Si Penyembuh Luka!

Si Penyembuh Luka!
chapter tiga : Mengetahui sedikit tentang mu!


__ADS_3

'Hm gak ada lagi hari ini. Kemana ya dia, udah satu Minggu gak keliatan di taman belakang.' batin Aksa.


Ya, saat ini aksa sedang berada di balkon menunggu kehadiran perempuan yang menganggu pikirannya akhir akhir ini. Ntah apa yang membuat Aksa terus terus an memikirkan perempuan itu, hanya satu yang bisa Aksa pikirkan alasannya, mungkin saja karna kecantikan perempuan itu.


Tapi, sudah satu Minggu sejak terakhir kali Aksa melihat perempuan itu dan mengetahui namanya adalah Anara. Sejak saat itu, Aksa tidak melihat nya lagi datang ke taman belakang. Padahal, setiap hari Aksa menunggunya.


Karna, sangat bosan Aksa pun pergi ke rooftop atas kostan nya, biasanya banyak anak kost an lain yang nongkrong disana. Aksa sudah akrab sama beberapa orang di kost an ini.


"Weh Sa, tumben lo ke rooftop, lagi bosen ya dikamar doang!" sapa seseorang yang tengah duduk diantar beberapa orang lainnya.


"Eh Dimas, iya nih. Makanya kesini, kebetulan gue tau, kalau jam segini kalian pada nongkrong."


Mereka pun hanya membalas dengan senyuman. Selanjut nya mereka isi dengan bermain gitar, ngobrol ngobrol, nikmatin sore hari dengan bersantai santai dan senang.


"Bro, gue mau nanya sesuatu nih," ucap Aksa tiba tiba.


"Apaan? Tanya aja," jawab Dimas.


"Kalian tau perempuan yang biasa ada di taman belakang rumah Bunda Arum gak?"


"Oh itu, Anara namanya. Kenapa emang? Lo suka?" jawab Raka dengan santai.


"Bukan gitu. Gue udah gak liat dia seminggu di taman belakang. Kalian tau dia kemana?"


"Buset Lo ngepoin Anara sampai segitu nya? Keliatan banget Lo suka nya!" jawab Raka lagi.


"Eh nanya doang gue. Gue gak kepo, cuman emang kebetulan kalau gak pagi ya sore gue selalu liat dia, makanya seminggu ini gak ngeliat gue jadi agak penasaran dikit."


"Iyaa deh percaya.." jawab Dimas.


"Jadi Lo pada tau gak?"


"Kayaknya masuk RS lagi gak sih? Soalnya seminggu yang lalu gue liat, Anara sama Bunda Arum di dalam mobil. Keliatannya sih Anara pakai infusan," jawab Raka.


"Mungkin sih. Soalnya emang biasa kalau si Anara gak keliatan, ya pasti ada di Rumah Sakit," lanjut Dimas.


"Anara udah sering masuk RS?"


"Ya lumayan sih. Cuman setau gue udah 3 bulan ini kondisi dia udah mulai membaik, soalnya gue sering liat dia di taman belakang mulai ngelakuin hobby nya lagi. Tapi, gak tau juga deh kenapa dia drop lagi." jawab Raka.


"Kalian udah kenal Anara lama ya? Kayak nya tau banget tentang Anara."


"Gue, Raka, sama Leon dulu sahabat an sama Anara. Kita dulu satu SMA bareng, nah kebetulan juga kita nge kost di kostan bundanya, makanya jadi akrab. Tapi, semenjak.." jawab dimas. Tetapi di hentikan langsung oleh Leon.

__ADS_1


"E-eh udah jangan dilanjutin. Inget kan kata bunda!" ucap Leon.


Dimas pun terdiam ia ingat yang dipesan kan oleh bunda. ' jangan beri tahu siapa pun tentang apa yang terjadi pada Anara. karna, bunda gak mau dia terus terus ingat tentang kejadian itu. Kecuali, memang dia sendiri yang ingin menceritakannya.' Ya pesan itu lah yang di sampai kan bunda pada ketiga sahabat Anara itu.


"Intinya kita bertiga sekarang gak begitu dekat lagi sama Anara. Kita hanya tau sedikit kondisi dia lewat bunda atau ya kebetulan aja pas kita tau," ucap Dimas.


"Hm.. Jadi gitu, thanks ya infonya."


"kenapa Lo pingin tau?" tanya Leon.


"Ntah lah.. Gue juga bingung, padahal biasanya gue bodo amat kalau soal cewe. Tapi, pas pertama kali gue liat Anara, gue ngerasa penasaran sama dia. Pas tau nama dia aja gue bahagia banget, kek ada rasa yang beda."


"Hati-hati, tanda tanda jatuh cinta itu mah," jawab Dimas.


"bro saran gue, Lo berhenti deh penasaran sama Anara. Sulit buat deketin dia sekarang. Dia punya luka yang cukup dalam, sampai gak bisa terima orang baru dalam hidup nya. Bahkan orang lama pun selain bunda nya dia gak mau ketemu," lanjut Leon.


Aksa hanya terdiam 'sesakit itu kah luka yang dia punya, sampai dia gak mau berhubungan sama siapapun selain sama bunda nya,' batin Aksa.


Tak lama kemudian Aksa pun berpamitan sama teman temannya untuk balik ke kamar, karna hari juga sudah mau gelap.


Selama di kamar, Aksa hanya memikirkan apa yang di ucapkan teman temannya di rooftop dan percakapan yang ia dengar antara Anara dan Bunda Arum.


'semakin gue pikirkan tentang semuanya. Ntah kenapa semakin gue ingin tau lebih banyak tentang Lo Anara,' batin Aksa.


Ceklek...


"Eh Anara sudah bangun."


"Bunda. Habis darimana?"


"Oh, itu Bunda habis sarapan di kantin tadi."


"Owh.. Bunda Anara udah bosen nih satu minggu di Rumah Sakit, Anara kapan bisa keluar, Bun?"


"Eum.. Sabar ya, nanti kalau Dokter udah bilang kondisi Anara baik baik aja, kita pulang ya sayang."


"Bunda gak sembunyi in apa apa kan dari Anara?"


"Engga kok, Bunda gak sembunyi in apapun dari Anara. Pokoknya Anara tenang aja, Anara makan yang cukup, istirahat yang cukup, jangan mikir yang aneh aneh, okey. supaya Anara bisa cepat keluar dari RS juga, ya sayang."


"Okey, bunda. Oh iya Anara laper deh kayak nya Bun. Tapi, Anara pengen bubur nya mang Asep depan RS."


"Okey Bunda belikan ya. Anara tunggu okey. Mau sambil nonton tv nunggunya?"

__ADS_1


Anara hanya mengangguk sambil tersenyum. Bunda pun menghidupkan televisi. Setelah itu, Bunda pun keluar untuk membelikan apa yang diinginkan anak kesayangannya itu.


Bunda tidak langsung berjalan ke tempat tukang bubur. Bunda duduk salah satu kursi yang ada di lorong rumah sakit. Bunda teringat apa yang di ucap kan oleh Dokter tadi. Yap, bunda bukan ke kantin melainkan habis dari ruangan Dokter.


Flashback On


'Bu, apakah mimpi Anara akhir akhir ini semakin intens?'


'Iya Dok, betul.'


'Sepetinya Trauma Anara semakin parah. Anara harus sering terapi, dan sebenarnya Anara juga harus mulai mengenal orang lain selain keluarga nya. Agar pikirannya tidak terus terus an mengenang kejadian itu.'


'Tapi, Anara tidak ingin bergaul dengan siapa pun dok. Dia selalu bilang jika dirinya dekat dengan orang lain, dia takut orang itu pergi lagi karna dia. Dia selalu menyalahkan dirinya atas kejadian itu.'


'Iya saya paham. Memang Trauma yang di derita Anara ini sangat serius. Apalagi setelah kejadian itu, ia mengalami kelumpuhan. Sebenarnya kelumpuhan ini bisa sembuh, tapi tidak ada nya semangat dalam diri Anara, itu yang membuat dirinya sampai saat ini belum bisa berjalan kembali.'


'Anara memang terlihat tersenyum terus setiap hari. Tapi, saya tau setiap malam ia selalu menangis sampai subuh. Makanya kondisi nya seminggu yang lalu langsung drop.'


'Begini saja. Coba mulai sekarang ibu sering bujuk Anara untuk jalan jalan keluar rumah, keliling komplek misalnya atau ketaman selain taman belakang rumah. Siapa tau dia bisa bertemu seseorang yang bisa membuat nya lebih berwarna kembali.'


'Baik Dok saya akan coba bujuk dia nanti.'


'Ibu harus kuat demi Anara. Didalam hidup Anara saat ini cuman Ibu yang bikin dia bertahan sampai hari ini. Anara sangat menyayangi Ibu.'


'Iya Dok. Terimakasih sudah banyak memberikan saya saran dan semangat untuk menjaga Anara.'


'Sama sama. Itu sudah tugas saya menjadi seorang Dokter.'


Flashback Off


Hiks..Hiks..


Bunda sudah tak bisa menahan air matanya. Ia benar benar sedih melihat nasib anak satu satu nya itu. Anara memang selalu bilang ingin kembali seperti dulu, tapi disisi lain Bunda tau dia selalu pesimis sama diri nya sendiri. Makanya, dokter bilang, tidak ada semangat dalam diri Anara.


'Ya tuhan. Aku mohon berikan keajaiban mu. Kesian Anara, Ia juga harus hidup bahagia layaknya gadis lain,' batin bunda.


________________________________________________________


Halo! Terimakasih sudah membaca cerita ini :)


Mohon support nya ya dengan like, comment and rate! Jika berkenan mari follow juga akun aku♡


Cerita ini akan update setiap hari jam 20.00 WIB ya! Jangan sampai terlewatkan dan nantikan terus chapter selanjutnya. Bye bye salam AuGhi (⁠。⁠♡⁠‿⁠♡⁠。⁠)

__ADS_1


__ADS_2