
Saat ini matahari sedang berada di puncaknya dan juga hari sedang panas-panasnya. Sekelompok prajurit sedang berdiri dalam posisi kuda-kuda beladiri di atas sebuah lingkaran sihir raksasa berwarna kuning menyala sementara tangan kanan kanan mereka memegang pedang besi dengan tangan tegap lurus ke depan.
Lingkaran sihir kuning menyala ini mengaktifkan sihir tanah yaitu sihir gravitasi. Ray sengaja membuatnya saat pagi hari untuk meningkatkan ketrampilan dasar para prajurit di tempat ini, karena setelah pertemuan di pagi hari dia benar-benar merasakan betapa buruknya mereka dalam pengendalian kekuatan tubuh mereka.
Sekarang Ray berniat melatih dasar kemampuan bela diri mereka sekaligus meningkat kekuatan tubuh dan daya tahan yang dimiliki semua prajurit dengan peningkatkan gravitasi dari lingkaran sihir yang dibuatnya.
“Ayunan pertama !!!” Ray memberikan perintah.
__ADS_1
“Hiyaah...” Teriak prajurit secara bersamaan.
Ray memberikan perintah pada mereka untuk melatih ayunan dan gerakan dasar berpedang mereka, tentu saja ini berbeda dengan pelatihan mereka di Sekolah Militer. Karena setelah kejadian pagi sebelumnya Ray meminta Ralf untuk memberikan cacatan materi pelatihan di Sekolah Militer dan Ray bisa melihat kalau semua pelatihan yang tercatat di dalamnya sangat buruk bahkan menurut Ray di bawah standar pelatihan prajurit yang seharusnya.
Ray terus menginstruksikan para prajurit untuk mengayunkan pedang mereka dan mengatur pergerakan dasar mereka dengan sesuai. Setiap gerakan berfokus pada kekakuan posisi kuda-kuda mereka sehingga gerakan mereka akan lebih kuat dan disaat yang sama tidak mudah dijatuhkan oleh lawannya.
Hal yang paling memprihatinkan yang ditemukan oleh Ray saat berhadapan dengan prajurit di pagi hari adalah kekuatan kaki mereka sangat kurang selain itu mereka juga memiliki posisi kuda-kuda dasar yang sangat buruk membuat Ray bisa menjatuhkan mereka dengan mudah walaupun mereka memiliki koordinasi yang cukup baik.
__ADS_1
“Sepertinya aku harus menghentikan pelatihan di sini, kalian melakukannya dengan cukup baik karena bisa bertahan selama lebih dari tiga jam. Setidaknya kalian menunjukan semangat kalian sebagai prajurit.” Ray memandang dengan apresiasi pada para prajurit baru ini, setidaknya mereka masih memiliki tulang punggung untuk mengikuti pelatihan sampai akhir.
“Jujur saja awalnya aku mengira kalian hanya akan bertahan paling lama dua jam, tapi kegigihan kalian melampaui
ekspektasi ku. Sepertinya kalian bukan prajurit yang buruk, tapi metode pengajaran di Sekolah Militer yang salah.” Ray berhenti dan menghela nafas di sini.
Setelah melatih para prajurit baru Ray menemukan kekurangan mereka hanya pondasi dasar beladiri mereka yang terlalu buruk. “Mungkin orang-orang bodoh yang mengajar di Sekolah Militer berpikir kalau pola serangan, strategi, dan koordinasi adalah yang terpenting bagi prajurit? Tapi apa mereka tak berpikir kalau tanpa dasar yang baik semua itu hanya sia-sia?” Gumam Ray sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Sementara itu para prajurit baru hanya bisa terdiam saat mendengar perkataan Ray, mereka tak tahu harus senang karena Ray mengakui mereka atau marah karena Ray baru saja menghina almamater mereka.
“Biar ku katakan pada kalian di sini. Kemampuan kalian dalam gerakan dan koordinasi sudah cukup baik, dan itu terbukti dengan kemampuan kalian menjaga tempo pergerakan kalian sesuai dengan satu sama lain. Tapi kemampuan dasar berpedang kalian sangat buruk dan itu terbukti dengan kalian lebih mudah goyah dengan gerakan yang ku percepat di awal pelatihan.” Ray memandangi para prajurit baru dan dia bisa melihat mereka menunduk karena mengakui perkataan Ray benar.