SIHIR CINTA IVORA

SIHIR CINTA IVORA
ONDEL ONDEL


__ADS_3

****************


****************


“arrgghh”


Madam ragila ambruk


,sementara bi raisa terlihat shock.ada


apa ini? Apa mereka  kerasukan?


“bi , madam , kalian


kenapa?’’


“non , non dandan?”


tanya bi raisa seraya takut takut memandangku


“iya dong, gimana ? ,


cantik gak bi?” tanyaku seraya menarik turunkan alis


“ehmm.. anu non...


“kaya mau kontes lohh


non,menor banget kaya abis di gebukin warga” celetuk madam ragila


“cius madam ?”


“ciuss , nonn”


“cius bi?”


“ciuss non” ujar bi


raisa mantap


Madam ragila


memberiku kaca yang selalu stay di kantongnya. alamaaakk.  Sesak nafas


rasanya .


“cantik ah madam”


kilahku sambil berlalu . lantas aku berlalu ke kamar , siapa tadi beauty


blogger yang aku lihat sepertinya harus di kasih bintang  1 .


Dengan menggebu gebu


Gegas ku buka lagi laptopku yang tergeletak di meja  tadi ,TURORIAL MAKEUP KONTES UNTUK ONDEL ONDEL”  . wadawwww


Usai kejadian ondel


ondel itu aku semakin menyadari kalau aku memang tidak di takdirkan untuk


berdandan sendiri . sudahlah legowo aje ye kan


Drrrttt drtttt..


Mama mertua is


calling


“ivora lagi dimana


kamu nak?” suara dari seberang sana terdengar antusias sekali


“vora lagi di


betamart ma, lagi beli stok kulkas” sautku


“sama difta gak?”


“eee.. iya ma”


Sengaja ku berbohong


biar mama tidak banyak pertanyaan , padahal aku Cuma sendirian saja pake sepeda


malahan hehehe.


“oh , ini mama mau


ngabarin kalo mama sama papa mau lagi siap2 ke sana , mungkin satu jam lagi


sampai” sebaris kalimat mama sukses membuatku kalang kabut , aku harus


secepatnya sampai kerumah dan mengabarkan mas difta soal ini . es cream yang


sudah ku pegang ku kembalikan lagi ke tempatnya , dengan langkah terburu aku


segera membuka pintu dan menuju sepeda yang ku parkirkan di sebelah kanan toko


, tapi belum sempat aku mengayuh , sebuah tangan mencekal lenganku .


“mbakk , parkirnya


2000”


Karena tak mau berdebat


ku beri saja recehan yang kebetulan ada di saku , heran dari mana munculnya ,


padahal tadi aman aja kok tiba tiba ada kang parkir , dan aku baru tahu kalo


sepeda pun ada tarifnya , betul betul +62 ini .


“mas ... mas”


Tokk tokk tok , tidak


ada sautan dari dalam kamar mas difta


“mas difta , paket


nihh”


“permisi paket”


Ceklekk


Hadeehh , giliran


paket aja nongol ni es batu .


“mana paketnya”


ujarnya datar


“ini paketnya , boleh


masuk ?” ujarku sambil menunjuk diri sendiri


“gak”


Braakk . pintu di


tutup kembali


“yaelah gitu doang


ngambek , tuh mama ama papa udah otw mau kesini barusan ngabarin”


“APAAAA?’’


Kalang kabut kan lu


...


“kenapa gak bilang


dari tadi sih , jadi gimana?’’ ucapnya sedikit gugup

__ADS_1


“ya gimana “


“gimana ya”


“gimana”


“gimana”


“stopppp , ini gimana


?”


Ehh..  sontak kami menoleh ke


arah suara , disitu sudah ada madam ragila yang berdiri bersebelahan dengan bi


raisa dengan kostum andalannya celemek rosalinda.


“ini gimana non tuan


, stok di kulkas habis .hehehe” ujar bi raisa seraya nyengir , sementara madam


ragila hanya mengangguk mengamini ucapan bi raisah .


“yasudah kita belanja


sekarang “ putus mas difta akhirnya.


Akhirnya kami


berempat berangkat ke supermarket yang lumayan agak dekat dari rumah untuk


menghemat waktu .


“wah, tumben


belanjanya disini , mau ngeborong “ celetuk bi raisah


“iya bi mama mau


datang soalnya” sautku


Bi raisah pun ber oh


ria . setelahnya kami lanjut memilih bahan makanan yang akan kami beli. Lalu


kami pun berpencar ,bi raisah ke arah utara , aku ke arah timur , sementara


madam ragila ke arah selatan . dan kami akan bertemu di barat setelah menemukan


kitab suci sung go khong eh ? Please


jangan tanya mas difta kemana, sudah pasti dia lagi ngobrol sama patung di


depan .


agak lama memilah


milih bahan makanan akhirnya aku meluncur ke tempat pertemuan kami yang telah


ku tentukan sebelumnya . setelah melewati barisan perbumbuan tak sengaja mataku


menangkap bayangan kunti sedang melihat lihat beberapa bumbu di etalase , aku


penasaran apa yang sedang di lakukan tiwi disini , karena setauku dia tidak


pernah memasak bahkan ke dapur pun jarang . baru saja aku hendak menghampiri ,


tiba tiba tampak sesosok pria berdiri di sebelah tiwi ku perhatikan usianya


mungkin seumuran ayah . tapi itu siapa? Kalau keluarga besar pastinya ku kenal


. mereka tampak mesra bahkan pria tersebut merangkul pinggang tiwi kemudian


membawakan belanja yang ada di tangannya .


aku masih terpaku di


tempat sambil memegang ponsel yang ku pakai merekam sedari tadi , masih tidak


percaya dengan apa yang ku lihat tadi , lalu aku tertawa terbahak-bahak cieee tiwi main sama om  om . hahahaha. Aku puas tertawa sampai


“kalau kerasukan di


rumah aja .malu di liatin orang banyak”


Aku menoleh heh , sejak kapan mas difta disini?í”


“maaf bapak ibu ,


istri saya belum minum obat hari ini” ujar mas difta ke kerumunan pengunjung


yang akhirnya ber oh ria berjamaah lantas membubarkan diri .


“ciee di akuin istri


, terima kasih suamiku hehe” ujarku menggoda mas difta


“diam , atau ku jitak


kepalamu”


“huu galaknya”


Lantas kami menuju ke


parkiran , karena 2R sudah menunggu disana rupanya . mungkin kelamaan


menungguku memata matai tiwi tadi .


“eh liat itu mba yang  keabisan obat”


“iya kasihan ya


padahal mba nya cantik , suaminya juga ganteng”


“aku mau tuh gantiin


jaga mas nya hihihihihi”


Pantas saja telingaku


berdenging tadi , rupanya banyak yang sedang berjulid ria . ah gara gara mas


difta aku jadi di kira sedikit kurang waras . tiba tiba ide jahil terlintas di


kepalaku . ku hampiri 3 gadis belia yang membicarakanku tadi .


“BAAAAA”


“aing maung .


hargggghhhh”


Ku buat wajahku


seseram mungkin persis reog yang sedang mengamuk .


“aaaarrrgggggg”


sontak mereka kaget melihatku yang tiba tiba berdiri di belakang .


“to to looonggg” ke


tiga gadis tersebut tunggang langgang berlari entah kemana  , sementara aku  terkikik geli melihat mereka kocar kacir


seperti itu .


Tepat jam makan siang


sebuah mobil masuk ke pekarangan , siapa lagi kalau bukan mama dan papa mertua


di dalamnya. Aku memastikan lagi makanan sudah tersedia di ruang makan ,


setelahnya aku menemui mertuaku di depan . tampak pak choi tengah mengeluarkan


sebuah koper besar dari mobil mertuaku .

__ADS_1


Setelah berbasa basi


sebentar , aku mengajak kedua mertuaku tersebut untuk ke ruang makan .


“loh vo , difta mana?


Kok gak keliatan”


“ohh mas difta ada di


kamarnya mah , sebentar vora panggilkan” ujarku seraya beranjak dari kursi .


“di kamarnya? Emang


kalian gak satu kamar?


“eengg , itu di kamar


kami maksudnya mah heehe”


Aduhh gimana ini ,


tak mau meladeni mama yang tengah memandangku dengan tajam , aku bergegas ke


kamar mas difta , salahku sih tadi lupa mengabarinya kalo orangtuanya sudah


datang.


“mas mama sama papa


ada di ruang makan , mereka nanyain kamu” teriakku dari balik pintu


“apaa? Mereka sudah


sampai vo?”


“iyess”


“mereka gak tanya


macam2 kan?”


“belum”


“heh?”


Tak lama mas difta


bergegas menemui mertuaku di ruang makan , tak lupa dia menggandeng tanganku ,


mungkin untuk memuluskan sandiwaranya , entahlah .


“mas jangan kenceng2


pegangnya , nanti aku jatuh cinta repot loh” godaku


Sontak ia mendelikan


matanya menatapku , hihihi lucu sekali


“duhh pengantin baru


, pegangan tangan terus kaya mau nyebrang” celetuk papa


“ah papa dulu juga


begitu kan awal2 nikah maunya deket mama terus hihi” mama menggoda papa


“sudah , ayo silahkan


di nikmati makanannya “ ujar mama lagi


“kebalikk”


Lantas suara tawa


bergema memenuhi ruangan ..


“oh iya mama mau


nginep 3 hari disini , soalnya papa mau keluar kota , mama suntuk sendirian


dirumah”


Bluubbbbbb..


Ucapan mama sukses


membuat kami tersedak , ya ampuun gimana ini ?


“ mama seriusan mau


nginep?” mas tama memastikan lagi


“serius dong difta ,


tuh koper mama di ruang tamu”


Ku lihat mas tama


kesulitan meneguk air liurnya , lalu berbalik memandangku seakan meminta


persetujuan . ia berdecih kesal ketika aku hanya nyengir kuda sambil menaikan


bahu


“ta tapi mama mau


tidur dimana nanti?”


“apa maksudnya? ,


kamar dirumah ini kan ada banyak difta mama kan bisa tidur di kamar ujung sebelah


kanan itu  ” mama sedikit kesal , kamaar


yang di maksud mama tak lain adalah kamar yang ku tempati saat ini.


“ee ehh iya mah ,


yaudah mama sama papa nonton tv aja dulu difta suruh bi raisa rapihin “ ujar


mas difta kemudian menarikku untuk berlalu .


“mama gak boleh tau


kalo kita tidur terpisah , cepet pindahin barang2 kamu” ujarnya setengah


berbisik


“aku ? mana bisa aku


pindahin sendiri mas , bisa potel tanganku “


“ya sudah , nanti


ajak bi raisah sama madam ragila” usulnya


“asiaaapp”


Setelahnya mas difta


kembali menemui mertuaku di ruang tv ,  tak lama papa mertua pamit berangkat keluar kota , rupanya papa hanya


mengantar mama saja sebelum akhirnya berangkat , mas difta mencari cara agar


mama tidak melihat saat kami memindahkan barangku ke kamar mas difta . setelah


segala jurus bujuk rayu di keluarkan akhirnya mas difta berhasil membawa mama


keluar dari rumah sementara waktu , alasannya mau ajak mama ke salon , biar


makin cetar membahana . aku tentu saja di ajak dong .  urusan pindah memindah resmi jatuh ke tangan


madam dan raisa , mereka meminta di belikan bakso pak ahoy sebagai upahnya .


“loh ini bukan jalan

__ADS_1


ke salon babyqueen difta “


__ADS_2