SIMPANAN PAMAN TAMPAN

SIMPANAN PAMAN TAMPAN
BAB 9


__ADS_3

Leo dan karin sampai di tempat di mana biasanya leo menghabiskan waktu senggangnya , menenangkan pikiran dari masalah perusahaan .


" Tempat apa ini ? kata karin heran melihat sekeliling pantai yang ada di hadapannya


" ikut aku , " kata leo berjalan duluan dihadapan karin


" Apa kau akan membunuhku dan menenggelamkan ki haa ?" kata karin takut dan masi berdiam disisi mobil sport putih milik leo .


" maafkan aku bos atas kesalahanku maaf aku mohon " kata karin memohon yang takut di habisi oleh besoknya sndiri .


" banyak omong , ayo ikut saja " Kata leo dan kembali kehadapan karin dan menarik tangganya itu membawanya di dekat kursi yang ada di pantai itu.


" Aku bosan bekerja dan temani aku disini untuk bersantai sebentar " Kata leo mendudukkan dirinya di kursi didekat pantai .


Karin yang mendengar , sedikit lega dan mencoba untuk santai didekat leo dan ikut duduk juga di kursi yang diduduki oleh bosnya itu .


Karin dan leo cukup lama terdiam , menikmati dinginnya angin laut dan suara suara ombak , leo yang memejamkan matanya tanpa sadar menyandarkan kepalanya di bahu karin .


Karin yang mendapatkan bosnya menyandarkan kepalanya bahunya cukup kaget tapi tidak berani menegur .


" aduh bos apa-apaan ini sabar Karin sabar " batin karin .

__ADS_1


karin yang juga menikmati Susana jadi tidak nyaman .


" oh tidak , jantungku mulai lagi ,kenapa pake acara nyendar segala si bos . semoga ia tidak mendengar detak jantungku , tenanglah karin tenang " Kata karin mencoba untuk tenang dan membiarkan kepala bosnya itu bersandar di dirinya .


Untuk waktu beberapa lama leo dan karin masi menikmati suasana pantai yang damai itu , sehingga suara telpon yang menggangu . Sehinga menghentakkan kecanggungan karin.


" Pak , pak Leo bangunlah , telpon anda berbunyi " kata karin sopan membangunkan leo yang tertidur di bahunya .


" bangun lh pak tolong bahu saya sakit ni. " batin karin


Leo yang mendapatkan tepukan kecil dan mendengar suara gadis yang ada di sampingnya tersadar dan menegakkan badannya lagsung .


" pegelnya , " kata karin juga mengerahkan badannya yang kaku .


" Bukanya bilang terimah kasi malah marah marah dasar Paman musim sialan " Batin karin kesal mendengar kata leo barusa .


Leo yang melihat kearah karin diam memperhatikan wajah cantik karin yang sibuk meregangkan badannya akibat ulahnya yang tidak sengaja tertidur di bahu karin .


Telpon yang ada di saku jas leo tak henti hentinya berbunyi , menganggu leo yang sedang memperhatikan karin yang ada di hadapannya.


" Menganggu saja " Kesal leo dalam hati dan mencoba mencari dimana letak teleponnya berada

__ADS_1


" ada apa ? kata leo menjawab sambungan telpon itu


" ... "


" tidak usah banyak tanya , aku tidak akan mau hadir , aku sibuk " Kata leo dengan raut wajah kesalnya dan suara dinginnya


"..."


" jangan menggangguku " Kata leo kesal dan langsung mematikan sambungan telpon itu dan segara men nonaktifkan telpon genggamannya itu


leo dan karin kembali menatap kedipan dan menikmati deburan ombak yang ada dihadapannya dengan hati yang canggung


kriiukkk , suara yang tiba tiba memecahkan keheningan diantara mereka.


" Ohh shittt pake acara bunyi lagi bikin malu , sumpa malunya mau ditaruh di mana mukaku , semoga dya tidak mendengarkan " Batin karin gelisah setelah suara perutnya berbunyi keras wajah cantiknya memerah menahan malu .


Leo yang mendengar itu setenga mati menahan tawanya , ia tau wanita yang ada disampingnya saat ini menahan malu akibat perutnya yang berbunyi .


Leo tetap memasang wajah tegas dan dinginnya seakan akan tidak mendengar suara perut karin , berdiri dan berjalan meninggalkan karin yang bingung melihatnya bosnya meninggalkan dirinya tanpa kata .


" selamat " Batin karin dan ikut berdiri dan berjalan dibelakang leo .

__ADS_1


__ADS_2