Simak Sempana

Simak Sempana
Bab 3


__ADS_3

Lina sempat menyampaikan pendapat


bagaimana caranya untuk melakukan


peningkatan dalam kehidupan pada


Putri. Putri mengaku tidak paham


maksud dari Lina namun ia hanya


mengiyakan perkataan Lina.


Hingga waktu menunjukkan pukul 11 malam,


mereka masih membicarakan bagaimana


caranya menemukan pelaku pembunuh


adik Ira meskipun sudah ada pelaku yang


tertangkap dan mengakui kejahatannya namun naluri Lina tetap mengatakan hahwa pelakunya salah tangkap.


Lina sebenarnya sudah mulai tidak


kuat menahan kantuk dan memang


harus menyiapkan banyak hal


untuk pekerjaannya besok namun ia


menguatkan diri untuk mencari jalan lain


menuntaskan progressnya.


Banyak hal yang ia pikirkan mulai dari


pekerjaan, menghubungi ayahnya


mengenai kehidupan kedua adiknya yang


masih ingin diberi kasih sayang namun


hubungannya dengan sang Ayah memang


Tidak baik, hubungannya dengan sang


pacar hingga kehidupan Ira.


Dirinya harus mengeluarkan jurus jitu


untuk menghadapi segala polemik


yang terjadi. Ia dengan semangat


mengeluarkan buku catatannya untuk


menyusun strategi dengan dibantu Putri.


Lina menanyakan apakah besok Putri


berangkat pagi karena adanya tes


seleksi penerimaan calon tentara karena


kebetulan Putri merupakan bagian dari


anggota yang menyeleksi namun Putri


mengalakan bahwa ia tetap melaksanakan


Tanggung jawabnya sesuai jadwal yang


ditentukan.


Semua akan berlalu dan ia


sudah mengerahkan kepada tenaga dan pikirannya untuk membantunya menghadapi


anak-anak yang mengikuti serangkaian tes tersebut. Seharusnya Lina menganggap Putri


sebagai kakaknya namun kadang kala


lidahnya dan pikirannya sejalan tidak


mengatakan kata seperti kakak kepada


orang yang lebih tua.


Namun dari Putri sendiri tidak mempermasalahkan hal tersebut karena mereka memang sudah berteman baik meski perbedaan umur mereka agak jauh tapi tidak membuat hal tersebut terasa canggung.


Jika dilihat dari jalan cerita bagaimana


caranya mereka tergabung menjadi


sahabat, Lina dipertemukan pada satu


acara seminar yang menghadirkan public


figure terkenal.


Dari saling malu-malu namun penasaran terhadap pribadi Putri yang bar-bar, Vera yang kalem, dan Ira yang lerlihal lidak punya banyak masalah dan mudah tersenyum membuat Lina luluh untuk mengenalkan diri, bercerita dan bertukar pesan satu sama lain.


Dari Lina dan Ira yang saat itu masih


berstatus sebagai siswa SMA namun


berbeda sekolah, Putri yang pada saat


itu sudah menjalani pelalihan sebagai


calon tentara hingga Vera yang telah


melanjutkan studi di Perguruan


Tinggi inilah mampu membentuk


pertemanan yang solid meskipun berbeda


latar belakang.


Dari mereka semua, Ira yang paling

__ADS_1


termuda karena dulunya Ira pernah


mencicipi bangku akselarasi jadi usia


Lina dan Ira terpaut dua tahun.


Lina merasakan adanya kesenjangan emosional terhadap Ira karena Ira itu cerdas, baik, pintar dan humoris. Kenangan yang


indah tersebut tetaplah menjadi memori


yang tersimpan dalam hatinya meskipun


kenyalaan telah memudarkan kenangan


manis tersebut.


Keadaan mengubah segalanya. Berbagai


upaya dilakukan oleh ketiga sahabat ini


untuk menyembuhkan Ira namun tetap


saja belum menemukan jalan keluar.


Dari konsultasi mengenai pemulihan


saraf pada tempurung kepala hingga


berobat ke Jerman sudah dilakukan dengan harapan Ira bisa melanjutkan aktivitasnya seperti biasa namun pihak keluarga Ira sudah terlebih dahulu melakukan hal tersebut namun upaya mereka gagal.


Lina sudah diberitahu oleh salah satu


paman dari Ira bahwa pihak keluarga Ira


sudah mengusahakan betul mati-matian


kepada Ira dibawa pada ahli di bidang


luar medis atau pengobatan alternatif


tapi tetap saja itu tidak mampu


menyembuhkan Ira.


Lina saat ini memaklumi kondisi Ira dan


keluarganya karena ia tahu bahwa Ibunda


dari Ira menutup rapat permasalahan


ini agar tidak mengguncang batin untuk


kesekian kalinya. Ibunda Ira melarang


Lina, Putri dan Vera untuk sekedar


menengok maupun menjenguk di rumah


sakit, pasti dibalik itu ada alasan yang kuat.


Putri sudah memberi rencana bahwa


untuk melakukan upaya mengumpulkan


yang di penjara mengakui bahwa bukanlah pembunuh adik Ira. Mereka hanya


mempunyai insting untuk membuktikan


bukan bukti nyata untuk dihadirkan pada


khalayak ramai.


Jalan terbaik adalah melakukan


penyelidikan secara mandiri dulu


baru menuntaskan kasus hingga ke


akar-akarnya. Lina dan Putri sudah


tidak mampu menahan kantuk dan ingin


pulang, akhirnya mereka melancarkan


rencana itu melalui media pesan.


Sesampai dirumah, Lina hanya bisa


mengernyit sesaat sang pujaan hati


memberi pesan suara mengajaknya


untuk datang pada acara ulang tahun


keponakannya. Namun ia masih belum memberi jawaban pasti, apakah ia datang apa tidak. Fokusnya untuk pekerjaan dan jalan hidup Ira.


Suasana rumah telah hening dari suara


riuh adiknya. Hanya terdengar suara


televisi yang menguar. Melihat kedua


adiknya telah tertidur pulas dengan


nyenyak membuat Lina tidak mampu


membendung rasa harunya, mereka


telah bersama-sama melewati proses


kehidupan yang kompleks.


Bahkan sang Ibu yang sudah sepatutnya


mendapatkan pendamping hidup lebih


memilih televisi sebagai pasangannya


ketimbang mencari pengganti suami yang


pernah menduakannya.

__ADS_1


Lina belum bisa membaca pikiran sang


Ibunda apa yang dipikirkan setelah lbunya


digugat cerai Ayahnya saat itu dan tidak


berselang lama Ayahnya malah menikahi


Ibu tirinya, dalam hati Lina dia merasa


kesal dan tidak berharga dilahirkan


sebagai anak dari Ayahnya.


Lina ingin bertanya perasaan Ibunya


bagaimana melihat kehidupan sang


mantan suami yang tiba-tiba menyuruh


dirinya dan kedua adiknya untuk tinggal


bersama dengan keluarga baru Ayahnya, apakah ibunya tidak terima atau ibunya


sukarela menyerahkan pilihannya kepuda


anak-anaknya.


Namun belum ia ingin mengajak sang


Ibu bicara, Ibunya telah mendahului


dan mengatakan apa yang sedari tadi


ia pikirkan.


Ibunya berujar bahwa Ayah Lina menemuinya dan mengatakan rasa rindu terhadap anak-anaknya dan harapannya anak-anaknya tidak lagi menjaga jarak dengan Ayahnya yang semakin lama bertambah tua dan tidak


seproduktif dahulu.


Lina meringis akan sikap ayahnya, disaat


tertimpa kesusahan dan kesedihan


seperti ini Ayahnya mengingatnya dan


kedua adik Lina sedangkan dahulu Lina


sudah mengusahakan agar adik-adiknya


mendapat kasih sayang yang tulus


dari sang Ayahnya tanpa mendapat


iming iming imbalan seperti harta


maupun warisan Ayahnya.


Aneh pikirnya kenapa Ayahnya baru ingin


menemuinya disaat mereka sudah paham


betul keburukan Ayahnya. Dahulu Lina telah bersusah payah menghubungi sang Ayah yang telah pergi keluar negeri untuk menetap di sana lebih lama tanpa memberi kabar kepada dirinya atau setidaknya keluarga besar Ayahnya.


Ayahnya menghilang disaat


salah satu adiknya merintih kesakitan memanggil Ayah mereka, Lina tidak mampu mengabulkan permintaan sang adik.


Mencari alamat rumah alau kantor ayah


maupun ibu tirinya, menghubungi pihak


keluarga Ibu tirinya, mencari kenalan


yang mengenal dekat keduanya sudah


dilakukan namun tetap saja seperti ada


yang menghalangi dirinya untuk menemui Ayahnya termasuk kakak tirinya yang telah sukses menjadi pengusaha di waktu sekarang.


Sosoknya wira-wiri di sosial media dan


sempat menjadi model bagi majalah


karena kebugaran tubuhnya dan


kesuksesan dalam menjalani bisnis.


Memang tampan tapi sikapnya perlu


dibersihkan dari kedengkian karena saat


Lina bertatap muka dengan kakaknya atau sekedar basa-basi, laki-laki itu memasang wajah masam, jutek dan membuatnya emosinya naik seketika.


Ibunya Lina berujar tidak ada salahnya


menemui Ibu tiri dan kakak tirinya dan


serta pula adik tirinya untuk sekedar


mengetahui kondisi kehidupan mereka seperti apa.


Lina mengurungkan keinginannya


untuk menanyakan hal sepele seperti itu


kepada Ayahnya karena Ayahnya sibuk


mengejar karir dan membahagiakan


keluarga barunya.


Ibunya memohon agar Lina memikirkan dengan baik mengenai pertemuan dirinya


dengan keluarga baru Ayahnya sembari


memikirkan apa yang ia lakukan dihadapan mereka.


Dia berniat melakukan sesuatu hal untuk


pertemuan istimewa dengan orang-orang

__ADS_1


di sekeliling Ayahnya setelah


bertahun-tahun lamanya tidak berjumpa.


__ADS_2