
...****************...
...****************...
makan malam yang sedikit suram itu akhirnya berakhir , kami di ajak ayah kehalaman belakang untuk ngobrol santuy ceunah , ayah tak berhenti memberondong pak tama dengan pertanyaannya yang absurd, sementara pak tama tampak dengan sabar melayani pertanyaan ayah , rupanya dia lumayan cair jika sedang berkumpul begini.
"ayah punya tebakan nih .. buah buah apa yang bikin ketawa "
"buah nyemplung di got , yah "
"salah"
" kalo kamu vo , apa ?"
"buah kepleset" sautku
"salah , yang benar BUAHHAHAHAHAHAHAHA" , saut ayah sambil tertawa cekikian , sementara kami hanya bengong kemudian ikut tertawa ,benar juga ya ..wkwkwk
Kulirik pak tama yang juga tampak tertawa lebar , sepertinya mulai meleleh es nya gaes..
"ehm , pak tama kok di panggilnya difta sih?"
"lohh , kok pak sihh, mas dong , kan udah suami gimana sih" ayah tampak protes terhadap ucapanku
"eh iya mas tama " .
"tama biasanya buat para kenalan aja yah, kalo orang terdekat manggilnya difta" ujar pak tama
"ohhhh" ...
baiklah mulai sekarang ku panggil mas difta aja . Kan aku yang paling terdekat ciyeee..
...***************...
Malam semakin beranjak , ayah dari tadi sibuk memberi kode agar kami segera masuk ke kamar . Ngebet banget pengen cucu kayanya.. Sesampainya di kamar mas difta tampak sedang memikirkan sesuatu , dari raut wajahnya ia tampak gelisah.. pasti gugup nih
"ivora , sebaiknya kamu jangan berharap lebih atas pernikahan ini . Kita melakukan ini bukan karena cinta , sebaiknya kita berjalan masing masing . Aku akan mencukupimu tapi tolong jangan campuri urusanku . Aku pun tidak akan mengurusi urusanmu "
nyessss....
Ada yang sakit yang entah di sebelah mana , pernikahan macam apa yang akan ku hadapi kedepan . ingin sekali ku jawab woy aku juga belum mencintaimu sapiiiii.
"ya terserah mas difta saja " ujarku nanar .
"dan selama disini aku akan tidur di sofa , minggu depan kita pindah kerumahku " ujarnya lagi .
kemudian suasana kembali sunyi . Hanya ada bunyi cicak sesekali terdengar . Ku lirik mas difta di sofa , dia masih sibuk dengan poselnya , apa mungkin dia punya pacar sebelum terpaksa menikah denganku? . Ah sudahlah , bukan urusanku juga . Aku mencoba memejamkan mata , semenit dua menit hingga sejam berlalu , sepertinya rasa kantuk benar benar hilang dari mata . ah aku lapar rupanya , Tadi aku cuma makan dikit karena malas melihat si kunti .
__ADS_1
aku berjalan secepat kilat menuju dapur , syukurlah di lemari masih ada stok mie instan kesukaanku ,bahkan di sebelahnya ada satu dus baru yang belum di buka , di kulkas pun sudah ada sayuran juga beberapa sosis yang sudah di iris , rupanya bi sum tahu benar jika aku sering lapar tengah malam begini. Duhh I love u bi sum . untung ibu belum sidak ke dapur , kalau beliau sudah sidak pasti dus mie instanku sudah lenyap kemana . harus segera ku amankan. aku mengetuk kamar bi sum dengan hati hati.
"bi .. Bi summ " ujarku setengah berbisik
Ceklek...
"iya non "
"Bi sum , lupa dus mie instannya masih di dapur nanti ketahuan ibu loh " ujarku seraya menyerahkan dus tersebut ke bi sum untuk di simpan di kamarnya.
"oalah non, bibi lupa , yaudah sini, non kalau laper tengah malem ketok bibi aja ya"
"siaapp" ..
ibu tidak suka jika aku sering memakan mie instan, makanya , di lemari biasanya ibu hanya menyisakan satu bungkus saja , itu pun seminggu sekali . Makanya aku sering kongkalikong dengan bi sum. Hehehe
...****************...
Aku kembali ke dapur untuk memasak , 3 bungkus mie instan sekaligus , tak lupa sayur dan sosis , serta cabai 10 biji , aromanya sungguh membuat perutku semakin meronta ronta , untaian mie seakan berteriak makan aku segera , makaan , makaann ....
Baru saja hendak menyuapkan mie instan ke mulu tepukan di bahuku membuat gerakanku seketika berhenti
"dooor ... O o w kamu ketahuan "......
"ii buu.. "
"ini buat mas difta bu" sahutku cepat .
"yakin buat difta? "
"i iya bu..... Daahhh" ..
Aku setengah berlari menuju kamar , sambil membawa mangkuk , selamat... Huhhs husshh hussh
...****************...
Tak terasa sudah seminggu menyandang status istri , ya istri abal abal pastinya.sore ini mas difta mengajakku pindah kerumah yang sudah ia siapkan untukku , hiks untukku ? Ngarep. Setelah berpamitan pada ayah ibu , dan juga semua penghuni rumah termasuk bi sum kami meluncur ke sebuah perumahan yang terletak di tengah kota tempat dimana kami akan memulai hidup baru berdua.
Sesampainya disana rupanya kami langsung di sambut oleh para pekerja mas difta. kemudian mereka memperkenalkan diri dan tugasnya masing masing dirumah ini .
"oalahh ayunee , semoga betah disini ya non , saya Bi rai
ujar wanita paruh baya tersebut seraya meraih tas yang ku pegang , aku sedikit sungkan , karena biasanya aku selalu membawa barangku sendiri.
"di sebelah sana kamarmu " ujar mas difta seraya menunjuk ke arah ruangan di sebelah kiri di lantai 2 rumah mewah tersebut. Aku mengangguk mengerti lantas masuk ke ruangan yang di sebutkan , sementara mas difta ku lihat berbelok ke arah ruangan sebelah kanan , ah rupanya itu kamarnya.
Tak lama ponselku berdering..
__ADS_1
"halo nak , kalian sudah sampai di rumah difta ? " terdengar suara lembut mamah mertuaku di ujung sana
"sudah mah , baru saja tiba "
" difta mana nak ? Mamah mau bicara "
"mas difta ada di kamarnya mah "
"APA ? Dikamarnya ? Terus kamu di kamar mana ? Kalian gak sekamar ? Haduhhh " ujar mamah fira panjang lebar , seketika aku baru sadar bahwa aku udah salah berucap.
"ee eemm , maksudnya di kamar kami mah , ini ivora lagi di kamar bi rai " sahutku asal menyebutkan nama , toh aku baru hafal bi rai saja.
"yasudah mamah telpon difta dulu "
Tuuuutttttt...
Door .. Dorr ... Dor..
"ivora , kamu ngadu apa ke mamaku ?" teriakan mas difta terdengar dari arah pintu. sebaiknya aku pura pura pingsan saja. Malas ribut
"ivora .. Ka - mu "
Suara mas difta terdengar berbarengan dengan pintu yang terbuka , aku terus memejamkan mata , sengaja aku tiduran di karpet bawah tempat tidur biar meyakinkan. Hehehehe.
"voo , voo, kamu pingsan ?" .. Ada nada panik di suaranya mas difta. Setelahnya Hanya itu yang terdengar olehku , karena setelahnya aku malah tertidur pulas. ni nih keuntungan dari *****.
Aku terbangun ketika jam menunjukan pukul 00.05. entahlah siapa yang memindahkanku ke atas kasur, karena saat ini aku sedang berbaring dengan selimut di badan. Sungguh aku gerah dan lapar . apa disini ada i*d*mie ?
Dengan langkah gontay aku menuju kamar mandi , aku sedikit terpana rupanya perlengkapan mandi ku pun sudah di siapkan di rumah ini , andai saja kami menikah dengan cinta pasti indah sekali rasanya.....
...****************...
Aku hampir kebingungan mencari dapur di rumah ini, sudah 2 kali nyasar , sementara cacing di perut sudah tidak mau berkompromi, akhirnya aku pasrah duduk di bawah tangga sambil bernego dengan perut.
"non"
"Aaa.. Bi raisaaaaaa.. Alhamdulillah " ujarku , ku peluk bi rai dengan erat , entah mengapa aku bahagia sekali rasanya
"non udah siuman?"
"iya bi , dan sekarang saya laper " ujarku sambil mengelus perut.
"ya ampun non.. Kan tinggal telpon saja , yasudah bibi siapkan makanan , non ke kamar aja nanti bibi anterin " ..
"hiikkkss , iya bi .. terima kasih " aku sedikit terharu.
Emang yee kalo lagi laper tuh rasanya sensitif banget , ada yang pengennya marah aja alias rese ada juga yang baperan jadi mewek aja....
__ADS_1