
'Aku tau aku harus bangkit. Tapi, kenapa setiap aku ingin mencoba bangkit, selalu saja mimpi itu datang lagi. Tuhan kapan aku bisa seperti dulu lagi!'
Saat ini seorang Gadis sedang terduduk di sebuah ranjang rumah sakit. Ia menatapi jendela yang mulai disinari matahari pagi. Ia hanya melamun, banyak hal dalam kepala nya, salah satu nya ia tau bahwa bunda nya berbohong tentang kondisi nya saat ini.
Anara tau, kondisi nya semakin memburuk. Karna, mimpi yang terus terusan menghantui nya, mimpi tentang tragedi yang membuatnya saat ini sakit. Anara tau ia harus bangkit, Anara juga sudah mencoba berulang kali untuk bangkit, tapi selalu gagal. Ia benar benar sudah tidak tau lagi bagaimana hidup nya bisa seindah dulu lagi.
Ceklek... Ditengah lamunan nya tiba tiba pintu kamar nya terbuka. Memperlihat kan wanita paruh baya baru saja masuk, siapa lagi kalau bukan bunda nya. Tapi, ada yang aneh, ada seseorang yang mengikutinya dari belakang. Seorang laki laki, yang Anara tidak kenal.
"Anara, Sedang apa sayang?"
"E-eh Bunda, lagi duduk aja, liat matahari pagi."
"Owh.. Nih bubur Mang Asep nya.. kayak biasa kan, gak pakai teri & kacang."
"Hehe.. Iya Bun,"-sambil mengambil bubur dari tangan bunda nya-"Bun..," Anara memberikan isyarat pada bundanya, bertanya siapa yang ikut bersama bunda nya itu.
"O-oh iya sampai lupa Bunda. Kenalin ini Aksa, anak baru yang nge kost di kost an bunda. Tinggal di kamar yang dulu jadi kamar nya kak Bara."
"Hai. Kenalin aku Aksa. Tadi aku kebetulan ketemu bunda di lorong, terus bunda ngajak aku kesini. Sorry ya kalau ngerasa gak nyaman," ucap Aksa.
Yap, laki laki yang bersama bunda adalah Aksa. Bagaimana bisa Aksa bertemu bunda, Jadi begini ceritanya.
FLASHBACK ON
"Kiri dikit.. e-eh kanan dikit lagi, y-ya bawah dikit.."
"Buset yang bener dong, dari tadi kagak beres beres ni posisi."
"Ya elah, sabar sa, Lo mau bener gak tu banner."
"Heh ini sebenarnya kerjaan Lo ya ! Bukan kerjaan gue ! Nyesel gue nolongin Lo !"
"Ya elah jangan pundung dong sa, oke oke kali ini langsung bener pasti."
"Ya udah buruan."
"Oke. Nah ayo bawah dikit lagi, terus agak ke kiri dikit aja."
Sambil di tekuk muka nya Aksa pun mengikuti arahan temannya itu, siapa lagi kalau bukan Bayu. Orang yang menelponnya tadi pagi, meminta bantuan pada nya, bantuan nya ya ini, Bayu disuruh pak Bagas untuk pasang banner, cuman berhubung Bayu sadar diri bahwa dirinya pendek, makanya ia menelfon Aksa untuk meminta bantuan.
"Sini palu nya."
"Bentar. Nih, Awas hati hati, ntar kepleset jatoh Lo, gue lagi yang ribet."
__ADS_1
"Bener bener Lo ya, udah di tolongin, gak tau diri pula."
"Hehe.. Maap maap."
Ketika sedang fokus memalu banner nya, tiba tiba saja Aksa merasa tangannya keram. Dan berakhir palu nya jatuh dan mengenai kepala Bayu, dan Bayu langsung pingsan ditempat, jadi lah Aksa panik dan khawatir, dan ia pun membawa Bayu ke Rumah Sakit. Saat sedang ingin mengambil obat di Apotek Rumah Sakit disitu lah Aksa melihat bunda Arum. Dan terjadi percakapan di antara kedua nya.
"Bunda Arum," tegur Aksa
"Eh nak Aksa. Sedang apa di Rumah Sakit? nak Aksa sakit?"
"Enggak Bun. Temen kantor saya yang sakit. Ini abis ambil obat nya di Apotek."
"Oh begitu. Kirain nak Aksa yang sakit."
"Eum.. kalau boleh tau, Bunda di RS sedang apa? Ada yang sakit juga?"
"Iya..Putri Bunda."
"Oh.. Maaf Bun, apa anak bunda itu, gadis yang mengunakan kursi roda, yang sering ke taman belakang?"
"Iya betul. Nak Aksa tau?"
"Kebetulan beberapa kali liat dari balkon Bun. Maaf ya Bun kalau saya kurang sopan, karna memperhatikan putri Bunda. Seminggu yang lalu terakhir kali saya lihat dia menggunakan infusan."
"Oh begitu.. Semoga Putri Bunda segera membaik ya. Saya permisi balik ke kamar teman saya dulu Bun."
"Iya nak Aksa, Terimakasih atas doa nya."
Belum sempat Aksa berjalan jauh, tiba tiba saja...Brukk... Aksa pun langsung menoleh ke sumber suara dan melihat Bunda Arum terjatuh.
"E-eh Bun, Bunda kenapa? Bunda sakit juga?"
"G-gak papa nak Aksa, hanya sakit kepala sedikit."
"Ya udah, ayo saya antar Bunda ke kamar."
"E-eh saya harus beli bubur dulu untuk Anara."
"Oh gitu.. Ya udah Bunda duduk dulu disini, tunggu saya, biar saya yang belikan bubur Anara, sekalian saya antar obat teman saya dulu, nanti saya baru antar Bunda ke kamar Anara ya."
"Eh gak merepotkan nak Aksa?"
"Tidak Bun, daripada nanti ada apa apa juga sama Bunda, kesian nanti Anara juga pasti ikutan khawatir."
__ADS_1
"Betul juga kata kamu. Ya sudah, beli buburnya di Mang Asep yang gerobak hijau ya, jangan pakai teri dan kacang, Soalnya Anara gak suka."
"Oke siap Bun. Aksa pergi dulu ya, Bunda tunggu disini aja jangan kemana mana."
Bunda pun hanya membalas dengan anggukan dan senyuman. Aksa pun segera pergi sesuai rencana. Selang 15 menit an Aksa pun kembali. Dan hendak mengantar Bunda ke kamar Anara. Aksa agak deg deg an sebenarnya, karna ini akan jadi pertama kalinya, ia melihat gadis itu dengan jarak yang dekat.
"Nanti jangan beritahu Anara saya hampir pingsan ya. Saya gak mau dia khawatir," pesan Bunda, sambil mereka berjalan ke arah kamar, Aksa pun hanya menjawab dengan anggukan.
FLASHBACK OFF
Saat ini Aksa dan Anara hanya berdua di kamar. Karna, Bunda tiba tiba saja bunda dapat telfon dari seseorang. Suasana nya sangat canggung. Hanya ada suara sendok dan mangkok yang saling bertemu, karna Anara saat ini sedang memakan buburnya.
"Anara," panggil Aksa, yang tiba tiba memecahkan keheningan yang ada.
"Eum."
"Aku boleh tanya sesuatu?"
"Apa."
"Kamu suka melukis ya."
"Tau darimana? Bunda?"
"E-eh bukan, Pertama kali aku liat kamu, kamu lagi melukis di taman belakang."
"Oh.. Suka."
Setelah itu hening kembali. Aksa bingung ia harus mengobrol apalagi dengan Anara. Tapi, untungnya tidak lama kemudian Bunda masuk. Setelah Bunda masuk, Aksa langsung berpamitan sama Bunda, karna ia juga sudah lumayan lama meninggalkan temannya itu sendirian.
Ketika sedang menuju ke arah pintu kamar, Aksa berbalik memberikan senyuman lagi kepada Bunda, dan tanpa sengaja terjadi Eye Contact di antar Aksa dan Anara, dan itu pertama kali nya Aksa merasa jantungnya seperti di pompa dengan cepat, sangat cepat.
'Matanya Indah sekali,' batin Aksa.
Aksa pun keluar dengan perasaan yang tak karuan. Bisa dibilang ia sangat salting saat ini. Aneh memang padahal cuman Eye Contact.
'Ya tuhan, perasaan apa ini. Rasanya mau meledak,' batin Aksa kembali.
___________________________________________________________
Halo! Terimakasih sudah membaca cerita ini :)
Mohon support nya ya dengan like, comment and rate! Jika berkenan mari follow juga akun aku♡
__ADS_1
Cerita ini akan update setiap hari jam 20.00 WIB ya! Jangan sampai terlewatkan dan nantikan terus chapter selanjutnya. Bye bye salam AuGhi (。♡‿♡。)