Si Penyembuh Luka!

Si Penyembuh Luka!
Chapter enam : Maaf & sebuah hadiah


__ADS_3

Semenjak kejadian tempo hari, lagi lagi Anara tidak ke taman belakang. Aksa sangat gelisah, dia tau ini sudah jelas kesalahannya yang membuat Anara tidak nyaman.


'Hm sudah 3 hari,' batin Aksa.


Saat ini dia sangat bingung dan menyesal sudah bikin Anara tidak nyaman padanya. Padahal, sudah bisa mulai lebih dekat, tapi malah ia langsung memberikan pertanyaan yang membuat Anara mungkin saat ini sedang marah dan kesal pada Aksa.


'Duh bagaimana cara nya ya. Agar bisa bertemu Anara lagi. Ah Aksa Lo sih bodoh banget,' gerutu Aksa sendiri.


Plak... sebuah pukulan kecil, berhasil mendarat di pundak Aksa.


"Akh... Sakit bego!"


"Hehe.. Sorry sorry. Habis Lo ngapain sih, tadi gue liat melamun, sekarang ngoceh sendiri, ganteng ganteng stress Lo ya."


"Tapi, kagak usah pakai mukul juga Bayu..."


"Iya Aksa.. Kan tadi gue udah minta maap."


"Huh.. Gini amat punya teman, mana satu satu nya."


"Makanya gak boleh disia sia in. Yuk bisa yuk cerita ada apa?"


"Kepo banget sih Lo.. Gak ada apa apa, cuman sibuk sama kerjaan."


"Halah dari tadi gue liat tu komputer kagak ada Lo sentuh. yakin gue pasti perihal Anara nih."


"Heh.. Tebakan Lo... Kok bener?"


"Emang percuma muka doang yang ganteng, keliatan pinter tapi otak kosong. Ya siapa lagi yang Lo pikirin, Lo kan yatim piatu, sahabat Lo cuman gue, cewe yang lagi Lo incer cuman Anara, ya pasti Anara lah beban pikiran Lo saat ini."


"Gila bay, mulut Lo tajem bener."


"Tapi, gue bener kan?"


"Bener sih. Oke jadi gini cerita nya..."


Aksa pun menceritakan dari A-Z yang di alami tempo hari sama Anara. Sebenarnya Bayu datang di saat yang tepat, Aksa memang butuh teman cerita, dan yang bisa Kasik dia saran soal ini, cuman memang Aksa ini rada gengsi aja buat ngakuin nya.


Setelah menyelesaikan cerita nya pun, Bayu memberikan respon dan sarannya kepada Aksa.


"Oh jadi gitu,"-Bayu terdiam sebentar seperti berfikir-"gini aja Lo Kasik aja hadiah, sebagai permintaan maaf."


"Kan gue bilang tadi, dia gak pernah ke taman belakang lagi, gimana cerita nya gue bisa Kasik dia hadiah."


"Hm.."-Bayu kembali terdiam memikir kan cara membantu temannya itu-"Nah gini aja."


Bayu memberikan saran yang dia pikirkan. Aksa pun mendengarkan dengan seksama. Aksa juga merasa heran, tumben sekali otak sahabat nya itu encer, padahal biasa nya kalau soal kerjaan, sering mampet.


"Wah keren juga ide Lo.. Hm tumben otak Lo encer."


"Ya soal begini mah kecil, Lo kan tau mantan gue ada berapa banyak," jawab Bayu, sambil menyilangkan tangannya di dada.

__ADS_1


"Heh.. Lo kan gak punya mantan kunyuk," balas Aksa, sambil bombastis eyes kepada Bayu.


"Hehe... Mantan gebetan maksudnya."


"Hm.. Dah lah gue bakalan ikutin rencana Lo. Semoga berhasil, kalau berhasil gue traktir Lo makan enak."


"Eits... Janji ya? Awas Lo boong."


"Iyaa janji."


"Yuhu...."


Bayu pun langsung melenggang pergi, dengan gembira. Memang kalau soal makanan pun Bayu nomor satu, apalagi makan enak. Aksa hanya terkekeh melihat temannya itu, saat ini Bayu lah, warna terang di hidup Aksa yang gelap, kalau Bayu tak ada di hidup nya, mungkin Aksa akan menjadi laki laki pendiam, yang tak akan mengenal siapa pun, atau bahkan tak mempunyai senyuman kecil di setiap hari nya.


'Terimakasih tuhan, sudah memberikan aku seorang sahabat yang begitu berwarna, di tengah tengah kehidupan ku yang begitu gelap,' batin Aksa.


...****************...


"Anara."


"Iya Bun."


"Anara sudah tiga hari bunda lihat tidak ke taman belakang. Kenapa?"


"Gak papa Bun. Anara lagi pengen dirumah aja."


"Hm udah 3 hari loh.. Anara harus keluar rumah, Anara harus hirup udara luar yang segar, apalagi di taman belakang. Inget gak kata dokter apa, Anara harus lebih sering keluar, supaya Anara lebih rileks dan gak mudah stress atau kepikiran lagi soal itu."


"Kenapa sayang? Karna Aksa kemarin?"


"Loh kok Bunda tau?"


"Bunda liat semua nya kemarin,"-sambil Bunda duduk di sofa sebelah kursi roda nya Anara-"Menurut Bunda Aksa hanya ingin kamu membuka diri lagi sayang. Niat Aksa baik kok. Mungkin ia melihat kamu terlalu sering sendirian, padahal dia tau kamu punya 3 sahabat yang dekat sama kamu."


"Iyaa sih Bun.. Beberapa hari ini juga Anara berfikir gitu."


"Sayang, Bunda juga ingin kamu lebih kuat untuk bangkit lagi. Bunda ingin anak Bunda yang cantik ini seceria dulu lagi, Bunda rindu Anara yang selalu tertawa dan senyum dengan lepas. Nak, saat nya melupakan masa lalu sayang."


"Bun.. Maafin Anara ya. Maaf Anara belum bisa bangkit, padahal sudah 3 tahun berlalu. Tapi, Anara masih di tempat yang sama, dan banyak merepotkan Bunda."


"Eh.. Enggak sayang, kamu tidak merepotkan Bunda, Bunda juga tau gak gampang untuk kamu melewati semuanya, Bunda hanya ingin kamu bahagia lagi, kamu masih punya masa depan yang cerah sayang."


"Iya Bun Anara paham. Anara akan coba sedikit demi sedikit ya Bun. terimakasih Bunda, Anara sayang Bunda."


"Bunda juga sayang Anara," balas Bunda, sambil memeluk Anara.


Akhirnya Anara pun mulai luluh, dan mulai ingin membuka diri nya kembali. Walaupun dengan langkah yang berat, tapi ia sendiri pun sadar, kehidupan nya harus berlanjut walaupun cinta nya sudah pergi.


...****************...


Anara kini sudah berada di taman belakang. Kali ini ia tidak melukis, ia hanya ingin menghirup udara luar, dan menikmati angin di taman.

__ADS_1


'Bagaimana cara nya aku bisa punya teman lagi, sedangkan untuk bergerak saja aku susah, yang ada aku malah merepot kan mereka karna aku harus mendorong kursi roda ku kemana mana,' batin Anara.


Anara saat ini hanya berfikir bagaimana susah nya ia berteman saat kondisi nya seperti ini, adakah teman yang menginginkannya.


Di tengah tengah lamunan nya tiba tiba saja. Ada sebuah tangan yang membawa sesuatu di genggaman berada tepat di depan matanya. Anara pun mengikuti arah tangan itu.


"Aksa," ucap Anara.


"Hai, maaf soal kemarin. Ini buat kamu, semoga suka, sebagai tanda permintaan maaf aku."


Anara pun mengambil apa yang di berikan Aksa kepada nya.


"Kamu ambil? Berarti kamu udah maafin aku?"


Anara hanya membalas dengan anggukan.


"Hm.. Ya udah aku pergi dulu, aku gak mau buat kamu gak nyaman lagi, yang penting kamu udah maafin aku," ucap Aksa, sambil hendak pergi meninggalkan Anara.


"E-eh tunggu. Gini aja? Gak mau temenin aku dulu disini?" ucap Anara tiba tiba. Yang tentu saja membuat Aksa sangat kaget.


"Kamu gak keberatan?"


"Keberatan? Emang aku gendong kamu? tuh duduk disitu," ucap Anara, dengan sedikit bercanda sambil menunjuk sebuah bangku yang ada di sebelahnya.


"Hehe.. Ternyata kamu bisa bercanda juga ya."


Anara hanya tersenyum sambil memakan coklat pemberian Aksa. Yap, Aksa memberikan coklat kepada Anara.


"Kok bisa tau aku suka coklat matcha?"


"Hah.. Eee itu kebetulan aja, hehe," jawab Aksa, sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Aneh, biasa nya cowo akan memberikan cewe yang baru dua kenal, coklat yang rasa biasa, karna bagaimana bisa cowo tau si cewe suka matcha padahal belum saling kenal."


"Hehe.. Eum sebenarnya, tadi pas pulang kerja aku liat bunda di depan rumah lagi siram tanaman, terus aku tanya bunda, setelah tau aku langsung beli di minimarket dekat sini, dan aku juga tau kamu disini karna bunda"


"Owh.. Pantas saja."


Anara pun melanjutkan kan makan coklat matcha favorite nya itu. Dan Aksa hanya memperhatikan gadis yang di depannya itu dengan tatapan yang tidak bisa di jelaskan oleh kata kata, tapi dengan perasaan.


'Manis banget senyumnya, coklat aja sampai kalah manisnya,' batin Aksa.


-


'Aku harap kali ini, Anara betul betul bisa bangkit,' ucap seseorang yang sedang memperhatikan Anara dan Aksa. Yap, Bunda Arum.


____________________________________________________


Halo! Terimakasih sudah membaca cerita ini :)


Mohon support nya ya dengan like, comment and rate! Jika berkenan mari follow juga akun aku♡

__ADS_1


Cerita ini akan update setiap hari jam 20.00 WIB ya! Jangan sampai terlewatkan dan nantikan terus chapter selanjutnya. Bye bye salam AuGhi (⁠。⁠♡⁠‿⁠♡⁠。⁠)


__ADS_2