
Sepanjang jalan Karin berpikir apa yang akan ia bicarakan pertama kali bersama bosnya.
Setiap langkah kaki Karin pikirannya penuh oleh apa yang terjadi kepada orang tuanya.
ibu Meniggalkan dirinya pergi bersama selingkuhan dan meninggalnya ayah yang sakit dan adek yang masi harus banyak biaya sekolah.
Hidup karin betul-betul hancur setelah apa yang dedynya alaminya. ia tidak tau harus hidup seperti apa kalau ditinggal oleh orang tua satu-satunya .
Adenya juga pasti membutuhkan perhatian khusus.
Perjalanan dari rumah sakit ke hotel queen City lumayan membuat kari banjir keringat. kaos polos putih sudah setengah basah oleh keringatnya .
Rasa cape hampir menutupi rasa lelah hatinya. Karin yang berjalan masuk kedalam hotel menuju resepsionis untuk menunggu seseorang untuk menjemputnya.
" aku seperti ****** " batin Karin gelisah.
Ini kali pertama ia menginjakkan kakinya ke hotel mewah setelah hidupnya berubah.
" permisi nona Karin " sapa resepsionis sopan
" iya betul " kata karin semakin gelisah.
" Pak leo sudah menunggu, silakan ikut papa yang menuju kamar yang sudah di siapkan " kata resepsionis
__ADS_1
" baik " kata Karin
" ufff, semangat " kata Karin menyemangati diri sendiri.
lif khusus CEO yang Karin lewati. tidak ada yang tahu bahwa hotel yang saat ini ia pijak adalah milik bos dinginnya.
Gaya dan suasana hotel tersebut juga menambah kesan mewah hotel tersebut. Tema kerajaan sam emas menambah daya tarik hotel tersebut.
Leo membuat hotel ini untuk bisa punya tempat berlari tanpa diketahui oleh orang tuanya.
Ia sungguh bosan dengan kehidupan yang sekarang . apa lagi paska perjodohan dengan Wilo ****** satu itu. ia betul-betul marah.
...
ROOM KING
Nama yang ada didepan pintu kamar tersebut yang bisa terbuka dengan sensor mata pemiliknya .
TingNong " Bel pintu kamar
" kau boleh pergi " kata seseorang dibalik pintu kamar setelah pemilik melihat siapa yang ada dibalik pintu kamar yang ia lihat melalui layar besar yang ada di hadapnya.
" Ohyaa kunci lantai ini jangan ada yang memasuki lantai sebelum aku memerintahkan nya " kata tegas lelaki itu.
__ADS_1
" baik Tuan king " kata pelayan yang bertugas mengantar Karin. Dan segera mengundurkan diri.
Karin yang mendengar suara lelaki itu. suara bos dingin yang ia selalu sebut paman itu membuka pintu dengan tampilan mengunakan handuk dan setengah telanjang .
Tubuh tinggi sempurna ditambah perut yang terbentuk sangat sempurna rambut yang masi setengah kering wajah yang segar dan sangat tampan. seketika membuat kari Terbengong atas ketampanan yang dilihatnya secara langsung.
" Lap liur mu " kata leo dingin
Karin yang tersadar akan Jitakan yang diberikan bos nya seketika tersadar akan dari kekaguman bosnya.
" aww, sakit " kata Karin dengan pipi merah bak tomat dengan mata melotot gemas
" mengemaskan " kata leo cukup kecil tapi dapat didengar oleh Karin.
" iya saya tau " kata karin PD habis.
" Apa saya boleh masuk " kata karin lagi
Leo yang masi memasang wajahnya dinginnya mengebor tubuhnya untuk mempersilakan sekertaris nya masuk.
Karin yang mengerti langsung menggerakkan kakinya memasuki kamar hotel bosnya itu.
" Wahh putih dan abu, terlihat mewah sekali " kata Karin kagum dengan ruangan kerja pertama kali ia lihat itu.
__ADS_1
Tv sebesar tembok dan dan meja kerja super duper mewah tumpukan dokumen , komputer mahal menghiasi meja kerja