
Keesokan paginya Adi terbangun dan dia melihat seluruh Kerajaan Sepi dan tiba tiba Ada prajurit yang memanggilnya
"Tuan Kultivator Mohon bantu kami…" Ucap Prajurit itu sambil bersujud
Adi yang melihat itu turun dan langsung membangunkan Prajurit itu…
"Janganlah kau bersujud kepada orang lain…Ada masalah apa kenapa kerajaan sepi?" Tanya Adi
"Itu karena Para Monster laut Tuan…mereka sering memakan manusia jadi para warga sekarang sedang di evakuasi di dalam istana…" Ucap Prajurit itu…
"Lalu kenapa cuman Kau saja yang berada di sini mana Kawan mu seharusnya kau mempunyai kelompok kan?" Ucap Adi
"Semua prajurit tidak akan keluar karena mereka takut…" Ucap Prajurit itu
"Hah…Baiklah kau pulanglah biarkan aku yang membantai semu-" Ucap Adi terhenti karena Tiba tiba Dia merasakan Aura besar datang…
"Hoo…Rupanya besar juga ya…" Ucap Adi lalu melesat pergi ke arah laut…
Sesampainya di sana Adi melihat beberapa murid dari sekte sekte kecil sedang melawan Monster laut itu yang ternyata gurita…
Adi yang melihat Gurita dia berbinar dan langsung berkata
"Hehehe…Seafood Gratis…" Ucap Adi lalu Mendekati Gurita itu…
Saat dekat Adi tiba tiba langsung di dorong oleh Salah satu Murid perempuan dari Sekte Bulu Emas…
"Kau bodoh ya!…Dia bisa saja menyerang mu kalau sedekat itu!" Ucap Perempuan itu dan Adi langsung berkata dengan dingin
"Siapa Kau?." Ucap Adi dingin yang membuat perempuan itu sedikit bergetar…
"Aku Adalah Meng Lan Murid Dari Tetua Agung Sekte Bulu Emas" Ucap Lan'er
"Ho.." Ucap Adi lalu pergi Terbang Mendekati Gurita itu…
Lan'er yang melihat itu ingin langsung menarik adi tetapi tiba-tiba saat Adi mengeluarkan pedang…Gurita itu Terpotong menjadi Banyak…
'Hah?! Kecepatan Apa itu! Aku cuman Bisa melihatnya sedikit…guru juga tidak secepat itu…' bantin Lan'er
"He-hei siapa namamu?" Tanya Lan'er sedikit ketakutan…
Adi yang mendengar itu dia melirik dan berkata
"Aku Adi…" Ucap Adi dan Pergi memungut seluruh tubuh Gurita itu…
Setelah selesai memungut nya Adi langsung mendekati Lan'er dan memberi dia 1 tentakel gurita itu…
"Buat apa ini?" Tanya Lan'er
"Oh itu bisa dimakan…kau bisa menggorengnya atau bisa juga di panggang…" Ucap Adi Lalu pergi tetapi Lan'er Menarik Adi lalu berkata
"Maaf…Jika kau ingin berkunjung ke Sekte Ini ambillah…"Ucap Lan'er lalu memberi Adi token emas…
"Oh…aku harap kita tidak bertemu lagi…" Ucap Adi lalu menghilang…
Lan'er yang mendengar itu terdiam dan merasa bersalah…
"Hah…baiklah tidak apa apa jika tidak bertemu lagi…" Ucap Lan'er lalu pergi pulang dengan cara terbang karena dia berada di Ranah Pendekar Emas…
Disisi Adi dia sekarang Sedang memasak 1 Tentakel karena yang lainnya dia beri kepada seluruh orang di dunia Jiwanya…
"Hehe…Gratis itu sungguh menyenangkan meskipun aku bisa membuatnya tetapi itu tidak seru…" Ucap Adi lalu Setelah beberapa Jam Tentakelnya sudah matang dan Adi Langsung memakan nya…
Setelah selesai Adi langsung pergi ke Tempat tidurnya waktu kemarin…
"Mari tidur…" Ucap Adi Tetapi tiba tiba Ada Seseorang yang memanggilnya…
"Tuan…Anda di panggil oleh Raja…" Ucap Seseorang yang ternyata prajurit tadi…
"Ah kau mengganggu ku…padahal aku ingin tidur…" Ucap Adi malas
"Ini penting tuan…dan tuan tenang di sana ada makanan banyak…" Ucap prajurit itu…
Adi yang mendengar itu tersenyum dibalik Topengnya lalu Turun dan Berkata
"Ayo ayo…Kebetulan Aku lapar…" Ucap Adi lalu prajurit itu langsung menuntun Adi menuju Istana Raja…
Sesampainya di sana Adi langsung di suruh masuk ke dalam Ruang Pertemuan…
"Aku sendiri?" Tanya Adi kepada prajurit itu
"Iya tuan karena saya hanya bertugas di luar Ruangan…" Ucap Prajurit itu
Adi yang mendengar itu hanya mengangguk lalu pergi masuk tetapi sebelum itu dia memberikan Prajurit itu Bakat yang menentang surga dan menyuruh Takdir untuk mengubah takdirnya menjadi Dewa Kelas Menengah yang baik hati dan mempunyai 1 istri…
Saat masuk Adi langsung Dian dan mencari tempat duduknya…
"Silahkan Duduk Tuan…" Ucap Seorang Lelaki Tua Yang menyuruh Adi duduk di Sampingnya…
"Oh disini?" Tanya Adi
"Iya tuan Silahkan duduk…" Ucap Lelaki tua itu yang ternyata raja Kerajaan Kira…
"Baiklah…kenapa raja memanggil saya?" Ucap Adi
"Terimakasih Tuan karena telah menyelamatkan Kerajaan Saya dari Monster itu…Sebagai hadiah terimakasih saya…Saya akan mengabulkan 1 permintaan Tuan" Ucap Raja Itu
__ADS_1
"Aku hanya meminta untuk ikut dalam pertandingan Untuk mewakili kekaisaran…" Ucap Adi
"Itu tidak perlu tuan karena Tuan telah terdaftar malahan sudah menjadi perwakilan Kekaisaran kita…" Ucap Raja
"Hah?…kok bisa?" tanya Adi heran
"Kalau soal itu silahkan Tuan pergi kekaisaran besok bersama saya dan bertemu kaisar…"Ucap Raja itu Dan Adi berkata
"Baiklah oh iya apakah ada makanan?" Tanya Adi
"Oh soal itu mari pergi ke ruang makan kebetulan hari sudah Siang…" Ucap Raja lalu pergi bersama para menteri di ikuti Adi di belakangnya…
Saat sampai di ruang makan Adi langsung berbinar karena Banyak sekali Seafood yang dia sukai seperti kepiting…meskipun kepiting disini bentuknya aneh tetapi rasanya sangat enak…
"Hehe sepertinya tuan tidak sabar memakan masakan Istriku dan anakku ya rupanya…" Ucap Raja Lalu menyuruh Semuanya duduk dan makan tanpa bersuara
setelah makan Adi sangat puas lalu bertanya
"Dimana Taman belakang kalian?" Tanya Adi
"Memang kenapa tuan?" Tanya Raja
"Umm aku lebih suka tidur di ruang terbuka karena udaranya sangat sejuk apalagi langit nya sangatlah indah…" Ucap Adi dan Raja mengangguk
"Baiklah…biar saya antar tuan" Ucap Raja lalu mengantar Adi…
Sesampainya di halaman belakang Adi langsung pamit untuk tidur dan dia langsung tidur di dahan pohon yang lumayan Besar…
Raja Yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya lalu pergi untuk mengerjakan dokumen soalnya masih siang
Siang berganti Malam Adi sekarang Sudah terbangun karena merasakan Aura membunuh
"Masih Ada orang yg membenci raja yang baik ini…hmm mari kita jahili…" Ucap Adi lalu membuat Beberapa Hantu…
"Ada apa Tuan" Tanya Hantu P (Pemimpin)
"Kau kerjain orang yang mengeluarkan Aura membunuh ini aku ingin tidur karena malas…" Ucap Adi lalu melanjutkan tidurnya…
Para Saiton langsung pergi ke arah orang yang mengeluarkan Aura Membunuh…
Sesampainya di sana Mereka tersenyum senang karena bisa menakuti orang lagi…
"Pemimpin Mari kita takuti dengan ketakutan dia…dan kebetulan ketakutan dia adalah laba laba…bagaimana jika aku dan kawan ku menjadi laba laba lalu pemimpin akan menjadi Arwah Ayahnya…" Ucap Hantu 1
"Baiklah kalian dulu mulai…" Ucap P
"Baiklah pemimpin…" Ucap Hantu 2 Lalu berubah bersama 1 menjadi Laba laba besar…
Disisi Pembunuh dia sekarang sedang menyelinap masuk kedalam Kamar Raja…
Saat dia ingin masuk tiba tiba Muncul laba laba besar di depannya…
"Aaaaaaa!" Teriak Pembunuh itu yang berteriak seperti perempuan:v…
Saat dia melihat Depan Belakang Ada Laba laba dia mempunyai 2 pilihan Yaitu kanan dan kiri tetapi di kiri Ada Para prajurit yang menjaga dan kanan Tidak ada siapa siapa tetapi saat dia ingin berlari tiba tiba Ada Suara yang dia kenal dan rindukan
"Nakk…kenapa kamu ingin membunuh raja…padahal dia pernah membantu kita dalam kesulitan nakk…" Ucap Seorang pak tua…
"A-ayah!…Kenapa Ayah disini!" Ucap pembunuh itu
"Apakah kau lupa yang membunuh Ayah adalah Tuan mu…" Ucap pak tua itu…
"A-apa yang benar saja ayah!" ucap pembunuh itu
"Aku kecewa kepadamu nak…" Ucap pak tua itu lalu tiba tiba 2 laba laba yang besar sudah berada di belakangnya dan siap untuk memakannya…
Pembunuh itu langsung Pingsan karena ketakutan…
Kedua laba laba itu menjadi hantu kembali lalu berkata
"Kenapa Author Memasukan Adegan yang aneh ini?…" Ucap 2
"Hah…Novel ini saja sudah aneh jadi biarkan saja dia…" Ucap 1
"Sudah ayo Kembali ke dunia kita aku sudah bosan menakuti para manusia…dan manusia sekarang bukannya takut malah membuat kita takut…" Ucap P lalu pergi diikuti Oleh 1 dan 2…
Keesokan harinya Para prajurit menemukan pembunuh itu yang Pingsan ketakutan di dekat Kamar Raja…
dan Adi sekarang dia sedang Menunggu Raja yang masih bersiap siap…
Setelah beberapa Menit menunggu akhirnya Raja Pun tiba…
"Oi kau lama sekali Aku bosan menunggu…" Ucap Adi
"Maaf tuan karena kita akan lama untuk sampai jadi saya mengambil banyak perbekalan…" Ucapnya tetapi Adi berkata
"Hah…Bayangkan istana kekaisaran…" Ucap Adi lalu Raja pun membayangkannya dan seketika semua orang di samping dan di kiri kereta kuda Milik raja muncul di depan gerbang istana kekaisaran…
"Ha?!…ba-bagaimana kita bisa di kekaisaran dalam hitungan detik!" Ucap Raja dengan Kaget begitupula para prajurit…
"hahaha…tenang ini adalah teknik ku…ayo cepat masuk" Ucap Adi laku Supir mengangguk dan menyuruh penjaga membukakan Gerbang
Setelah di bukakan gerbangnya Kereta kuda pun langsung masuk di ikuti oleh para prajurit di sampingnya…
Setelah sampai mereka langsung masuk masuk ke dalam Istana…dan langsung dituntun oleh Prajurit kekaisaran…
__ADS_1
Sesampainya di tempat Adi dan Raja dari kerajaan kira langsung di suruh duduk…
"Baiklah Ada Apa Raja dan tuan?" ucap Kaisar…
"Kau terlalu Formal Ah Wei…" Ucap Raja itu
"Hehehe…maafkan Aku Saudara Ran…" Ucap Wei
"Tidak Apa apa…kau juga baru menjabat sebagai kaisar selama Beberapa Tahun…" Ucap Ran
"Iya…dan kenapa kau kemari saudara?" tanya Wei
"Ini aku ingin Kau memasukan Dia ke Turnamen Antar kekaisaran…jika kau mau dia di uji silahkan saja…" Ucap Ran
"Tidak usah…Aku tahu dia Adalah Adi Sang De-…" Ucapnya terhenti karena di tutup mulutnya oleh Adi
"Eh Tuan kenapa kamu menutup Mulutnya Wei?…" Ucap Ran
"Tidak apa apa…biarkan kami berbicara berdua…" Ucap Adi lalu Ran pergi…
Setelah Ran pergi Adi langsung menatap Ah Wei dan berkata
"Bagaimana kau bisa Tahu diriku?!" Ucap Adi
"Emm…Soal itu aku tahu karena Anakku dapat melihat masa depan…" Ucapnya dan Adi langsung mencengkram Ah Wei dan berkata
"Dimana Anakmu!…" Ucap Adi serius karena jika Ada orang yang melihat masa depan dan melihat Seseorang Yang Entitasnya sangat tinggi maka itu sangat beresiko tinggi dan bisa menyebabkan kematian
"Di-dia Ada di kamar Yang mulia Dewa…" Ucap Ah Wei lalu Adi langsung pergi dan melihat menggunakan Map Sistem…
Saat dia Sampai Adi melihat seorang perempuan Yang sedang Tertidur dan Terlihat perempuan itu sepertinya sedang sakit keras…
"Cih dia Sudah melihat terlalu jauh tentang diriku!" Ucap Adi lalu langsung mendekatinya dan melihat Apa yang dia korbankan…
Saat melihatnya Sekarang Adi tahu bahwa perempuan ini Telah Sakit Sejak Lama Dan menutupnya dengan Senyuman…
"Hah…Untungnya masih bisa di selamatkan…" Ucap Adi lalu Mengambil Pill dan Meminumkannya melalui Mulut…
Setelah Beberapa Menit akhirnya Tubuh perempuan itu bereaksi dan seketika Bangun dari tidurnya…
"Ah!…Yang mulia terimakasih…" Ucap Nya
"Kenapa kau tetap memaksakan melihat masa depan?" Tanya Adi
"Karena Saya sedang mencari Cara untuk menyembuhkan Ibu…" Ucap Perempuan itu dan Adi melihat ke luar Kamar dan berkata
"Ah Wei tolong tuntun aku ke kamar istrimu…" Ucap Adi lalu Ah Wei menuntun Adi…
Sesampainya disana Adi melihat Seorang Perempuan Yang tertidur dengan Tubuh yang sedikit kurus…ingat Perempuan!
"Apakah Dia istrimu Ah Wei?" Tanya Adi
"Ya Dia Salah satu istriku…" Ucap Ah Wei yang mempunyai 5 Permaisuri dan 4 Selir… dan orang yang di depannya Adalah Permaisuri Pertama Ah Wei…
"Baiklah Biarkan Aku menyembuhkannya…" Ucap Adi lalu Langsung memegang Kening Perempuan itu dan tiba tiba Cahaya Hijau yang terang menyelimuti Tubuhnya…
Disisi lain para permaisuri dan selir Ah Wei yang Terbangun kaget melihat Saudari Pertama mereka Di selimuti Cahaya
"Suami! Saudari pertama kenapa?!" Ucap Istri Ah Wei yang Kedua…
"Dia sedang di sembuhkan oleh Yang mulia Absolute…" Ucap Ah Wei dan Para permaisuri beserta para selir kaget dan menutup mulut mereka…
"Dew-Dewa Absolute!?" Ucap Mereka kaget
"Iya…dan diam nanti kalian malah mengganggu penyembuhannya…" Ucap Ah Wei
Disisi Adi dia telah menyembuhkan Istri Pertama Ah Wei dan berkata
"Aku Akan pergi…dan kapan turnamen kekaisaran di mulai?" Tanya Adi
"Itu Sekitar Beberapa Bulan lagi…Nanti akan ku beritahu kalau waktunya sudah dekat…" Ucap Ah Wei lalu Adi pergi tetapi Ah wei berkata kembali
"Aku ingin yang mulia Dewa untuk mengajar Anak Kedua saya…" Ucap Ah Wei lalu Adi bertanya
"Yang mana dan Dimana Dia?" Tanya Adi
"Dia Adalah Orang yang Yang mulia Dewa Sembuhkan…" Ucap Ah Wei dan Adi berkata
"Ya…dan bolehkah Aku menikahinya?" tanya Adi
"Silahkan saja…" Ucap Ah Wei yang masih belum sadar akan ucapan Adi lalu Istri ke duanya berkata
"Suami Dewa ingin menikahi Putri Kedua Kita!" Ucap Istri kedua Ah Wei senang
"Lah…he?…menikahi putriku?!…Apa Kaisar dari para Dewa ingin menikahi Putriku!?" Ucap Ah Wei kaget…
"Aku akan Menjemputnya…" Ucap Adi lalu pergi meninggalkan Ah Wei yang sedang Kaget lalu membayangkan mempunyai Banyak Cucu…
"Hehehe…Hehe" Tawa Ah Wei tetapi tiba tiba Para istrinya yaitu Permaisuri kedua ketiga keempat kelima langsung manarik Ah Wei ke kamar dan Para selir mengikuti Ah wei dengan Senyuman Yang Aneh…
Ah Wei yang melihat itu sadar laku ingin berlari tetapi Mereka berkata
"Hehe…Suami tidak bisa Lari…" Ucap Para istri dan selir Ah Wei dan Dia hanya pasrah…
…………
__ADS_1
Yoo gais Gw kehabisan ide jadi segini dulu karena gw gk mau buat kalian menunggu :v…
Jangan lupa like dan komene Gratissss