
...****************...
...****************...
"uhukk"
seketika aku dan pak Tama tersedak mendengar ucapan om gunarto , aku menoleh ke ayah dan ibu yang tampak tersenyum dan menganggukan kepala seperti membenarkan yang di katakan oleh om gunarto. Sementara pak tama kembali ke setelan pabriknya , yaa diam , tenang , damai , dingin.. seperti tidak ada beban , hiih ingin ku getok kepalanya.
"ehmm.. Tapi om , ayah , saya dengan pak tama kan belum saling mengenal " hati - hati ku utarakan yang ada di kepalaku , sambil melirik ke arah pak tama yang diam saja,berharap dia membuka mulutnya untuk membantu ku bernego , tapi dia tetap bergeming.
"ah kata siapa? Kalian sebenarnya sudah lama saling mengenal , cuma lupa saja " tegas ayah...
Akhirnya kami hanya bisa pasrah dan menerima perjodohan ini , dengan syarat kami di beri waktu 2 bulan untuk saling mengenal dan jika kami merasa cocok barulah kami bisa melanjutkan ke jenjang yang serius . Lah gimana bisa cocok , wong bentukannya kaya kulkas 2 pintu begitu...
setelah berbincang banyak , tepat jam 9 malam akhirnya kami kembali menuju ke arah jalan pulang , aku memejamkan mata , rasanya ngantuk sekali , apalagi tadi makanannya sungguh lezat . Hoamm.
...****************...
"yah.. tapi ivora punya pacar Rio " . pagi itu aku akhirnya jujur kepada ayah dan ibu soal rio
"ivora , Rio tuh gak serius sama kamu , buktinya 5 tahun gak ada kejelasan kan? Pernah gak Rio nemuin ayah atau ibu bahas masalah hubungan kalian? Enggak kan? Udah lah Difta lebih baik dari Rio " tegas ayah .
Aku terdiam, betulkah rio tidak serius? , ayah tidak salah, memang betul Rio sama sekali belum pernah bertemu dengan ayah untuk membahas kelanjutan hubungan kami.
Tapi apa pak Tama lebih baik?
"tapi yah , mungkin Rio belum sempet nemuin ayah"
"pokoknya ayah gak mau tau vo, terima Diftah atau ayah batalin rencana s2 kamu di london" tutup ayah sambil berlalu. Ibu yang sedari tadi diam saja hanya memandangku iba sembari ikut berlalu bersama ayah .
Aku berlari ke kamar , ku cari kontak Rio . Tuutt .. Hanya nada dering saja yang terdengar . Kemudian panggilan pun terputus . Rio kamu dimana , aku butuh kamu ayankk
Aku melajukan mobil dengan kecepatan tinggi karena tanpa sadar akibat berdebat dengan ayah tadi , aku sudah melewatkan jam mata kuliah pertama , aku harus sudah sampai di jam kedua , karena akan ada pak Tama disana . Untungnya tugas yang di berikannya minggu lalu sudah ku kerjakan . Yaps aku hanya perlu menulis tangan saja , bahannya tentu saja aku minta tolong kepada yang lebih pinter hehehe .
Tiba di kampus , ku parkirkan sembarang mobilku . Lalu gegas berlari ke arah lobi.
hooss hoss hosss ...
Dadaku naik turun , sesak sekali rasanya , ini nih akibat lupa olahraga , ku pencet tombol nomer 3 di dalam lift . 5 menit lagi waktu tersisa. Aduh rasanya lift ini lama sekali ..
3 2 1 .....
Ceklek . Aku membuka pintu ruangan , seketika semua mata tertuju padaku .
__ADS_1
"vo, cepetan sini sebelum es kutub dateng " ujar aina sembari menariku untuk duduk , aku beruntung hari ini karena pak tama belum ada di ruangan kelas.
"pelan pelan na . Pegel nih kaki lari larian " sungutku sambil merebahkan diri di kursi yang hari ini terasa empuk sekali.
Sepertinya aina hendak mengatakan sesuatu lagi , tapi tertahan dengan kemunculan pak tama di ambang pintu. Aku diam saja tidak berani menatapnya , masih teringat peristiwa perjodohan tiba tiba seminggu yang lalu . Kemudian aku menyerahkan tugas yang di minta pak tama kepada aina untuk di kumpulkan.. Pak tama membolak balikan kertas tugas di tangannya lantas melihatku sekilas dengan tatapan yang entahlah.
"ivora keizia hanin , ini betul kamu yang kerjain?"
"siap , iya pak" sautku jumawa
kemudian pak tama membuka tasnya lalu mengambil kertas tugas di dalamnya . Tertera nama Agus susanto disana.
"coba kamu perhatikan ! Ada yang berbeda ?"
" t - tidak pak"
"buat ulang, kali ini kerjakan sendiri " tegasnya.
aku menoleh ke arah agus yang melihatku takut - takut .
Agusss kenapa gak bilang kalo lo juga di kasih tugas yang samaaaa ... Arrggggh..
...****************...
Sambil bersenandung ria kuparkirkan mobil di parkiran basement bangunan yang lumayan luas itu , ku lihat mobil rio juga ada disana , tandanya tentu dia ada di apartemennya. ku tekan tombol lantai 5 tempat kamar rio berada . Sesampainya di depan kamar bernomor 505 , ku coba untuk menghubungi Rio . Tidak aktif, aneh sekali . apa ni anak ketiduran ya ? Ah mending aku langsung masuk aja . Kebetulan aku tahu kode apartemennya rio , karena dulu aku dan aina pernah diminta mengambilkan pakaiannya ketika ia harus di rawat karena usus buntu.
ceklek .
Terbuka , ku langkahkan kaki kedalam apartemen yang tidak terlalu luas tersebut kemudian aku meletakkan cemilan dan dimsum yang ku bawa di atas meja . Aku mencari keberadaan rio , ku buka kamarnya rupanya dia tidak ada disana..
Ketika hendak berbalik , aku mendengar sesuatu dari arah kamar mandi. dua suara erangan , dan nafas yang ngos ngosan .. Siapa yang berolahraga di kamar mandi ? Ah sudahlah mungkin Rio sedang buang air sambil menonton film .
Aku kembali duduk di sofa , mataku tak sengaja melihat sebuah dress hijau lengkap dengan underware tersampir di pinggir sofa yang kududuki .seketika aku membeku .....
"i - ivora " tiba tiba Rio sudah ada di dekatku
"bebb ...lama banget ambil handuknya ." sesosok wanita tanpa sehelai benang pun terlihat keluar dari kamar mandi yang sebelumnya Rio juga keluar dari sana..
mendadak Cinta yang ku pupuk selama 5 tahun berguguran hilang entah kemana . Ku hirup nafas dalam - dalam .. Kecewa
"awww... lo siapa ?" teriak wanita itu , sambil menutupi tubuh polosnya.
Aku tersenyum miring ke arah keduanya.
__ADS_1
"gue bukan siapa - siapa , cuma mau nganter makanan buat PACAR lo ini . " sekuat tenaga aku berusaha tegar .
"ohh kurir makanan .. Beb kok gak bilang kalo mesenin makanan sih" wanita itu mengapit lengan Rio , ya lengan yang selama 5 tahun sering ku sandari tempat sandaran jika aku sedang merasa sedih.
Rio masih diam saja , menatapku dengan rasa bersalah.. Tapi aku sudah mati rasa terhadapnya.
"ok gue permisi dulu , dan Rio terima kasih untuk 5 tahun ini , jujur gue kecewa , semoga lo bahagia , hubungan kita selesai " . Tegasku sambil melangkah keluar , air mataku rasanya sudah enggan untuk turun . Ah malas sekali menangisi Rio .. ternyata ayah benar.
"vo , aku bisa jelasin vo.. Jangan pergi " dari arah belakang dapat ku dengar suara Rio , tapi aku sungguh tidak peduli lagi .
...****************...
drrrrttt drttttt drrtttt..
Aku menepikan mobilku di sebuah taman , ibuku tersayang
Tumben ibu menelpon , gegas ku tekan tombol hijau.
"hallo , iya bu"
"vo , kamu di mana ? Cepet kerumah sakit bunda , ayah terkena serangan jantung " suara ibu terdengar panik sekali . Gegas ku lajukan mobil kerumah sakit yang di sebutkan ibu tadi , rasa galau karena di hianati Rio berganti rasa cemas atas kondisi ayah.
"ibuuuuu"
aku menangis memeluk ibu yang berdiri di depan ruang IGD . Rupanya disana juga sudah ada keluarga om gunarto juga , ibu kemudian menceritakan awal mula ayah jatuh , aku jadi merasa bersalah , apa lagi ayah terkena serangan jantung setelah berdebat denganku tadi pagi.
"sudah jangan menyalahkan dirimu vo , lebih baik kita berdoa saja supaya ayah lekas membaik" ujar ibu
Tak lama seorang perawat muncul, mengabarkan kalau ayah sudah siuman , dan akan di pindahkan ke ruang rawat inap biasa .. Lalu kamu pun beriringan mengikuti brangkar ayah menuju kamarnya.
"ivora , Difta ... Sepertinya pernikahan kalian harus di percepat "
"mmaksudnya om ?"
"ayahmu tadi bicara sama om , kalau beliau takut tidak sempat melihat anaknya menikah nanti" jelas om gunarto
"ivora setuju om " ujarku mantap , saat ini di kepalaku hanya terlintas wajah ayah . Aku akan melakukan apapun untuk ayah .. Ya selain memang aku sudah putus dengan Rio
"ta tapi ..." pak tama bersuara
"tapi apa difta ? Kamu gak liat gimana kondisi om wijaya?" ujar om gunarto melotot . Ah rupanya pak tama juga takut dengan papanya...
"baiklah , silahkan papa atur"
__ADS_1
Heh ??? Enteng syekali pemirsa ..