
****************
****************
“arrgghh”
Madam ragila ambruk
,sementara bi raisa terlihat shock.ada
apa ini? Apa mereka kerasukan?
“bi , madam , kalian
kenapa?’’
“non , non dandan?”
tanya bi raisa seraya takut takut memandangku
“iya dong, gimana ? ,
cantik gak bi?” tanyaku seraya menarik turunkan alis
“ehmm.. anu non...
“kaya mau kontes lohh
non,menor banget kaya abis di gebukin warga” celetuk madam ragila
“cius madam ?”
“ciuss , nonn”
“cius bi?”
“ciuss non” ujar bi
raisa mantap
Madam ragila
memberiku kaca yang selalu stay di kantongnya. alamaaakk. Sesak nafas
rasanya .
“cantik ah madam”
kilahku sambil berlalu . lantas aku berlalu ke kamar , siapa tadi beauty
blogger yang aku lihat sepertinya harus di kasih bintang 1 .
Dengan menggebu gebu
Gegas ku buka lagi laptopku yang tergeletak di meja tadi ,TURORIAL MAKEUP KONTES UNTUK ONDEL ONDEL” . wadawwww
Usai kejadian ondel
ondel itu aku semakin menyadari kalau aku memang tidak di takdirkan untuk
berdandan sendiri . sudahlah legowo aje ye kan
Drrrttt drtttt..
Mama mertua is
calling
“ivora lagi dimana
kamu nak?” suara dari seberang sana terdengar antusias sekali
“vora lagi di
betamart ma, lagi beli stok kulkas” sautku
“sama difta gak?”
“eee.. iya ma”
Sengaja ku berbohong
biar mama tidak banyak pertanyaan , padahal aku Cuma sendirian saja pake sepeda
malahan hehehe.
“oh , ini mama mau
ngabarin kalo mama sama papa mau lagi siap2 ke sana , mungkin satu jam lagi
sampai” sebaris kalimat mama sukses membuatku kalang kabut , aku harus
secepatnya sampai kerumah dan mengabarkan mas difta soal ini . es cream yang
sudah ku pegang ku kembalikan lagi ke tempatnya , dengan langkah terburu aku
segera membuka pintu dan menuju sepeda yang ku parkirkan di sebelah kanan toko
, tapi belum sempat aku mengayuh , sebuah tangan mencekal lenganku .
“mbakk , parkirnya
2000”
Karena tak mau berdebat
ku beri saja recehan yang kebetulan ada di saku , heran dari mana munculnya ,
padahal tadi aman aja kok tiba tiba ada kang parkir , dan aku baru tahu kalo
sepeda pun ada tarifnya , betul betul +62 ini .
“mas ... mas”
Tokk tokk tok , tidak
ada sautan dari dalam kamar mas difta
“mas difta , paket
nihh”
“permisi paket”
Ceklekk
Hadeehh , giliran
paket aja nongol ni es batu .
“mana paketnya”
ujarnya datar
“ini paketnya , boleh
masuk ?” ujarku sambil menunjuk diri sendiri
“gak”
Braakk . pintu di
tutup kembali
“yaelah gitu doang
ngambek , tuh mama ama papa udah otw mau kesini barusan ngabarin”
“APAAAA?’’
Kalang kabut kan lu
...
“kenapa gak bilang
dari tadi sih , jadi gimana?’’ ucapnya sedikit gugup
__ADS_1
“ya gimana “
“gimana ya”
“gimana”
“gimana”
“stopppp , ini gimana
?”
Ehh.. sontak kami menoleh ke
arah suara , disitu sudah ada madam ragila yang berdiri bersebelahan dengan bi
raisa dengan kostum andalannya celemek rosalinda.
“ini gimana non tuan
, stok di kulkas habis .hehehe” ujar bi raisa seraya nyengir , sementara madam
ragila hanya mengangguk mengamini ucapan bi raisah .
“yasudah kita belanja
sekarang “ putus mas difta akhirnya.
Akhirnya kami
berempat berangkat ke supermarket yang lumayan agak dekat dari rumah untuk
menghemat waktu .
“wah, tumben
belanjanya disini , mau ngeborong “ celetuk bi raisah
“iya bi mama mau
datang soalnya” sautku
Bi raisah pun ber oh
ria . setelahnya kami lanjut memilih bahan makanan yang akan kami beli. Lalu
kami pun berpencar ,bi raisah ke arah utara , aku ke arah timur , sementara
madam ragila ke arah selatan . dan kami akan bertemu di barat setelah menemukan
kitab suci sung go khong eh ? Please
jangan tanya mas difta kemana, sudah pasti dia lagi ngobrol sama patung di
depan .
agak lama memilah
milih bahan makanan akhirnya aku meluncur ke tempat pertemuan kami yang telah
ku tentukan sebelumnya . setelah melewati barisan perbumbuan tak sengaja mataku
menangkap bayangan kunti sedang melihat lihat beberapa bumbu di etalase , aku
penasaran apa yang sedang di lakukan tiwi disini , karena setauku dia tidak
pernah memasak bahkan ke dapur pun jarang . baru saja aku hendak menghampiri ,
tiba tiba tampak sesosok pria berdiri di sebelah tiwi ku perhatikan usianya
mungkin seumuran ayah . tapi itu siapa? Kalau keluarga besar pastinya ku kenal
. mereka tampak mesra bahkan pria tersebut merangkul pinggang tiwi kemudian
membawakan belanja yang ada di tangannya .
aku masih terpaku di
tempat sambil memegang ponsel yang ku pakai merekam sedari tadi , masih tidak
percaya dengan apa yang ku lihat tadi , lalu aku tertawa terbahak-bahak cieee tiwi main sama om om . hahahaha. Aku puas tertawa sampai
“kalau kerasukan di
rumah aja .malu di liatin orang banyak”
Aku menoleh heh , sejak kapan mas difta disini?í”
“maaf bapak ibu ,
istri saya belum minum obat hari ini” ujar mas difta ke kerumunan pengunjung
yang akhirnya ber oh ria berjamaah lantas membubarkan diri .
“ciee di akuin istri
, terima kasih suamiku hehe” ujarku menggoda mas difta
“diam , atau ku jitak
kepalamu”
“huu galaknya”
Lantas kami menuju ke
parkiran , karena 2R sudah menunggu disana rupanya . mungkin kelamaan
menungguku memata matai tiwi tadi .
“eh liat itu mba yang keabisan obat”
“iya kasihan ya
padahal mba nya cantik , suaminya juga ganteng”
“aku mau tuh gantiin
jaga mas nya hihihihihi”
Pantas saja telingaku
berdenging tadi , rupanya banyak yang sedang berjulid ria . ah gara gara mas
difta aku jadi di kira sedikit kurang waras . tiba tiba ide jahil terlintas di
kepalaku . ku hampiri 3 gadis belia yang membicarakanku tadi .
“BAAAAA”
“aing maung .
hargggghhhh”
Ku buat wajahku
seseram mungkin persis reog yang sedang mengamuk .
“aaaarrrgggggg”
sontak mereka kaget melihatku yang tiba tiba berdiri di belakang .
“to to looonggg” ke
tiga gadis tersebut tunggang langgang berlari entah kemana , sementara aku terkikik geli melihat mereka kocar kacir
seperti itu .
Tepat jam makan siang
sebuah mobil masuk ke pekarangan , siapa lagi kalau bukan mama dan papa mertua
di dalamnya. Aku memastikan lagi makanan sudah tersedia di ruang makan ,
setelahnya aku menemui mertuaku di depan . tampak pak choi tengah mengeluarkan
sebuah koper besar dari mobil mertuaku .
__ADS_1
Setelah berbasa basi
sebentar , aku mengajak kedua mertuaku tersebut untuk ke ruang makan .
“loh vo , difta mana?
Kok gak keliatan”
“ohh mas difta ada di
kamarnya mah , sebentar vora panggilkan” ujarku seraya beranjak dari kursi .
“di kamarnya? Emang
kalian gak satu kamar?
“eengg , itu di kamar
kami maksudnya mah heehe”
Aduhh gimana ini ,
tak mau meladeni mama yang tengah memandangku dengan tajam , aku bergegas ke
kamar mas difta , salahku sih tadi lupa mengabarinya kalo orangtuanya sudah
datang.
“mas mama sama papa
ada di ruang makan , mereka nanyain kamu” teriakku dari balik pintu
“apaa? Mereka sudah
sampai vo?”
“iyess”
“mereka gak tanya
macam2 kan?”
“belum”
“heh?”
Tak lama mas difta
bergegas menemui mertuaku di ruang makan , tak lupa dia menggandeng tanganku ,
mungkin untuk memuluskan sandiwaranya , entahlah .
“mas jangan kenceng2
pegangnya , nanti aku jatuh cinta repot loh” godaku
Sontak ia mendelikan
matanya menatapku , hihihi lucu sekali
“duhh pengantin baru
, pegangan tangan terus kaya mau nyebrang” celetuk papa
“ah papa dulu juga
begitu kan awal2 nikah maunya deket mama terus hihi” mama menggoda papa
“sudah , ayo silahkan
di nikmati makanannya “ ujar mama lagi
“kebalikk”
Lantas suara tawa
bergema memenuhi ruangan ..
“oh iya mama mau
nginep 3 hari disini , soalnya papa mau keluar kota , mama suntuk sendirian
dirumah”
Bluubbbbbb..
Ucapan mama sukses
membuat kami tersedak , ya ampuun gimana ini ?
“ mama seriusan mau
nginep?” mas tama memastikan lagi
“serius dong difta ,
tuh koper mama di ruang tamu”
Ku lihat mas tama
kesulitan meneguk air liurnya , lalu berbalik memandangku seakan meminta
persetujuan . ia berdecih kesal ketika aku hanya nyengir kuda sambil menaikan
bahu
“ta tapi mama mau
tidur dimana nanti?”
“apa maksudnya? ,
kamar dirumah ini kan ada banyak difta mama kan bisa tidur di kamar ujung sebelah
kanan itu ” mama sedikit kesal , kamaar
yang di maksud mama tak lain adalah kamar yang ku tempati saat ini.
“ee ehh iya mah ,
yaudah mama sama papa nonton tv aja dulu difta suruh bi raisa rapihin “ ujar
mas difta kemudian menarikku untuk berlalu .
“mama gak boleh tau
kalo kita tidur terpisah , cepet pindahin barang2 kamu” ujarnya setengah
berbisik
“aku ? mana bisa aku
pindahin sendiri mas , bisa potel tanganku “
“ya sudah , nanti
ajak bi raisah sama madam ragila” usulnya
“asiaaapp”
Setelahnya mas difta
kembali menemui mertuaku di ruang tv , tak lama papa mertua pamit berangkat keluar kota , rupanya papa hanya
mengantar mama saja sebelum akhirnya berangkat , mas difta mencari cara agar
mama tidak melihat saat kami memindahkan barangku ke kamar mas difta . setelah
segala jurus bujuk rayu di keluarkan akhirnya mas difta berhasil membawa mama
keluar dari rumah sementara waktu , alasannya mau ajak mama ke salon , biar
makin cetar membahana . aku tentu saja di ajak dong . urusan pindah memindah resmi jatuh ke tangan
madam dan raisa , mereka meminta di belikan bakso pak ahoy sebagai upahnya .
“loh ini bukan jalan
__ADS_1
ke salon babyqueen difta “