
Auuuu....
Aksa membuka matanya perlahan, setelah mendengar suara alarm yang membangunkannya. Aksa pun bangun dan duduk terdiam sejenak di atas kasur. Sambil mengumpulkan nyawanya kembali, Aksa mengambil hp nya dan melihat ada 15 notifikasi dari Bayu.
✉️ Bayu
Sa..
Aksa...
Aksa Pratama.
Buset kemana sih ni anak.
Gimana rencana nya berhasil gak?
Sa, sumpah gue kepo banget.
wah gila Lo, minimal kabarin wir.
Dah lah malas gue punya temen begini.
*📞*Missed call from Bayu (7)
^^^Iya. sorry baru liat hp gue.^^^
^^^Ntar gue cerita di kantor.^^^
Tanpa menunggu balasan dari Bayu. Aksa pun beranjak dari kasur nya menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi, dan sudah rapi dengan pakaian kantor nya, Aksa pun menyempatkan untuk sarapan dan minum sedikit teh dulu untuk mengisi perut nya, agar tidak terlalu demo nanti.
Setelah selesai dengan sarapannya, Aksa pun keluar kamar dan mulai turun ke bawah. Seperti biasa ia akan mengendarai mobilnya untuk menuju kekantor, tetapi sebelum masuk mobil, ia melihat seseorang yang ia kenal, aneh baru hari ini Aksa melihat orang itu berada disini.
"Hai," sapa Aksa
"Hai," jawab seseorang itu, dengan lengkungan manis dibibir nya.
"Anara, tumben kamu ada disini?" tanya Aksa.
"Hehe iya.. Aku hanya sedang bosan saja berada di rumah atau di taman belakang," jelas Anara.
"Oh begitu.. Sendirian?" tanya Aksa lagi.
"Tidak, sama bunda. kebetulan bunda mau siram tanaman yang ada di depan kost kost an makanya aku ikut kesini," jawab Anara.
"Terus bunda nya mana? Kok gak keliatan?" tanya Aksa lagi.
"Oh itu.. Bunda lagi ambil gunting sebentar di rumah, ada tanaman nya yang ingin bunda perbaiki," jelas Antara lagi kepada Aksa.
__ADS_1
Tak lama kemudian muncul seseorang, yang baru saja mereka bicarakan.
"Eh pagi nak Aksa," tegur Bunda, yang baru saja datang.
"Pagi Bun, sedang merawat tanaman ya Bun?" tanya Aksa.
"Iya nih, sudah lama Bunda gak merawat tanaman yang di depan kost an ini. Aksa mau berangkat kerja?" jawab Bunda.
"Iya Bun. Oh iya kalau begitu Aksa lanjut berangkat kerja dulu ya Bun,"-sambil berpamitan pada Bunda-"Bye Anara," pamit Aksa.
"Bye, hati hati," balas Anara.
Seperti ada bunga yang mekar di hati Aksa saat ini, 3 kata yang baru saja di ucap kan oleh Anara berhasil membuat Aksa ingin menghilang saat itu juga, karna dia sangat salting saat ini, senyuman di bibir nya tak pudar sama sekali selama di perjalanan sampai dengan kantor.
'Aneh biasanya kalau ada yang ucapin kata kata gitu, gue biasa aja. kenapa sekarang jadi senyum senyum gak jelas gini. Ya Tuhan, perasaan apa ini. Jangan jangan bener, gue jatuh cinta sama Anara? Secepat ini?,' batin Aksa.
Aksa masih bingung sama perasaan nya sendiri. Ia belum yakin bahwa dirinya benar benar jatuh cinta pada Anara. Karna, menyadari dirinya yang tidak mudah untuk jatuh cinta. Terlebih lagi, ini baru sekitar 2 bulan sejak dia melihat Anara.
...****************...
"Ehem.. Keliatannya anak Bunda yang satu ini sangat happy hari ini," Ejek Bunda, yang melihat Anara sangat berbeda hari ini.
"Apa sih Bun," elak Anara, sambil tersenyum malu malu.
"Anara tumben hari ini mau ikut Bunda kesini. Sengaja, mau liat Aksa?" tanya Bunda.
"Eum gitu.. Ya sudah Anara santai santai aja ya. Bunda mau liat tanaman di sebelah situ dulu," ucap Bunda.
Anara hanya membalas Bunda dengan mengangguk sambil tersenyum. Setelah Bunda pergi untuk melihat tanaman, Anara pun mendorong roda kursi nya, berkeliling sekitaran depan kost, melihat lihat tanaman yang lainnya juga.
Anara pun sampai di sebuah gazebo yang membuat nya mengingat sesuatu. Ia sangat merindukan kenangan di gazebo itu. Dulu, Anara dan ketiga sahabat nya Dimas,Raka dan Leon sering kali berkumpul di gazebo itu.
Mereka suka menghabiskan waktu sore hari disitu. Biasanya mereka akan mengisi dengan bermain permainan, bercanda gurau, bermain musik dan bernyanyi bersama atau hanya sekedar makan bersama. Banyak sekali moment nya, sebelum akhirnya semua kebiasaan itu hilang sejak tragedi kecelakaan yang menimpa Anara.
Ketika sedang asyik nya mengenang masa lalu tiba tiba saja ada seseorang yang menepuk pelan pundak Anara, dan Anara pun sedikit terkejut, dan kemudian menoleh ke belakang.
"Leon,"tegur Anara.
Seseorang itu adalah Leon. Salah satu dari 3 sahabat nya Anara. Leon pun membuat diri nya berada di depan Anara, dan duduk di gazebo itu.
"Tumben Lo kesini?" tanya Leon.
"Hm selama ini gue terlalu menyendiri ya, sampai semua orang pagi ini nanyain hal yang sama," balas Anara.
Leon hanya tersenyum kecil mendengar balasan dari Anara.
"Gue cuman lagi bosan aja di rumah," jawab Anara.
__ADS_1
"Eum.. Gimana kabar Lo akhir akhir ini, udah lebih membaik?" tanya Leon.
"Udah lumayan. Gue juga lagi coba buat bangkit lagi, gue juga ngerasa kalau gue udah terlalu lama berdiri di tempat yang sama dari 3 tahun yang lalu," balas Anara.
Leon hanya mengangguk, dan terdiam. Tidak lama kemudian Leon berdiri, dan ingin beranjak pergi. Tetapi, sebelum Leon pergi, ia mengucapkan sesuatu yang berhasil membuat Anara terharu dan mata nya berkaca kaca.
"Ana, Gue,Raka, dan Dimas, kita selalu di tempat yang sama buat nungguin Lo. Kita selalu jadi sahabat Lo sampai kapan pun, kalau Lo udah siap buat bagi kesenangan dan kesedihan Lo bareng kita lagi, kita bakalan nyambut Lo dengan senang hati," ucap Leon, dan langsung pergi begitu saja.
Anara terdiam, matanya sudah sangat berkaca kaca, mungkin sebentar lagi air matanya akan menetes membasahi wajah nya. Anara sangat terharu sekaligus merasa bersalah pada sahabat sahabatnya itu. Ia terharu karna ucapan Leon, dan ia juga merasa bersalah karna sudah menjauhi sahabat nya, padahal mereka tidak melakukan kesalahan apapun.
'sorry,' batin Anara. Detik itu juga air mata nya menetes dan mulai membasahi wajah nya. Anara tidak sanggup lagi membendung air matanya itu.
...****************...
"Heh," tegur seseorang, sambil sedikit menggebrak meja, yang membuat orang lain yang tengah berada di meja itu tersentak kaget.
"Bayu! Bisa gak si Lo gak usah buat gue kaget mulu, sehari aja!" balas orang itu, yang tak lain adalah Aksa, yang barusan saja di kaget kan oleh Bayu.
"Hehe sorry... Abis Lo kenapa sih, gue liat dari masuk kantor sampai sekarang senyum mulu, habis dapat give away Lo seneng amat kek nya," ejek Bayu.
"Ini mah lebih dari giveaway," balas Aksa.
"Soal Anara nih pasti. Oh iya, Lo kan bilang tadi di chat, bakalan cerita ayo cerita, gue udah kepo mampus nih," ucap Bayu dengan sangat bersemangat.
"Rencana Lo kemarin kepakai dikit, Lo nyaranin gue buat minta bantuan bunda kan, eh tanpa minta, ternyata Anara kemarin ada di taman belakang pas gue sampai kost an, kebetulan sebelum masuk kost, gue liat bunda lagi di depan rumah nya, gue tanya aja kesukaan Anara apa, eh bunda langsung jawab, ya gue langsung lakuin apa yang Lo suruh," jelas Aksa.
"Eh tunggu.. bunda gak nanya kenapa Lo mau beliin sesuatu untuk Anara?" tanya Bayu.
"Enggak sih.. Eh aneh juga ya. Ah ya udah lah yang penting berhasil. Dan Lo mau tau apa yang buat gue lebih happy,"-sambil tersenyum dengan lebar-"Anara tiba tiba tadi pagi ada di depan kost an, dia beda banget sama Anara yang kemarin, dia bilang 'bye,hati hati.' ke gue bay."
"Fix sih ini mah Lo jatuh cinta. Keliatan banget lagi bucin nya," ujar Bayu.
"Gue belum yakin bay, gue baru kenal dia, masa iya gue udah jatuh cinta," ucap Aksa.
"Aksa cinta gak butuh lama atau baru. Bisa aja Lo cinta pada pandangan pertama," jelas Bayu.
Aksa hanya terdiam. Kalau pun ia Aksa jatuh cinta sama Anara, apa ia Anara akan punya perasaan yang sama pada Aksa.
Bagaimana menurut kalian, apa Aksa jatuh cinta pandangan pertama pada Anara?
_____________________________________________________
Halo! Terimakasih sudah membaca cerita ini :)
Mohon support nya ya dengan like, comment and rate! Jika berkenan mari follow juga akun aku♡
Cerita ini akan update setiap hari jam 20.00 WIB ya! Jangan sampai terlewatkan dan nantikan terus chapter selanjutnya. Bye bye salam AuGhi (。♡‿♡。)
__ADS_1