Sistem Dewa

Sistem Dewa
Ch. 46 - Mengungkap Kebenaran IV


__ADS_3

“Sampai saat ini aku hanya menemukan Mark yang sudah dikendalikan oleh mereka...” Ray menunda pembicaraannya sebentar, disaat yang sama dia menyebarkan Divine Sense miliknya dan memastikan tak ada orang yang dikendalikan dalam aula.


Setelah selesai memastikan tak ada mata-mata dalam aula, Ray melanjutkan penjelasannya. “Untungnya tak ada orang lain yang dikendalikan dalam aula ini, setidaknya tak ada yang dikendalikan dengan serangga pengendali atau berperilaku mencurigakan.”


“Aku tak tahu apa tujuan mereka, namun target serangan mereka kali ini adalah Mark dan Yuri Charlton. Pertama tentang Mark, menurut mereka mungkin Mark sudah tak memiliki nilai lagi jadi mereka memutuskan untuk menghilangkan jejak mereka. Dan kelemahan dari serangga pengendali adalah tak bisa disingkirkan kecuali dengan kontak langsung.” Lanjut Ray.


“Jadi karena alasan itu mereka menyerang kediaman Mark, aku tak berpikir mereka untuk melakukan penyerangan pada Mark. Karena menurut ku hal itu tak memiliki keuntungan apapun untuk pihak mereka.” Chris menerima penjelasan Mark yang lebih masuk akal.


“Selain Mark target serangan yang lain adalah Yuri Charlton yang baru saja diangkat murid oleh Grand Mage Phytagoras. Awalnya aku berpikir kalau mereka ingin menggunakan kematian Yuri untuk menghancurkan hubungan antara Kuil Penyihir khususnya Phytagoras dengan Silver Moon Kingdom, tapi mungkin tak sesederhana ini...” Ray sebenarnya masih agak ragu tentang masalah Yuri yang juga dijadikan target serangan Ras Iblis.

__ADS_1


“Yang Mulia, Ray, dan semua hadirin biarkan pria tua ini yang menjelaskan tentang keadaan murid ku Yuri Charlton.” Seorang pria tua memasuki aula persidangan, pria tua ini tak lain adalah Phytagoras.


“Tuan Phytagoras?”


“Salam Grand Mage Phytagoras.”


Seluruh isi aula terkejut dengan kedatangan Phytagoras yang mendadak. Tapi mengingat target serangan kali ini adalah muridnya Yuri Charlton, hal ini membuat semua hal dapat dijelaskan secara masuk akal.


“Aku sudah menyelesaikannya, selain itu aku ingin berterimakasih pada mu karena sudah membantu melindungi murid ku Yuri.” Phytagoras menjawab pertanyaan Ray.

__ADS_1


“Tidak perlu sungkan, lagipula aku juga sedang berada di lokasi penyerangan. Aku tak bisa membiarkan mereka membuat masalah di Silver City, tapi aku juga memiliki pertanyaan Tuan Phytagoras. Kenapa mereka menjadikan Yuri Charlton sebagai target?” Ray mengembalikan topik.


“Itu karena Yuri memiliki Mana Core khusus, karena itu mereka tak bisa membiarkannya untuk tumbuh cukup kuat sampai bisa membahayakan Ras Iblis. Ini juga alasan aku menerimanya sebagai murid walaupun dia masih belum menjadi seorang Magician.” Phytagoras menjelaskan pada Ray.


“Pantas saja aku merasakan fluktuasi ruang yang besar saat dia menggunakan sihir, sepertinya Mana Core miliknya beratribut ruang. Setiap Mana Core beratribut akan memiliki kekuatan yang luar biasa dan mereka bisa menguasai sihir yang sesuai dengan Mana Core mereka sepuluh kali lebih cepat dari yang lainnya.” Ray akhirnya memahami alasan sebenarnya Yuri dijadikan target serangan.


Sementara mendengar penjelasan Ray seisi ruangan menjadi takjub, bisa dibilang bakat dengan Mana Core beratribut sangat jarang dan mereka yang memilikinya bisa dipastikan menjadi penyihir kelas atas dan mereka juga dipastikan menjadi seorang Mage.


Namun dari semua yang hadir Phytagoras adalah yang paling terkejut. Sebagai seorang Grand Mage dia menyadari betapa sulitnya mengetahui elemen mana seseorang hanya dari aura dari mana yang dikeluarkan tubuh seseorang.

__ADS_1


“Nak, sepertinya aku masih sedikit meremehkan mu. Selain kekuatan mu yang luar biasa pemahaman mu tentang sihir sudah setingkat Grand Mage.” Phytagoras berdecak kagum dengan kemampuan Ray.


__ADS_2