ucap galaksi membonceng motor Jio tanpa izin lalu mereka segera bergegas ke sekolah.


__ADS_2