
Beep, beep...
Brak...
Crashh!...
Dag..dig..dug..
'sayang'
Duarr...
'Liam...'
"Aaaa..."
Ceklek... Suara pintu terbuka. Memperlihatkan seorang wanita paruh baya masuk kedalam kamar seorang gadis.
"Anara sayang,"-berlari kecil dan langsung memeluk tubuh seorang gadis,yang sedang berbaring di sebuah kasur-"kamu mimpi lagi ya?"
"Iya bunda,Anara takut."
Hiks..hiks..
"Udah gak papa. Bunda disini kok sayang, tenang ya."
"Anara rindu Liam Bun."
"Iya sayang."
...****************...
Seorang laki laki kini tengah berdiri di depan pintu sebuah rumah yang cukup besar. Seperti nya sedang menunggu seseorang.
Tuk..tuk..tuk..
Ini sudah ketiga kalinya ia mengetok pintu tapi tak kunjung ada jawaban. Tapi, sepertinya ia tetap optimis, ia tetap menunggu sang pemilik rumah membuka pintu. Ia melihat sekeliling teras depan rumah itu, dan Ia menyadari sesuatu.
"Ya ampun ternyata ada bel disini. Pantesan gue ngetok gak ada yang jawab, rumah sebesar ini mana mungkin kedengaran suara ketokan pintu," ujar nya mengomeli dirinya sendiri.
Ting..tong..
Tak lama setelah iya menekan bel yang ternyata ada di samping jendela, laki laki itupun mendengar suara seseorang dari dalam rumah, yang menandakan kehadirannya sudah di ketahui oleh sang pemilik rumah.
"Tunggu sebentar ya."
Ceklek.. Suara pintu terbuka. Memperlihat kan seorang wanita paruh baya yang baru saja membuka kan pintu. Iya pun keluar menemui laki laki yang menekan bel rumahnya tadi.
"Permisi Bu. Saya Aksa, ingin bertemu dengan pemilik kost an yang berada di sebelah rumah ini," ucap laki laki itu dengan sopan.
__ADS_1
"Oh iya, saya ibu kost nya. Nama saya Arum. Ada yang bisa saya bantu, nak Aksa?"
"Gini Bu, saya sedang mencari kost an yang dekat dengan tempat kerja saya. kebetulan kost an Bu Arum yang terakhir, yang saya temukan di dekat daerah kantor saya. Apa di kost an Bu Arum masih ada kamar kosong?"
"Oh begitu. Kebetulan kemarin baru saja satu orang pindah dari kost an saya. Jadi, kamarnya kosong sekarang. Nak Aksa ingin lihat dulu?"
"Boleh Bu."
Aksa dan Bu Arum pun pergi ke kost an milik Bu Arum. Sesampai nya di kost an, Bu Arum langsung mengajak Aksa ke lantai tiga yang terdapat kamar kosong. Mereka pun berhenti di depan kamar dengan papan nomor bertuliskan '307 ' yang berarti kan kamar nomor tujuh, yang berada di lantai tiga.
"Ini dia kamarnya, nak Aksa-"sambil membuka pintu kamar-"kebetulan kemarin malam sudah langsung saya bersihkan."
"Wah besar juga kamar nya ya Bu."
"Iya nak. Soalnya dilantai ini kamar VIP. Jadi lumayan besar kamar nya. Fasilitas nya juga lebih lengkap, sudah di sediakan kasur, lemari, meja belajar atau kerja, AC, tv, kamar mandi dalam, dan ada mini kitchen. Serta, ada balkon nya juga,"-sambil membuka pintu balkon-"kebetulan kamar ini balkon nya langsung menghadap ke taman belakang."
"Wah sangat lengkap sekali ya. Dan pemandangan balkon juga cukup bagus. Saya suka. Untuk biaya nya berapa ya Bu?"
"Perbulan nya 2jt,per tiga bulan 5,8jt, pertahun 23jt, nak."
"Baik Bu. Saya sangat suka kost an nya, nyaman dan juga bersih. Fasilitas nya juga sangat lengkap. Saya mulai hari ini bisa kan Bu?"
"Tentu saja bisa, nak Aksa."
"Oke Bu,"-sambil mengeluarkan sebuah amplop dan menghitung selembaran uang di dalamnya-"ini Bu saya langsung bayar untuk 3 bulan ya, coba dihitung lagi saja Bu."
"Oh iya terimakasih ya,"-sambil mengambil amplop yang diberikan oleh Aksa-"tidak perlu, saya percaya kok."
"Semoga kamu betah ya di kost an ibu. Oh iya panggil saja saya bunda Arum. Karna, biasanya anak anak yang nge kost disini panggilnya begitu."
"Oh iya baik Bu..e-eh Bunda Arum maksudnya," jawab Aksa sambil tersenyum kikuk dan menggaruk belakang kepalanya yang tentu saja tidak gatal.
'berasa manggil calon mertua, gue,' batin Aksa.
Bunda Arum hanya tertawa kecil melihat tingkah anak baru kost an nya itu. Ia pun pamit kepada Aksa dan segera pergi dari kamar yang sekarang sudah menjadi milik Aksa.
Bruk... Aksa menjatuhkan dirinya ke kasur. Ia sangat lelah hari ini. Bagaimana tidak ia mengelilingi daerah ini untuk mencari kost an yang memudahkan dia untuk pergi kerja lebih dekat.
Tidak terasa hari pun mulai malam. Aksa yang memang sudah lela, setelah bersih bersih ia memutuskan untuk segera beristirahat. Karna, besok ia juga harus bangun lagi untuk bekerja.
...****************...
Auuuuu....
Tentu saja itu bukan suara Serigala. Itu suara alarm Aksa yang sedari tadi memang sudah berbunyi. Saat ini sudah pagi, waktu nya Aksa untuk siap siap bekerja. Tapi, malah yang bersangkutan masih saja berbalut dengan selimut, tanpa bergerak sedikit pun.
Tapi, syukur nya tidak lama kemudian Aksa pun bangun. ketika melihat jam dia kaget jam sudah menunjukkan pukul 7.30 yang menandakan bahwa ia hanya memiliki 15 menit untuk siap siap, karna dari kost an ke kantor nya membutuhkan waktu 15 menit.
"Aduh gara gara kecapean banget nih kemarin. Jadi, kebablasan deh tidur nya."
__ADS_1
Aksa pun segera bersiap siap. Setelah, selesai mandi dan mengenakan pakaiannya, dan sudah terlihat rapi. Kemudian, ia ingin menjemur handuk nya di balkon dan menutup pintu balkon kembali. Tapi, saat hendak menutup pintu balkon, tiba tiba saja fokusnya Aksa teralihkan oleh se sosok gadis yang tengah berada di taman belakang rumah Bu Arum.
'Itu Bunda Arum? Tapi, beda ah! Ini perempuan muda,' batin Aksa.
Ia langsung tersadar bahwa dirinya sedang buru buru saat ini. Ia pun langsung keluar kamar nya dan segera menaiki mobilnya. Dan bergegas menuju kantornya.
...****************...
'siapa ya perempuan tadi?itu bukan Bunda Arum, jelas jelas kemarin dia bisa berjalan normal, tapi wanita tadi..'
"Woy melamun aja Lo."
Lamunan Aksa buyar. Karna, aksi mengagetkan temannya itu.
"Apaan si Lo bay, ngagetin gue aja."
"Elo tu yang kenapa, siang bolong begini malah melamun. Di Kantin tuh makan bukannya melamun."
"Eh Bayu sahabat gue yang paling tampan kalau di liat dari ujung sedotan. Gak usah Lo bilang juga gue tau di kantin itu tempat nya makan. Gue udah makan dari tadi, sekarang lagi menikmati es sambil ngelamun."
"Dih ngegas ya bapak Aksa yang terhormat ini. Ngelamun in apaan si Lo, serius amat kek nya?"
"Kepo Lo!"-sambil pergi meninggalkan temannya itu-"ntar kapan kapan gue Kasik tau nya."
"E-eh mau kemana Lo! Gak asik banget Lo.. Gue udh kepo banget nih," teriak Bayu yang kesal karna sifat kepo nya ini sudah menggebu gebu.
'kalau gelagat nya begini, curiga gue dia mikirin cewe ni pasti! Eh tapi cewe mana? Dia aja gak pernah Deket Ama cewe selain ibu nya. Buset makin kepo aja gue!' batin Bayu.
...****************...
Sekarang sudah menunjukkan pukul 16.00 Aksa masih berperang dengan komputer nya setelah pergi dari kantin tadi. Ia mengejar deadline yang sudah di tentukan besok pagi, jadi dia harus segera menyelesaikan kerjaan nya itu sore ini. Mungkin juga dia akan lembur sampai malam.
"Huh..akhirnya selesai juga!" ucap Aksa sambil menghela nafas nya.
Ia melihat ke arah Jam "Hah udah jam 9 malam aja!" ia kaget karna tidak menyadari hari sudah mulai larut malam.
Ia pun segera membereskan barang barang nya, tak lupa mematikan komputer nya. Setelah, semua nya di pastikan sudah rapi dan aman ia pun langsung keluar kantor dan mengendarai mobil menuju kost an nya.
Di tengah perjalanan tiba tiba Aksa memikirkan kembali perempuan yang ia lihat tadi pagi. tapi, kali ini pemikirannya sangat random.
'apa jangan jangan perempuan itu setan ya! Ah masa sih, Gila aja pagi pagi udah muncul setan di taman belakang kost an gue! Serem amat, apa kost an Bunda Arum angker ya? Atau taman belakangnya yang angker? Ah apa sih pikiran gue random amat! ' batin Aksa.
Berakhir ia sendiri yang merinding dengan pemikiran nya itu.
_________________________________________________________
Halo! Terimakasih sudah membaca cerita ini :)
Mohon support nya ya dengan like, comment and rate! Jika berkenan mari follow juga akun aku♡
__ADS_1
Cerita ini akan update setiap hari jam 20.00 WIB ya! Jangan sampai terlewatkan dan nantikan terus chapter selanjutnya. Bye bye salam AuGhi (。♡‿♡。)