
Saat malam hari tiba, Ray dengan tenang keluar dari tendanya dan diam-diam meninggalkan beberapa surat dan barang untuk orang-orang yang dekat dengannya. Dalam perhitungan Ray kali ini dia akan membutuhkan banyak wktu untuk kembali ke tempat ini dan lebih banyak waktu untuk kembali ke Silver City.
Ray tidak ingin membuat mereka mengkhawatirkannya dengan tidak perlu, karena itu dia meninggalkan beberapa surat dan barang yang bisa membantu mereka meningkatkan kekuatan mereka pada taraf tertentu sebelum pergi ke pusat hutan kematian untuk mengambil warisan Gild Dragnir.
“Yah, aku harap mereka bisa menerima hadiah itu dengan baik. Hahaha...” Ray yang sudah menyelesaikan semua urusannya di Pos Perbatasan langsung melesat keluar menuju Hutan Kematian dengan kecepatan tercepatnya.
* * *
Keesokan harinya banyak orang di Pos Perbatasan yang menunjukan berbagai macam ekspresi, mereka langsung bergegas ke arah Tenda Pribadi Ray sementara sebagian lainnya tertunduk lesu seolah mendapatkan hukuman dari iblis.
Semua orang yang bergegas ke Tenda Pribadi Ray adalah seseorang yang dekat dengannya. Mereka semua adalah wajah yang sangat familiar, mulai dari Vali, William, Miria, Elli, Olivia, bahkan Schnee dan Syr hampir bergegas masuk ke tenda Ray disaat yang sama. Sementara itu James dan rekan timnya hanya bisa terduduk lesu di tempat mereka setelah membaca surat yang ditinggalkan Ray.
Vali, William, Miria, Elli, Olivia, Schnee dan Syr yang telah memasuki Tenda Pribadi Ray hampir jatuh terpeleset saat membaca kalimat yang tertinggal diatas kain besar dengan warna merah yang ditinggalkan Ray.
“Aku tahu kalian semua akan bergegas kemari. Tapi sayangnya aku sudah pergi untuk bermain di pusat Hutan Kematian... hehehe... Jadi, tolong sampaikan pada Bibi Eva dan yang lainnya kalau aku akan baik-baik saja... Oke, sampai jumpa lagi! Oh, dan jangan lupa lakukan seperti apa yang ku tinggalkan di surat okay?! Pertanda ‘Pria Paling Tampan di dunia’ “
“Orang itu benar-benar menghilang begitu saja. Sepertinya sikap santainya sama sekali tidak bisa diubah.” William menghela nafas panjang saat membaca kalimat yang ditinggalkan oleh Ray.
__ADS_1
“Menurut apakah sikap seseorang bisa berubah begitu saja? Dan juga jangan bilang kau masih belum menyadari alasan Ray tidak suka terlibat dengan urusan bangsawan?” Vali menimpali ucapan William.
“Bukankah itu karena dia tidak menyukai ayahnya? Atau ada hal lainnya?” William yang mendengar ucapan Vali sedikit terperangah dan bingung.
“Bukan hanya itu... Sejak kecil bakat dan kemampuan Ray dalam segala bidang sangat mengejutkan kalangan atas Silver Moon Kingdom, karena itu banyak dari mereka menginginkan Ray menjadi penerus dari raja yang sekarang. Tapi Ray hanya ingin hidup tenang dan menikmati kehidupan biasa, jadi dia menggunakan orang itu sebagai alasan dan juga mulai bertingkah konyol disekitar kerajaan untuk menurunkan dukungannya.” Vali menghela nafas panjang saat dia mengingat Ray mulai bertingkah aneh saat menyadari hal-hal yang diinginkan para bangsawan.
“Ini... Sebenarnya jika aku mengingat-ingatnya lagi, Ray memang mulai berubah saat dia akan mendapatkan pembaptisan anggota keluarga kerajaan...” William bergumam pelan sambil mengingat beberapa hal di masa lalu.
“Jangan bilang kalau... kalau sejak awal dia memang sudah berencana untuk menjauh dari semua masalah kerajaan? Bukankah ini terlalu mengada-ada?” William bergumam pelan.
“Memang hal itu yang terjadi, selain itu dia juga sudah mengawasi berbagai keanehan yang ada di Silver Moon Kingdom... Hal ini juga baru saja diketahui oleh Kakek Estas baru-baru ini...” Vali menambahkan pelan.
Sementara itu semua orang yang berada di Tenda Pribadi Ray hanya bisa terdiam dan mendengarkan percakapan antara Vali dan William dengan tenang. Suasana berubah sedikit hening karena tidak ada satupun yang membuka mulut mereka untuk berbicara.
“Ayo, kita kumpulkan semua orang dan segera bergegas ke Silver City... Aku merasa akan ada gelombang lain di Ibukota.” William melirik sebentar kearah tulisan yang ditingkalkan Ray sebelum mengajak yang lainnya keluar dari tenda.
* * *
__ADS_1
Disisi lain, Ray sekarang sudah berkeliaran di Wilayah Dalam Hutan Kematian. Gerakan Ray sangat lincah dan dia mulai bergelantungan dan melompat dari satu pohon ke pohon lainnya dengan sangat lincah.
Saat ini Ray mengenakan sebuah jubah berwarna hitam dengan aksen abu-abu yang tak lain adalah Magic Tool Gold Top-Tier buatannya yang dia beri nama Midnight Cloak dengan kemampuan Stealth dan penyamaran yang sangat tinggi.
Ray bergerak cepat dan segera sampai di pusat Hutan Kematian. Tak lama kemudian dia sampai di sebuah tanah luas yang terlihat kosong tanpa tumbuhan dan makhluk hidup apa pun.
“Apakah ini array formasi yang diletakan Senior Gild Dragnir di mansion miliknya?” Gumam Ray pelan.
“Apapun itu, aku tetap harus mencoba untuk masuk setidaknya. Meskipun terlihat mencurigakan tapi aku sama sekali tidak merasakan bahaya yang datang dari tempat ini, jadi seharusnya tidak menjadi masalah jika aku memasukinya sekarang.” Ray akhirnya memutuskan untuk melangkah ke depan sebelum tubuhnya menghilang dalam susunan array formasi.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Pertama-tama saya minta maaf karena sudah lebih dari sebulan tidak update, saya benar-benar punya masalah di kehidupan nyata saya... Ini mungkin terdengar seperti drama, tapi saya memang mengalami banyak cobaan sejak awal tahun ini... Dan dalam sebulan ini saya kehilangan dua orang teman karena sakit, jadi saya sama sekali tidak bisa memikirkan untuk menulis sesuatu...
Dan jika ada yang menanyakan untuk chapter berikutnya, saya hanya bisa menjawab saya akan mencoba menulis kembali sebisa saya, karena jujur saja saya masih agak terbebani dengan hal yang baru-baru ini terjadi...
__ADS_1
Terimakasih sudah mengikuti karya saya...