
Akibat permainan panas yang semalem mereka lalui membuat seorang wanita yang bernama Peggy Norren masih terlelap dalam tidurnya Entah sampai berapa kali mereka bermain. Yang jelas dia berhenti di waktu yang sudah hampir pagi. Tanggan seorang pria yang masih memeluknya dia singkirkan. Dia harus bangun karena matahari sudah begitu terang.
"Kamu mau ke mana?" Tanya sony dengan mata yang masih terpejam.
"Membersihkan diri, lihat hari sudah siang apa kamu mau tidur sepanjang waktu," ucap peggy.
"Ayolah, sayang. Satu kali lagi," ucap Sony dengan tersenyum nakal.
"No, apa kamu belum puas? Semalam kamu tidak membiarkan aku tidur dengan tenang," Peggy melangkah ke kamar mandi. Setelah melihat kepergian Peggy, Sony kembali merebahkan dirinya. Kembali tidur adalah hal yang menyenangka.
Peggy berdecak melihat sony yang kembali tidur. "Ayolah bangun," ucap peggy meyibak selimut yang menutupi tubuh pria yang semalem megagahinya.
"Sebentar lagi, lagi pula aku tidak mengengerjakan apapun, jadi biarkan aku tidur dengan tenang," ucap sony kembali menarik selimutnya.
"Cepat bersihkan diri, aku ingin memberikan kejutan untuk mu, aku tunggu di meja makan," ucapnya melangkah pergi. Mau tidak mau sony banggun. Dia jadi penasaran kejutan apa yang mau kekasihnya berikan.
Peggy menunggu di meja makan dengan tidak sabar. Bibirnya tidak berhenti tersenyum sedari tadi. Dia sangat ingin tahu bagai mana reaksi Sony. Peggy berdiri saat sony mendekatinya kecupan lembut sony berikan di pucuk kepala peggy.
"Kejutan apa yang ingin kau berikan padaku.sayang." ucap sony sambil menarikk bangku. Peggy mengambil tas yang dia letakan tidak jauh darinya, sony hanya memperhatikan tanpa berkata apa apa.
"Ayo tebak apa yang ada di dalam sini," ucap peggy dengan senyum di wajahnya.
"Kamu tidak berniat membuat aku mati penasaran. Bukan."
benda yang berukuran kecil dia keluarkan. Dengan sangat bahagia peggy memberikan alat cek kehamilan itu kepada Sony.
"Aku hamil, sayang," ucap Peggy. Senyumnya tiada henti. Sony diam dengan wajah yang bingung membuat Peggy begitu heran.
"Sayang, aku hamil. Aku akan jadi seorang ibu, Kita akan menjadi orang tua," Sony bangun dari duduknya peggy menghampiri sambil memeluknya rasa bahagia kini dia rasaka namun tanpa dia duga Sony menendang bangku hingga tergeletak.
"Sayang. Apa yang kamu lakukan?" tanya peggu heran.
"Jadi ini kejutan yang ingin kamu berikan," ucap sony mengambil tec feks lalu melemparnya.
"Apa maksud mu ini Sony."
__ADS_1
"Dengar peggy. Aku belum mau memiliki anak. Lagi pula kita belum menikah," peggi begiti terkejut mendegar ucapan sony.
"Kita bisa menikah setelah ini membersarkan anak kita bersama.Sony." ucap peggy.
"Aku belum ingin menikah, kamu tau bukan aku sedang berusaha untuk memiliki perusahan dedy. Jangan sampai adanya anak itu membuat langkah ku semakin sulit." ucap Sony mengusap wajahnya dengan kasar.
"Kalau kau belum ingin menikah lantas apa hubungan yang selama ini kita jalani, kau menggangap aku ini apa hah!" teriak peggy dengan lantang.
"Berhenti berteriak," Sony menatap peggy dengan tajam lalu berkata," gugurkan anak itu."peggy terkejut.
"Aku akan membesarkan dia tanpa adanya dirimu," ucap peggy melangkah pergi.
"Tetap di situ atau kau aku tembak!" Peggy langsung berhenti dia tau bagai mana sikap Sony jika sedang marah.
Sony menghampiri peggy lalu memegang wajahnya dengan kasar,"Jika kau tidak mengugurkan anak itu, maka kamu akan terima akibatnya!" Peggy hanya diam dengan menahan air mata. Selama ini dia tidak sadar sudah jatuh cinta dengan iblis berbentuk manusia.
Peggy melangkah meningalkan rumah Sony, sedangkan Sony mengusap wajahnya prustasi. Sony sanggat tahu bagai mana sifat peggy dia tidak akan tega membunuh anak yang tidak berdosa.
Peggy sekarang menjadi ancaman terbesarnya saat ini. Jika keluarganya tau dia menghamili seorang wanita. Maka perusahaan yang selama ini dia impikan tidak akan jatuh ketangannya.
"Ada apa dengan anak itu," ucap ibunya.
"Biarkan saja mungkin dia sedang lelah."
Air mata yang sedari dia tahan akhirnya tumpah juga. Rasa sakit hati begitu mendalam menggigat perkataan sony yang hendak menggugurkan janin yang tidak berdosa ini. Perlahan peggy mengusap perutnya yang masih rata. Air matanya kembali tumpah.
"Jangan takut, Momy akan menjaga dirimu baik baik." Walau pun sony mengancamnya tapi dia sama sekali tidak takut.
Sedangkan Sony sudah berada di kantornya, niat ingin tidur tidak jadi dia lakukan pikiran yang kacau membuat iya harus pergi ke perusahaan ayahnya.
"Segera singkiran gadis ini," ucap Sony dengan menujukan sebuah foto kepada sekertarianya.
"Bukan kan itu kekasih Tuan?"
"Tidak perlu banyak bertanya, segera lakukan."
__ADS_1
"Baik Tuan," sang sekertaris menunduk lalu pergi.
Yah jalan satu satunya adalah menyingkirkan peggy, walau bagai mana pun peggy ancaman terbesarnya. Rasa sayang yang sudah tumbuh untuk wanita itu harus dia kubur dalam dalam. Dia tidak mau usaha yang selama ini dia kerjalan harus berakhir akibat tindakan bodoh peggy.
Jam sudah menujukan pukul delapan malam, pembunuh bayaran sudah berada di depan kediaman peggy.
Tanpa tau ada beberapa orang di halaman rumahnya, kedua orang tua peggy sedang asik menonton acara televis sedangkan peggy berada dikamarnya.
Ketua kelompok memberikan interuksi kepada anak buahnya. Empat orang berada di sisi kiri, dua orang berada di siai kanan sedangkan sangketua dan satu anak buahnya masuk lewat depan.
Mendengar suara ibu pegy begitu heran namun suaminya menenagkan.
"Suara apa itu Ded?"
"Entahlah,"tanpa juriga mereka melanjutkan acara nontonnya, namun mereka begitu terkejut mendapati dua orang masuk dengan menodongkan sejata api ke arah mereka.
"Siapa kalian!"ucap ayahnya berteriak dia sengaja berteriak agar peggy melihat dan melarikam diri, ibunya hanya ketakutan berada di belakang sang suami.
Peggy yang mendegar suara teriakan ayahnya berniat ingin turun melihat, namun suara tembakan dan teriakn ibunya terdengar membuat pegy tidak jadi melihatnya walaupun rasa penasaran begitu kuat. Jika dia bernekat ingin melihat kedua orang tua nya sama saja dia menyerahkan nyawa.
Peggy bersembunyi di lorong bawah, yah lorong itu tehubung dengan kamarnya hanya dia dan kedua orang tuanya yang tau.
"Dia tidak ada bos," ucap salah satu anak buahnya.
"Cari sampai dapat," teriaknya sangat terdengar oleh peggy, rasa takut dia raskaan.
'Tidak ada bos, sepertinya dia mengetahui aksi kita dan melarikan diri," ucap anak buahnya lagi.
"Segera tinggalkan tempat ini sebelum ada orang yang melihat,"ucap bosnya.
Niat ingin melangkah dia urungkan mendegar suara ponselnya berbunyi.
"Semua sudah beres, kau tidak mungkin menggecewakan aku bukan, jadi teranfer uangnya.
"........."
__ADS_1
"Senang bekerja dengan anda Tuan odit," ucapnya. Peggy menutup mulut dia begitu terkejut mendengar nama yang sama sekali tidak asing baginya. Odit odit asistien sony. Peggy kembali menutup mulutnya.