
karin yang mendapatkan telpon baru sebagai ganti rugi dari telpon yang di rusak oleh bosnya itu tercengang melihat Telpon keluaran terbaru yang terbilang sangat mahal itu .
" Gila , apa gaa salah itu orang ganti dengan ini . ini mah kelewatan bagus buat akunya " Kata karin masi memblok balik telpon genggam yang baru saja ia terimah .
Tapi tetap saja karin merasa senang mendapatkan telpon baru dan seketika mood yang jelek menjadi bagus seketika .
Karin yang mencoba telpon barunya dengan mengambil selfi dirinya sebanyak banyaknya dengan berbagai gaya yang mengemaskan .
Dan ada seseorang yang tersenyum senang melihat hasil selfi karin yang menurutnya mengemaskan
" Cihhh , gadis itu " Kata leo sambil mengecek foto foto yang diambil oleh karin "
Leo yang rupanya sadap telpon baru karin yang langsung terhubung dengan telpon genggamnya , dan apapun yang dilakukan oleh karin dengan telpon genggamnya itu leo mengetahuinya , apapun itu .
Karin yang masi asik dengan telpon genggamnya itu tanpa menyadari leo sudah berdiri di hadapan mejanya dan karin masu asik berselfi ria dengan telpon barunya
" Hemm ..
karin yang mendengar suara itu berbalik melihat siapa orang yang menganggu selfienya seketika karin berbalik kaget bukan main karin langsung berdiri dan menunduk hormat
" Maaf pak , ada yang bisa saya bantu " Kata karin gugup karena ketauan tidak berkerja wajah karin memerah menahan malu yang amat.
" Sudah berfotonya , ini sudah jam brapa apa kau mau sampai malam di situ untuk berselfi " Kata leo dengan pandangan dinginnya .
__ADS_1
Karin yang tidak menyadari jam sudah menunjukan jam pulang kantor itu tertunduk malu dan sekali meminta maaf akan kelalaiannya .
" Cepatlah bersiap , ayo pulang aku akan mengantar mu " Kata leo sambil kembali masuk keuangannya mengambil tas kerjanya
karin yang mendengar itu heran dan cukup kaget mengapa bosnya mau mengantarnya pulang ,
" Ayo cepat " Kata leo yang sudah kembali kehadapan karin
" Baik pak " kata karin yang terburu buru memungut barang barangnya itu dan segera menyusul leo yang lebih dulu melangkah menuju lift
• Rumah Kerin
" Kaa , deddy sakitnya tambah parah sepertinya kita harus segera membawa deddy berobat kk " Kata dika adik karin yang saat ini menemani karin untuk makan makan malam buat deddy
Karin yang mendengar itu tertunduk , ia bingung bagaimana ia mengumpulkan uang demi pengobatan Deddy nya , sebenarnya ia kesian melihat Deddy terbaring sakit dikamar .
" apa sebaiknya kita jual saja motorku kk lumayan kan untuk biaya pengobatan deddy " Kata Dika
" Jangan , kau jangan memikirkannya biar kaka yang urus itu kau fokus saja di sekolahmu " kata karin menatap serius dika adiknya
" Baiklah kk " Kata dika memeluk tubuh kakaknya
• Perusahaan Alexandre
__ADS_1
Jam kantor sudah menunjukkan pukul 10.00 Karin sudah sibuk dengan pekerjaannya sebagai sekertaris leo .
tetapi pikiran karin terpecah ia terkadang tidak fokus dan selalu memikirkan bagaimana ia bisa mendapatkan uang secepatnya untuk biaya pengobatan Deddy nya .
Kring 📠
" Siang pak , ada yang bisa saya bantu " Jawab karin lembut
" Kesini cepat " Kata leo yang menghubungi karin itu
" Ba... " panggilan sudah terputus sebelum karin menjawab
" ihhh kebiasaan bos mah bebas " Gerutu karin dan segera berdiri dan pergi keruangan leo
toktoktok...
" Masuk " Kata leo
" Maaf pak ada yang bisa saya bantu " Kata karin sopan dan menatap bigbos tampan itu
" ada apa denganmu laporan yang kau kerjakan dari tadi salah , apa kau sudah lelah bekerja bersamaku " Teriak leo memarahi karin
" Maaf pak , " Kata karin tertunduk takut
__ADS_1
" maaf , akan saya kerjakan ulang maaf atas kesalahan saya
" Baik pak " kata karin gugup dan tanpa sadar air matanya jatuh dan leo sekilas melihat itu entah mengapa ada rasa bersalah sudah memarahi karin seperti itu .