
Suasana kamar hotel berubah mencekam menurut Karin ia betul-betul sesak untuk sesaat.
Leo yang masi menatap Karin lekat menatap dari ujung rambut sampai bawa. Karin yang dipandang semakin tunduk takut.
" masuklah dulu itu ada kamar untukmu " kata Leo
" Tapi tuan " kata Karin lagi
" Leo panggil aku Leo tidak pake pak Atau tuan " kata Leo tegas sambil melipat kedua tangannya di dadanya.
" tunggu lh kau ingin bicara sesuatu kan, dan ikuti apa yang aku perintahkan " Leo dingin
" baiklah Leo " kata Karin lemah.
Jantung Karin semakin berdetak hebat. ditambah bosnya masi menatapnya dengan tampilan bosnya masi mengunakan handuk.
Ia tidak dapat mengangkat wajahnya itu melihat apa yang ada dihadapannya. Ia malu pipinya bertambah merah apabila memikirkan tentang bosnya.
" masuklah aku akan Memesaankan kau makan, kau pasti belum makan kan " kata Leo berbalik dan berjalan ke arah meja kerjanya untuk menghubungi pelayanan hotel .
Karin yang semakin gugup dan bertambah gugup cukup pasrah atas perintah bosnya itu.
Ruangan tidur bernuansa Putih dah keemasan persis kamar raja-raja lainnya yang Karin tau.
__ADS_1
" wahh, berapa kira-kira biaya untuk hotel itu " batin karin menatap seluruh ruangan hotel mewah itu.
Tak selang beberapa menit Leo sudah masuk dengan tampilan agak mendingan Ia mengunakan kimono Mandi untuk menutup tubuh indahnya.
" ufff setidaknya aku bisa fokus " batin karin menatap lelaki yang masuk kedalam kamar yang karin berada .
" duduklah, dan katakan apa yang kau mau " kata Leo Mendudukan dirinya di sofa kamar tersebut
Karin masi sungkan untuk duduk di hadapan bosnya hatinya semakin berdetak kencang mulutnya tertutup rapat diam Ia Binggung untuk memulai dari mana.
" cepat " kata Leo menatap lekat wajah cantik gadis dihadapannya.
Karen duduk dihadapan Leo menunjukannya hormat kepada Leo sebelum Ia duduk.
" Maaf sebelumnya apa saya boleh meminta bantuanmu Leo " Kata Karin memberanikan diri untuk berbicara tanpa ada basa basi.
" Katakan " kata Leo
" Saya membutuhkan biaya untuk orang tua saya, saya ingin meminjam uang " kata Karin semakin kecil suaranya.
" Berapa yang kau butuhkan " kaya Leo lagi Leo menatap gadis cantik yang ada dihadapanya.
" 500 juta untuk biaya rumah sakit dan biaya adik saya " kaya Karin sudah meneteskan air matanya.
__ADS_1
" Baiklah " kata Leo lagi
Seketika Karin membalas tatapan Leo . menatap mata indah lelaki yang sudi menolongnya itu.
" Tapi itu tidak ada yang cuma-cuma karin " kata Leo seketika dengan pandangan serius dan tajam.
Karin terdiam memikirkan apa yang akan Ia bayar nantinya apabila meminjam uang kepada bosnya.
Ia cukup sadar diri akan ini. Ia sudah menduganya dan Ia akan sangkupi apapun itu.
" Saya akan menangung semua rumah sakit dan biaya hidup adekmu tapi dengan syarat " kata Leo dingin
" saya siap dan apa syaratnya " kata karin telannya sudah kuat untuk bisa membuat deddy dan adeknya bahagia.
" Jadi kekasi saya dan Simpanan saya " kaya Leo menatap lekat mata karin melotot sempurna air mata karin kembali keluar.
" Gimana " kata Leo lagi.
" Kenapa bapak mau bersama saya " kata karin memberanikan diri.
itu cukup terkecut akan permintan bosnya itu. Bosnya mau bersama seorang gadis bukan dari kalangan atas.
Hidup betul-betul membuat karin harus merelakan apa yang ia inginkan.
__ADS_1