Si Penyembuh Luka!

Si Penyembuh Luka!
Chapter kedua : tau nama mu!


__ADS_3

"Gila sa, cakep amat kost kost an Lo. Udah hampir kek Apartemen."


Aksa hanya tersenyum melihat kelakuan temannya itu. Siapa lagi kalau bukan Bayu. Ia sangat kagum sama kost an yang Aksa tempati saat ini. Aksa pun tak memungkiri, untuk harga segitu, Aksa sudah mendapatkan kost an yang sangat layak dan bagus.


Hari ini Aksa dan Bayu libur kerja. Jadi, Bayu memutuskan untuk melihat kost an baru milik temannya itu.


mereka pun hanya mengisi waktu dengan mengobrol, bermain game, pergi makan keluar, setelah itu tidak terasa sore hari pun tiba. Aksa mengajak Bayu untuk bersantai di balkon sambil menyeruput kopi yang tadi mereka beli sekalian pas pergi makan keluar.


Mereka mengobrol dengan asyik. Sampai Bayu tiba tiba bertanya sesuatu, yang membuat Aksa pun baru teringat akan sesuatu kembali.


"Sa, Lo kemarin mikirin apa sih sampai melamun gitu? Masih mikirin nyokap?"


"Bukan, gue kemarin bukan mikirin nyokap."


"Terus?"


Bukannya Aksa menjawab ia malah celingak celinguk seperti sedang mencari seseorang.


"Heh liat in apaan sih. Bukannya jawab pertanyaan gue malah celingak celinguk Lo."


"Ya itu gue lagi nyari orang yang gue pikirin kemarin."


"Hah mana? Mana mana gue kepo nih! Cewe kah?"


"Iya cewe. Gue juga penasaran dia siapa,"-sambil duduk kembali dengan posisi semula, karna sepertinya sosok yang ia cari tidak ada-"kemarin gue gak sengaja liat dia pas mau berangkat kerja pagi pagi."


"Anak yang ngekost sini juga kali?"


"Ya gak mungkin lah. Kost an ini khusus cowo. Kemungkinan dia anak nya Bu Arum. Anak yang punya kost an ini."


Bayu hanya mengangguk kan kepalanya sambil membentuk mulut seperti berkata O tapi tak bersuara.


"Seharian ini gue gak liat dia sih. Apa gak dirumah ya?"


"Ya mana gue tau. Gue bukan anak ibu kost."


"Gue juga tau bego Lo bukan anak ibu kost." balas Aksa sambil bombastis side eyes kepada Bayu.


Bayu hanya terkekeh.


"Udah ah. Gue mau mandi duluan ya. Awas Lo jangan bikin berantakan kost an gue. Udah rapi nih, udah seharian Lo bikin kost an gue kayak kapal pecah."


"Iya iya, ah elah pelit amat. Baru sehari doang, tenang besok besok gue datang lagi..Hahaha."


"Gila Lo, gak akan gue terima."


"Ish jahat sekali sahabat ku ini."


Aksa tak menghiraukan lagi temannya itu. Ia pun berjalan ke dalam kamar untuk mengambil handuk, dan kemudian ke kamar mandi untuk mandi. Tetapi, saat ia baru hendak memasukkan kaki nya ke dalam kamar mandi, tiba tiba saja Bayu berteriak & berlari ke tempat Aksa.


"Aksa..."-bayu berhenti tepat di depan Aksa-"cewe itu ada di taman belakang."


"Hah..serius Lo!"

__ADS_1


Aksa pun meletakkan handuknya di sembarang tempat dan segera menuju balkon, untuk melihat perempuan yang kemarin pagi dia lihat.


sesampainya di balkon benar saja Aksa melihat perempuan itu. Tapi kali ini berbeda Aksa melihat nya menggunakan sebuah infusan di tangan nya.


'apa dia sedang sakit?' batin Aksa.


"Itu bener cewe yang Lo liat kemarin pagi? Dia pakai kursi roda dan infusan? Dia sakit?"


"Gue juga gak tau. Tapi, kemarin pagi pun gue liat dia memang udah gunain kursi roda, tapi gak sama infusan."


"Hm misterius banget. Apa mungkin tu cewe penyakitan kali ya."


"Huss.. Jangan ngomong sembarangan gak enak kalau sampai kedengaran sama dia. Udah ah, ayo kita masuk. Nanti dia ngerasa gak nyaman kalau sampai tau kita liatin begini."


Aksa pun berjalan masuk kearah kamar nya lagi dan melanjutkan rencananya untuk mandi. Sedangkan Bayu, ia mengikuti Aksa masuk ke dalam kamar, dan memilih untuk menonton televisi sambil menunggu Aksa selesai mandi.


...ΩΩΩΩΩ...


"Anara."


"Eh bunda. Maaf ya Bun, Anara bosen banget di dalam kamar. Anara ingin menghirup udara luar."


"Gak papa sayang. Tapi, lain kali bilang Bunda dulu ya, biar Bunda gak khawatir."


"Maaf Anara udah buat Bunda khawatir. Anara cuman gak mau ngerepotin Bunda terus."


"Anara gak pernah ngerepotin Bunda sayang. Anara itu anak Bunda satu satu nya, Bunda gak mau Anara kenapa napa lagi."


"Hari sudah mau gelap. Kita masuk ya sayang. Gak baik di luar rumah jam segini."


"Iya Bunda."


...ΩΩΩΩΩ...


Bruk...


Sebuah bantal melesat tepat sasaran ke kepala seseorang.


"Apaan si lo, orang lagi asik juga. Malah di timpuk pakai bantal."


"Hukuman buat lo. Lo liat tuh sampah makanan lo, gue udah bilang ya jangan bikin berantakan lagi kamar gue, Bayu"


"Ya maap gue keasyikan nih nonton Boboiboy, jadi nyecer deh sampah nya kemana mana..hehe."


"Bersihin gak. Abis itu pulang sana. Bosen gue liat lo seharian di kost an gue."


"Dih bilang aja seru kan, lo kan jadi punya teman gak bosen."


"Dih enggak sama sekali. Udah cepetan, gue mau istirahat, cape gue."


Bayu pun membereskan sampah sampah miliknya dengan raut muka yang di tekuk. Tapi, itu membuat Aksa melihatnya semakin kesal dan lucu juga sebenarnya. Ia pun tak bisa membohongi dirinya sendiri, kalau Bayu lah yang menemani hari hari nya setiap hari, agar tidak terasa membosankan.


Aksa sudah tidak memiliki siapa siapa. Ayah nya meninggal saat ia masih berumur 5 tahun, sedangkan ibunya baru saja meninggal 3 Minggu sebelum kepindahannya ke kost an ini. Aksa juga tidak memiliki saudara, ia anak tunggal.

__ADS_1


Setelah Bayu pulang. Aksa memutuskan untuk beristirahat saja. Ia juga sudah kelelahan meladeni temannya itu seharian. Besok pun ia harus kembali berkerja seperti biasa. Ia tidak ingin bangun terlambat lagi.


'kenapa gue penasaran banget sama perempuan itu ya.' batin Aksa. Setelah itu ia tertidur dengan pulas.


...****************...


Auuuuuuu...


Sudah tau kan itu suara apa. Yap, suara alarm milik Aksa. Tapi, kali ini situasinya berbeda, sang pemilik alarm sudah bangun dan bahkan sudah siap sebelum alarm nya berbunyi.


Aksa kini tengah menikmati sarapannya di balkon, yang ia pesan menggunakan jasa pesan online tadi pagi. Saat sedang asyik menikmati sarapannya, Aksa kembali melihat perempuan kemarin. Tapi, kali ini ia bisa langsung tau siapa gadis itu.


'Benar, ternyata dia anak Bunda Arum' batin Aksa.


Samar samar Aksa bisa mendengar percakapan Bunda Arum dan anaknya itu.


"Bunda, kapan ya Anara bisa kayak dulu lagi. Anara rindu bisa sebahagia dulu lagi."


"Memang nya Anara tidak bahagia sekarang bisa sering bersama Bunda."


"Bukan gitu. Anara rindu bisa pergi jalan jalan keluar rumah sama Bunda, kita shopping ke mall, kita pergi ke pantai dan yang lainnya, pokoknya Anara rindu, Bunda."


"Iya bunda paham kok sayang. Sabar ya, Anara harus berusaha lebih keras lagi biar Anara bisa sembuh total. Bunda yakin Anara anak Bunda yang hebat, Anara bisa lalu in ini semua."


"Iya bunda. Tapi..."


Belum sempat Aksa mendengarkan apa yang di obrolkan Bu Arum dan anak nya. Aksa di kagetkan dengan suara dering ponsel yang berasal dari kamar nya. Ia pun segara masuk kedalam kamar, dan menyudahi sarapannya.


📞 panggilan masuk.. Bayu.


"Ada apaan, pagi pagi udah telfon gue?"


^^^"Lo udah dimana? Buruan ke kantor, gue butuh bantuan nih."^^^


"15 menit lagi gue sampai."


^^^"oke. Gue tunggu."^^^


Aksa pun mengambil tas nya dan bergegas berangkat ke kantor nya. Karna, biasa nya kalau si Bayu ini sudah telfon pagi pagi dan perlu bantuan, masalahnya memang agak serius.


Di perjalanan Aksa pun memikirkan kembali Bu Arum dan anak nya itu.


'Anara. Itu ternyata nama perempuan itu. Cantik seperti wajah nya yang juga manis.' batin Aksa.


Selama perjalan ke kantor Aksa tak hentinya tersenyum salting. sepertinya, sangat bahagia mengetahui nama perempuan yang membuat ia penasaran dua hari ini.


________________________________________________________


Halo! Terimakasih sudah membaca cerita ini :)


Mohon support nya ya dengan like, comment and rate! Jika berkenan mari follow juga akun aku♡


Cerita ini akan update setiap hari jam 20.00 WIB ya! Jangan sampai terlewatkan dan nantikan terus chapter selanjutnya. Bye bye salam AuGhi (⁠。⁠♡⁠‿⁠♡⁠。⁠)

__ADS_1


__ADS_2