
Awalnya Vali dan kelompoknya memutuskan untuk membiarkan Ray pergi ke tempat pertarungan terlebih dahulu karena mereka sadar tidak bisa mengikuti kecepatan Ray dan jika Ray tetap bersama mereka, mungkin para siswa dan instruktur akan terluka sebagai akibatnya. Akhirnya Ray meninggalkan kelompok dan bergegas ke tempat pertarungan seorang diri.
Setelah hampir setengah jam berlalu mereka bertemu James yang sedang mengobati Little Black yang terluka cukup parah. “Apa yang terjadi disini?” Vali mendekati James dan menanyakan tentang situasi yang terjadi sekarang.
James yang melihat Vali dan kelompoknya segera berdiri dan memberi hormat sebelum menjelaskan situasi yang sedang terjadi. James mulai menjelaskan tentang keanehan Hutan Kematian dan semua hal yang tidak wajar yang terjadi disekitarnya. Mulai dari banyaknya Binatang Iblis Tingkat Raja yang muncul di wilayah luar Hutan Kematian, sampai dengan munculnya Flame Chimera Tingkat Kaisar di tempat ini.
“Jadi setelah kemunculan Flame Chimera, aku menarik perhatian Flame Chimera bersama Little Black dan menahannya disini untuk memberi waktu agar para siswa dan instruktur berhasil kabur dan kembali ke pos perbatasan. Lalu setelah bertarung dan menahannya cukup lama, akhirnya aku kelelahan dan hampir terbunuh jika Tuan Ray tidak datang tepat waktu dan menyelamatkan ku sebelum menyuruh ku untuk menyembuhkan Little Black.” James menutup ceritanya dengan kedatangan Ray dan perintahnya untuk menyembuhkan Little Black.
Setelah meminum Recovery Potion akhirnya Little Black pulih dan berubah menjadi gelang yang melingkar di tangan James. William ingin menanyakan kondisi terakhir para siswa dan instruktur sebelum teriakan penuh rasa sakit terdengar oleh mereka.
“Arghh... AAaarrrgghh... aarrrgh!!!” James, Vali kelompoknya mendengar teriakan parau yang penuh rasa sakit dari tempat pertarungan Ray.
“Ini suara Ray!” William dan Vali langsung mengenali teriakan ini, rasa sakit semacam apa yang membuatnya berteriak seperti itu? Sejauh yang mereka berdua ingat Ray terakhir berteriak seperti itu saat terkena racun api dan hampir mati saat dia kecil. Tanpa membuang waktu mereka langsung bergegas menuju sumber teriakan.
__ADS_1
Vali dan kelompoknya bisa melihat Ray berteriak kesakitan saat seluruh tubuhnya tertelan api menyala-nyala. Disisi lain Ray merasakan rasa sakit yang lebih mengerikan dan sensasi terbakar berulang kali yang dirasakannya dalam tubuhnya sudah membuatnya kehilangan indranya dan hanya perasaan terbakar dan tersiksa yang membuatnya masih belum pingsan.
“Ini... ini... apa yang harus kita lakukan? Ray...” Elli benar-benar cemas dengan keadaan Ray, jika bukan karena Natasha dan Alice yang memegangi tangannya dia pasti sudah melompat ke arah Ray.
“Aku tidak tahu, tapi aku yakin ini mungkin bukan hal yang buruk untuk Ray. Apakah kalian tidak memperhatikan kalau Flame Chimera itu sudah menghilang?” William yang berpikiran lebih tenang memperhatikan keanehan dari tempat mereka berada.
“Apa maksud mu, Will?” Vali menanyai William.
“Situasi sekarang hanya berarti dua hal, pertama Ray berhasil mengusir Flame Chimera dan menerima serangan darinnya sebelum binatang iblis itu kabur. Dan yang kedua, Ray berhasil membunuh Flame Chimera dan benda yang membuat Flame Chimera berubah menjadi kelas unik sedang menyatu dengan tubuh Ray.” William menyimpulkan kondisi yang mungkin sedang terjadi.
“Jika itu kemungkinan pertama seharusnya dengan kemampuan Ray api sudah padam sejak tadi, tapi dilihat dari keadaannya sekarang api ini tidak akan padam dalam waktu singkat! Jadi kemungkinan terbesar yang terjadi adalah yang kedua, dan jika kau pergi kesana hanya akan mengganggu Ray dan melukai dirimu sendiri dengan sia-sia!” William menahan Vali untuk bergerak dan mencoba membuatnya tenang.
Vali yang sudah sedikit tenang berhenti memberontak, dia mencoba memikirkan dengan tenang apa yang dikatakan William dan menyadari bahwa yang dia katakana adalah kebenaran.
__ADS_1
“Ini... sepertinya kau benar, maaf aku terlalu gegabah...” Vali meminta maaf setelah merasa lebih tenang.
“Untunglah kau sudah tenang, sekarang yang bisa kita lakukan hanya menunggu Ray melewati hal ini dan membawanya ke pos perbatasan setelah itu.” William melepaskan Vali dan mengawasi kondisi Ray dengan seksama.
Setelah beberapa jam api yang menyelimuti tubuh Ray menghilang, kali ini seluruh tubuh Ray hitam legam seperti baru saja tersambar petir. Namun setelah beberapa saat lapisan hitam pada tubuh Ray mulai retak dan berhamburan tertiup angin menunjukan tubuh Ray yang terlanjang tanpa sehelai kain pun.
William dan Vali langsung bergegas menutupi tubuh Ray saat para gadis mulai berteriak karena pemandangan di depan mereka. Vali langsung mengeluarkan selimut dari spatial ring miliknya dan menutupi tubuh Ray lalu mengangkatnya kembali dalam kelompok.
“Lebih baik, kita segera kembali ke Pos Perbatasan sebelum kejadian ini berubah menjadi lebih buruk.” William mulai mengarahkan kelompoknya dan bergegas kembali ke Pos Perbatasan.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
Dan ini adalah chapter baru untuk hari ini...
__ADS_1
Terimakasih sudah mengikuti karya saya... Jangan lupa tinggalkan like dan komentar yang bisa membangun kemampuan menulis saya...
See you next chapter and have fun...