
• Keesokan paginya
" Pagi ini hari pertamaku bekerja semangat " Kata hati karin menyemangati dirinya sendiri .
" ayo ka aku antar ? sekolahku dan tempat kaka kerja searah " Kata dika menawarkan diri
" ok , ayo dika aku juga buru buru hari ini pertama aku mulai kerja " kata karin bergegas bersiap siap untuk berangkat kantor
Penampilan karin dengan gaya wanita kantor dengan rambut di ikat ekor kuda tinggi menampilkan leher jenjangnya yang indah
" kaka cantik sekali " kata dika terpukau dengan penampilan karin hari ini
" jelas kakakmu ini cantik , kau baru sadar " kata karin PD
" mulai dehhh , Pdnya kambuh " kata dika dengan menatap karin dengan pandangan malas
" hahaha ayo , aku mau pamit dulu dengan deddy kau tunggulah " kata karin
Beberapa menit kemudian
Karin yang sudah bersiap dan sudah berpamitan dengan Deddy nya itu segera menuju depan rumah dimana dika dengan motor sport merahnya menunggu dirinya .
" ayo , aku takut terlambat ngebut yh " kata karin sambil menaiki motor sport dika .
" siab bos " kata dika menyalakan motornya dan segera menjalankannya setelah karin duduk diatas motor .
...
• Lobi Kantor
Karin yang memasuki lobi kantor Alexandre itu banyak pasang mata menatapnya dengan kagum dengan wajah cantik dan penampilan karin .
Karin yang berjalan menuju life tidak sengaja bertemu dengan lelaki tampan.
__ADS_1
" Hay paman , kita ketemu lagi " Sapa karin setelah memperhatikan wajah lelaki yang ada di sampingnya saat ini dengan wajah polosnya .
Leo Alexandre jarang menampilkan wajahnya di depan umum , orang yang dingin dan tegas dalam bekerja .
Dan sepertinya karin tidak tahu kalau lelaki yang di Panggilnya paman itu adalan bigbos perusahaan saat ini bekerja .
Leo yang mendengar sapaan sok agrap karin memandang tajam kearah karin dengan pandangan tidak suka mendengar karin menyebutnya paman.
" Gadis kecil ini " Batin leo tapi tetap memasang wajah garangnya dan tatapan mata dinginnya
" Paman kerja di sini juga , wahh mari berteman ? " tawar karin sambil menawarkan jabat tangan.
" apa aku setua itu kau panggil paman ? " Tanya leo dengan tidak membalas jabat tangan karin dan tambah menajamkan tatapan matanya itu .
" tidak , paman tidak tua tapi tampan " Kata karin polos.
Wajah tampan leo seketika memerah malu mendengar pujian karin yang menampakan wajah polosnya dengan sedikit tidak wajar karin memuji wajah tampan leo .
" lucu " kata hati leo melihat wajah dan senyum manis karin.
Leo tipe orang yang susah diajak ngobrol , entah mengapa ia mau saja berbicara dengan sosok gadis dihadapannya , entah mengapa debaran jantung leo berdetak kencang entah getaran apa itu ia sendiri pun tidak tahu.
" oh shitt , sepertinya jantungku bermasalah , aku harus membuat jadwal pemeriksaan kesehatan sepertinya " kata hati leo sambil berjalan meninggalkan karin , ia sangat tidak tahan berdekatan dengan karin karena detak jantungnya berdetak kencang.
leo yang biasanya bersikap cuek dan dingin memiliki segudang wanita yang rela mengorbankan dirinya sendiri demi untuk ditiduri oleh seorang leo.
dan leo dengan senang hati menerimanya dan tanpa harus memberi kepastian kepada para wanita itu , ia harus harus menuntaskan gairahnya dan setelah itu ditinggalkannya dengan segepok uang.
" Idih , dasar Paman es sombong sekli cihhh " kata karin kesel melihat sikap cuek leo terhadap dirinya.
" Menarik " kata hati leo berjalan memasuki life khusus .
Karin yang melihat leo memasuki life ikut masuk juga kedalam life tanpa tahu bahwa itu kesalahan karena memasuki life khusus CEO.
__ADS_1
Leo yang melihat karin masuk kedalam life khusus itu menatap tajam kearah karin.
" paman kenapa ? tidak suka satu life bersama ku ? tanya karin polos setelah melihat tatapan mata loe tajam .
leo yang mendengar ocehan gadis kecil itu cuma diam dan menahan kesal mendengar sebutan paman untuk diri nya
" gadis ini harus diberi hukuman sepertinya " kata hati leo dengan senyuman remenya .
Leo yang diam dan berbalik arah kehadapan karin berjalan perlahan dan segera menarik karin dalam dekapannya dam mencium paksa bibir merah karin.
Karin yang mendapatkan serangan dadakan itu terdiam mematung dibuatnya ia binggung harus bereaksi seperti apa.
setelah beberapa menit ciuman yang diberikan leo itu berhenti dan agak menjauh dari wajah karin yang sudah memerah menahan malu atau marahnya .
" dasar paman mesum sialan , bajingan ciuman pertamaku ? kata karin geram dengan sikap lelaki mesum dihadapannya
Leo yang mendengar umpatan karin entah mengapa ia sangat bahagia mendengar bahwa ia orang pertama yang mencium bibir gadis itu .
" itu hukuman karen kau telah memanggilku dengan sebutan paman " kata leo santai dan kembali bersikap cuek terhadap karin .
Karin yang kesel bukan main melihat sikap leo yang kembali cuek setelah mencium bibirnya itu tak henti hatinya mencaci maki loe .
leo yang tersenyum mendengar umpatan cacian dari gadis kecil ini diam dan tetap mengacuhkan karin yang mengomel ngomel itu.
" berisik " kata leo dan keluar dari life stop dilantai 50
Karin yang melihat leo keluar life kesel buka main dan mencoba mengejarnya sayang pintu life tertutup untuk menuju lantai yang di tujuh karin yaitu lantai 51
" Paman mesum sialan " teriak karin geram setelah pintu life terbuka
Leo yang melihat wajah kesal karin senang , seperti mendapatkan mainan baru
" Menarik " kata leo dan berjalan menuju ruang rapat dan kembali memasang wajah garang dan tatapan mata tajamnya .
__ADS_1