
......****************......
......****************......
Sudah seminggu aku disini , sikap mas difta masih saja dingin terhadapku. Bahkan bicara pun seperlunya . untung ada bi raisah yang jadi temanku disini. Bahkan kita sudah bestiee sekarang .
" bi . Nanti tolong hubungi si ragila ya , tanyakan kapan dia akan kembali "
"hemm .. Kemarin sudah saya hubungi mungkin nanti sore sampai kemari" ujar bi raisah
"baguslah kalau begitu " kemudian mas difta berlalu ke arah mobilnya yang sudah di panaskan oleh pak choi , sebelum membuka pintu ia sempat memandang kearahku , seketika ku lemparkan senyum terbaik yang ku punya seraya melambaikan tangan kepadanya , khas istri istri kesayangan . bismillah semoga ia mencair . Ku pandangi mobil mas difta yang kemudian lenyap di pertigaan depan.
"raisaaaaaahhhhhhhh"
"raisaaaahh, cici cuiiwww "
"i'm back "
Aku yang hendak masuk kedalam rumah seketika berbalik mendengar rentetan kalimat nyaring tersebut . Dari arah dalam kudengar langkah kaki yang terkesan terburu buru .
"aaaawwww , ragilaa , you're back "
"yea , i'm back "
"huu huu huu huu"
Lantas kedua orang tersebut berpelukan khas telletubies , aku terharu dengan pertemuan kedua orang tersebut , akhirnya mungkin setelah sekian lama mereka berpisah di pertemukan lagi sekarang . Ku seka air mataku yang mulai menganak sungai , aku hanya tersenyum tak mau mengganggu kebahagiaan mereka .
"shuut , sudah non jangan baper " bisik pak choi
"saya terharu pak hikks"
"sudah , sudah dramanya . Wong tiap hari juga ketemu di bakso bang ahoy"
"hah ?"
Ku toleh pao choi yang mengganggukan kepala. Buru buru ku apus air mata yang hampir meleleh , duh untung ingusku belum meler .
"ihh sirik aja pak choi "
"ekheemmm" .. Aku berdeham untuk memperlihatkan entitasku , enak aja dari tadi aku di anggurin di pojokan lagi.
"aduhh sampe lupa , ini non ivora , istri tuan difta , majikan kita , non, ini ragila maharto asissten tuan difta" ..
"ehh ya ampun cantiknyaa non , kenalin eyke ragila, biasa di panggil madam" ujar lelaki kemayu di depanku ini seraya melemparkan senyum manisnya , aku menyambut uluran tangannya sambil tersipu malu. Ku perhatikan wajah ragila ini tidak buruk , bahkan terkesan manis dan juga klimis , lebih glowing dari wajahku , perawakannya pun tinggi , berkulit bersih, lumayan menarik . Andai saja dia tidak melambai pasti akan ku kenalkan pada aina.
"non , kok bengong sih "
"ah enggak " ujarku
Lantas aku menyuruh ragila untuk beristirahat, sekilas tidak terlihat sifat kemayunya jika ia tidak bersuara.
......****************......
Dari cerita bi raisah , madam ragila itu sudah bekerja dengan mas difta sejak lama , ia sering ikut kemana pun mas difta pergi bahkan mengatur jadwalnya juga, dari sini aku baru tahu jika mas difta juga mengelola beberapa bisnis selain mengajar di kampusku .
__ADS_1
"betul non, kalo non butuh info tentang tuan difta , eyke siap bantu" saut ragila yang tiba tiba nongol dengan nampan yang berisi tiga gelas es jeruk yang menggoda iman.
"selain asissten, madam ragila ini juga saksi perjalanan hidup tuan difta , dan perjuangannya mo......"
Drrttt drrrttt...
Belum sempat bi raisa menyelesaikan kalimatnya ponselku berbunyi, , rupanya panggilan grup dari ayah ibu dan juga mertua . gegas aku mengangkatnya takut di bilang anak durhaka kalo ku rijek.. Hahaha
"assalamualaikum , yah , bu ,mah ,pah" salamku
"waalaikum salam..."
"vo lama amat angkat telponnya , kebiasaan" omel ibu
"yah jeng , maklumlah pengantin baru hehehe " bela mama mertua
"gimana nak , kamu betah di rumah difta?" lanjutnya
"alhamdulillah betah mah "
"syukurlah kalo gitu , kalo difta nakal bilang mamah ya, biar mamah jewer kupingnya "
Sontak semua tertawa mendengar celoteh mamah mertua, tak terkecuali ayah dan papa yang tadi hanya menyimak ,sambil melambai lambaikan tangan ke kamera . Kemudian obrolan berlanjut seputar keseharian , saking serunya hingga tak sadar batre ponselku sampai lowbat . Akhirnya panggilan video pun di akhiri dengan kalimat " di tunggu garis duanya " . Weleh weleh... Gimana mau garis dua . Batunya aja belum pecah .
Aku kembali ke ruang tamu , berharap bi raisah dan ragila masih disana , aku penasaran dengan kalimat bi raisa yang belum sempat terucap tadi. Ku edarkan pandangan, syukurlah mereka masih ada disana rupanya.
"bi raisaahh , tadi ngomong apa ya? Aku pinisirin nih" tanyaku tanpa basa basi
"yang mana non ? Kan tadi bibi ngomong banyak"
"ohh itu mah , ragila aja yang jelasin" saut bi raisa
Aku menatap madam ragila yang sedang asyik memainkan ponselnya..
"madaaaaaaaaaammmm" seruku sebal
"e e eeh .. Eyke non"
"itu lohh eyke jadi saksi waktu tuan difta galau di khianati sama nenek sihir Ariska itu "
Lalu meluncurlah cerita bahwa dulu mas difta adalah orang yang ramah , lembut , dan hangat ke semua orang, sebelum wanita yang bernama ariska itu datang dan menghancurkan mas difta sedemikian rupa. Bagaimana tidak ia tega berkhianat dengan teman mas difta sendiri bahkan setelah seminggu acara pertunangan mereka .yang lebih parah lagi mas difta sendiri yang memergoki mereka di hotel tanpa sehelai benangpun. Mas difta shock berat , bahkan sampai kabur ke luar negeri 3 bulan untuk menyembuhkan lukanya , disana ia di temani oleh madam ragila yang di percaya mamah dan papa untuk mengawasi mas difta , lambat laun sikap mas difta berubah , ia menjadi dingin ke semua wanita , mungkin dia masih trauma dengan mantan tunangannya tersebut.
"begitu non , madam juga gedek sama ariska itu aslinya , orangnya sombong , entah kenapa kok tuan difta bisa cinta mati dulu"
"iya bibi juga gak suka non" cetus bi raisah
"lohh , pernah kesini bi? " mataku membulat
"pernah , kalo minta duit pasti kesini
"husss , madam " bi raisa tampaknya tidak enak denganku
"gak apa bi , biasa aja , saya santuy" ujarku meyakinkan kalo aku rapopo senajan asline raiso . Hiks
dari yang dapat kusimpulkan Ariska ini lumayan licik juga ternyata , selain matre tentunya. jadi penasaran dengan penampakannya . Awas saja kalo dia berani muncul, ku sembur dengan segelas air putih ala mbah dukun pokoknya. Pokonya sebelum nenek lampir itu mengganggu mas difta lagi , aku harus terlebih dahulu menaklukan suamiku itu . Bagaimana pun caranya ..
__ADS_1
......****************......
Sebentar lagi mas tama pulang , pokoknya aku harus dandan yang paling cetar , sampe dia cenat cenut melihatku. Untung sebelum pindah kesini ibu membekali aku dengan beberapa set make up . Biar tambah di sayang suami katanya.
Aduh.. banyak sekali kuasnya , aku harus pake yang mana nih.. Bismilahh aja lah , aku mulai merias wajahku , ku coba berbagai warna yang mungkin cocok , dan juga lipstik berwarna merah yang katanya biar ada efek menggoda. Setelah selesai , aku bergegas mengganti baju dengan busana terbaik. Lalu beranjak keluar kamar , ya aku hendak menunggu mas difta di teras , biar ala ala istri solehah di sinetron.
Aku masih sibuk berselfie di teras depan , ketika mobil mas difta masuk ke pekarangan , aku bersiap menyimpan ponsel dan memberi senyum terbaik , sambil mengingat kalimat yang akan ku ucapkan ...
"sore mas , sudah pulang "
Bukan bukan
"sore mas , tumben sudah pulang"
Kurang kurang
"sore mas , sudah pulang ya "
Kok aneh ?
"sore mas , pulang ya "
Malah kaya resepsionis..
Ku lihat mas tama membuka pintu mobilnya , seketika aku menghampiri dan mengambil tas kerjanya . Sambil mengingat ingat scene film azab yang ku tonton tadi.
"mas sore, pulang tumben ya "
Waduhhh ... Kenapa blibet begini jadinya..
"mm mmas , sudah pulang"
Akhirnya legaaaa , aku berhasil ngucapin dialog itu.
"iya.... As taga.. " mas difta tampak kaget melihatku.
Apa aku terlalu cantik.
"ka ka mu.. Dandan?" ujarnya terbata
Tuh kan dia pasti terpesona
Dengan malu malu meong aku mengangguk puji aku puji aku pleaseeeeeeee
"oh" ujarnya kemudian berlalu masuk begitu saja, dari belakang ku lihat punggungnya sedikit bergetar .
gegas aku masuk kedalam menyusul mas difta, sebelumnya aku ke arah dapur terlebih dahulu , karena menurut film yang ku tonton , suaminya pulang istrinya bawain minum .. Gituu gaes.. aku membuka kulkas , kira kira minuman apa yang tepat untuk mas difta ya ?? hayo kita bertanya pada 2R
"bi Raisaaaaaaaaa, ragilaaaaaaaaa , sini tolongin dong"
"ya non"
Kemudian terdengar langkah kaki mendekat , aku menoleh ke arah mereka. Seketika.
"aaaaarrrggghhhhhhh"
__ADS_1
Madam raisa ambrukk , sementara bi raisa terlihat shock . Ada apa ini ? Apa mereka kerasukan?