SIHIR CINTA IVORA

SIHIR CINTA IVORA
TIWI SI KUNTI


__ADS_3

...****************...


...****************...


FLASH BACK ON


bel berbunyi menandakan waktu istirahat bagi anak anak smk  bakti pertiwi , tak terkecuali ivora dan hanin , dua saudara sepupu yang seusia itu tampak akrab. lebih tepatnya berupaya terlihat akrab.


'' vo nanti aku main kerumah kamu ya? kangen sama bude"


"iya tiwi , sekalian nanti mampir ke toko kue ya , tadi ibu nitip hehe'' sautku serraya  memamerkan lesung pipi andalan ku yang selalu membuatnya iri  , tak lupa di tanganku terdapat  kotak bekal makan yang ku bawa dari rumah. lantas kami pun berhenti di kantin , tiwi memesan makanan sementara aku mencari tempat duduk yang kosong , ya kami memang terbiasa berbagi tugas tersebut. aku tersenyum mendapati kursi kosong di sebelah kanan , gegas aku langsung menuju ke arah meja tersebut, namun tdi sisi lain seorang siswa juga tampak tergesa menuju meja tersebut. pokoknya aku gak boleh kalah sama tu anak , kursi itu milikku , hanya milikku ! mataku dengan tajam menatap kursi tersebut . dengan kekuatan kaki seribu ku percepat lagi langkah ku setengah berlari


braakk..


tabrakan di antara kami pun tidak terhindarkan. sontak saja bekal yang dibawa oleh ku berhamburan ke lantai , beberapa bahkan mengenai pakaian siswa lelaki tersebut.


''beef teriyaki ku hiks hiks......"


'' lo gak papa ?'' tanya siswa tersebut  sepertinya ia sedikit panik melihat seorang gadis manis sepertiku  terduduk di lantai dengan mata menatap kotak makan yang berhamburan. hihihi


'' gak papa gigi lo gendut , tuh liat bekal gue jadi kebuang '' sungut ku kali ini aku memang kesal, bekal yang di siapkan ibu dengan sepenuh hati terbuang sia sia , apalagi itu merupakan makanan kesukaanku


siswa tersebut terkekeh mendengar ucapanku barusan ,  bahkan dengan polosnya ia mengeluarkan ponsel untuk memastikan apakah giginya benar gendut. aku hanya mencelos dalam hati melihatnya.


'' gue Rio , Rio Gabriel , lo Ivora Keizia Hanin kan anak TKJ 3 kan ?''ujarnya seraya menguulurkan tangan


WHATTT??? aku mengangkat kepala untuk memastikan siapa siswa siswa tersebut , dan benar saja dia Rio kapten basket teman sekelas tiwi yang selama ini sering ku perhatikan diam diam. dengan rasa bahagia yang membuncah aku menyambut uluran tangannya.begitulah awal dari perkenalan aku dan rio , yang akhirnya membuat kami menjalin percintaan di masa putih abu hingga perkuliahan . awalnya hubungan kami tidaklah berjalan mulus , terlebih Tiwi yang berada di kelas yang sama dengan rio kerap kali menggoda rio dan menceritakan yang buruk tentangku , bahkan tiwi secara terang terangan mengadukan hal yang tidak benar hingga ayah tidak menyukai sosok rio hingga kini.


...****************...


''bude, pakde, ivora kalo di sekolah ganjen tau ''


''ganjen gimana nduk?''


''itu loh suka berduaan sama rio , anak kelas tiwi pakde , bahkan tiwi suka di kasih tau sama teman sekalas tiwi  kalo mereka bolos sekolah malah ke bioskop loh pakde''

__ADS_1


sayup-sayup aku mendengar obrolan tiwi dengan kedua orang tuaku , berani sekali tiewi memfitnahku terang terangan di hadapan ibu dan ayah , padahalkan selama ini kalo ketemu rio , aku selalu mengajaknya bahkan bolos pun kami bertiga , tega sekali . efek dari perkataan tiwi tersebut , aku di marahi habis - habisan oleh ayah , bahkan ayah sampai melarangku untuk berhubungan dengan rio , sehingga kami harus sembunyi - sembunyi jika ingin bertemu apalagi Tiwi sengaja di tugaskan ayah untuk mengawasiku dan rio di sekolah. hubunganku dan Tiwi pun jadi tidak baik karena itu.


''vo , aku mau ngomong ''


''vo , tolong jauhi rio , please''


heh? kirain ngajak damai , kok malah menabuh genderang perang ?


'' maksudnya apaan ni ?'' jawab ku heran


'' please kasih rio buat aku vo , aku .. aku .. aku suka banget sama dia .....'' sautnya pelan


'' tiwi kamu lupa minum obat ya? rio bukan barang , maen kasih aja , ya kalo rio mau ama kamu , kalo gak ?"


''ya kamu jauhin aja vo , biar aku berusaha yakinin dia biar mau sama aku''


aku hanya bisa geleng - geleng kepala mendengar permintaan aneh tiwi tersebut . dari dulu dia tidak berubah, ketika menginginkan sesuatu maka dia akan berusaha menggapainya dengan berbagai cara. aku masih bergeming ketika tiwi kembali menanyakan ke sanggupanku menuruti keinginannya. kemudian tanpa basa basi Tiwi menarikku ke arah gudang yang sedang di renovasi . entah apa tujuannya membawaku kemari , kalo dia mau minta maaf aku sudah memaafkannya toh anggap saja dia sedang kerasukan kunti .tiba di dalam gudang ia terus menarikku hingga ke bagian balkon dari gudang tersebut yang menghadap langsung ke area parkir motor para siswa.


'' vo aku turuti omonganku , atau kamu tau akibatnya'' ucapan tiwi terdengar tajam menusuk di telingaku , di selingi senyum sinis yang tersungging dari bibir tipisnya. otakku mencoba mencerna perkataan dari sepupuku tersebut.


''putusin Rio"! tegasnya


aku menggeleng tentu saja , bagaimana pun aku sungguh mencintai rio apalagi dia pacar pertamaku.


''oke lah kalo begitu"


tiba tiba tiwi melesat maju memposisikan dirinya di dekat tembok tepi yang hanya setinggi lutut.


"toloooooooonggg... tolonnggggggg .. tolongggg...''' tiwi berteriak sekencang- kencangnya hingga memancing para siswa dan guru berhamburan menuju ke arah gudang tempat kami berada. aku masih terpaku di tempat syok dengan apa yang di lakukan tiwi barusan .


'' apa yang kamu lakukan tiwi ''


"tolonggg .. dii-dia mau mendorongku tadi bu'' dengan tersedu - sedan Tiwi menghambur ke arah suara di belakangku seraya menunjuk tepat ke wajahku , di ikuti oleh pandangan bu susi dan para siswa yang berkerumun. Semua memandang tajam ke arahku yang pucat pasi.


"aku tidak melakukan itu bu , Tiwi bohong"

__ADS_1


"tidak bu , ivora memang tidak menyukaiku , karena aku lebih pintar dan orang tuanya juga menyayangiku, makanya dia iri dan sakit hati bu.. Dia jahat "


Aku terbelalak luar biasa sekali drama yang di mainkan oleh Tiwi , hingga aku tidak dapat berkata - kata saking kagetnya. Kemudian kami di bawa keruangan kepala sekolah untuk di introgasi , aku dengan tegas menolak mengakui hal yang sama sekali tidak ku lakukan tersebut , sementara Tiwi tetap memainkan perannya , menuduhku hingga memutar balikan fakta bahwa aku lah yang mengajaknya ke gudang dan berniat mendorongnya. Bahkan ayah dan ibu pun termakan oleh air mata buayanya . Akhirnya setelah melalui keputusan panjang , ayah memutuskan untuk memindahkan ku kesekolah lain . Tentu saja aku kesal setengah mati , sedih bercampur kecewa dengan keputusan ayah . Bagaimana akhirnya aku harus pisah sekolah dengan cinta pertamaku ?? Dari sudut mata aku menangkap seringai kemenangan dari bibir tipis Tiwi . .


"aku sudah memperingatkanmu bukan" bisiknya ketika pihak sekolah meyuruh kami untuk berpelukan sebagai tanda berakhirnya masalah di antara kami .


aku memalingkan muka , malas membalas ucapannya. hatiku jelas sakit.


Ah kenapa tidak ku dorong beneran saja dia tadi . Awas saja kau kunti . Akan ku balas perbuatan jahatmu .


...****************...


jam pelajaran pertama baru saja di mulai , ketika pintu kelas di ketuk . Bersamaan dengan itu masuk kepala sekolah , yang di ikuti oleh siswa di belakangnya . aku memutar bola mata , malas paling juga sumbangan osis ..


Aku yang sibuk mencari buku Pr matematikaku di tas , hanya melirik sekilas ke arah mereka kemudian melanjutkan aktivitasku . aduhh mati aku kalau bukunya nya ketinggalan pasti pak harry gak bakal terima , ini udah yang kedua kali soalnya .


"anak - anak , hari ini kalian kedatangan anggota baru pindahan dari smk bakti pertiwi . Silahkan perkenalkan diri"


"hallo teman - teman , perkenalkan nama saya Rio Gabriel .. .... "


Degg.....


Bunga- bunga bermekaran di hatiku , di kepalaku rasanya banyak burung burung berterbangan.. ya Tuhan apa lantai ini empuk ?? Aku mau pingsan boleh ?? walaupun Tuhan bilang tidak boleh , rasanya aku memilih pingsan saja ketika ingat buku PR ku benar benar tidak ada alias tertinggal di rumah..


1 2 3


Brugg....


Suara riuh mulai terdengar , kebanyakan panik menanyakan kondisiku dan kenapa aku pingsan , hingga akhirnya tubuhku di gotong ke UKS . Yesss selamat dari pak harry .


saat jam istirahat , Rio menjengukku . Dia mengatakan alasannya pindah kemari adalah karena dia merindukanku ciee ciee , di samping itu rupanya Rio mengetahui siasat jahat dari Tiwi , sepupu lucknut ku itu rupanya tetap gencar mendekati Rio , hingga rio risih dan memutuskan pindah menyusulku .


di sekolah inilah akhirnya kami aman dari gangguan Tiwi , dan menjalani hubungan hingga akhirnya harus putus di jaman perkuliahan setelah 5 tahun pacaran. Yang lalu biarlah berlalu . Rio kini tinggal kenangan , sementara pak Tama yang sedang ku perjuangkan .Sepertinya aku harus membacakan ayat rukiyah di sekeliling rumah untuk mengantisipasi gangguan Tiwi si kunti. Hihihihi


.FLASH BACK OFF

__ADS_1


__ADS_2