Starlight System

Starlight System
ch.1 Awal mula


__ADS_3

sebelumnya maaf bagi kalian yang telah menantikan Starlight system, karena author waktu itu mengalami banyak masalah ketika sedang menulis novel.


untungnya data yang author simpan ketika membuat novel di mcword telah author simpan di flasdisc, jadi masih ada yang bisa di selamatkan, walau banyak episode yang hilang tapi author bersyukur masih ada yang bisa di selamatkan jadi author bisa merilis Starlight system


author juga tidak memaksa reader untuk membaca karya author, hanya saja tolonglah berperilaku sopan :P.


"Ding! author benar, tetaplah berperilaku sopan"


dengar itu sistem saja mendukung,


karena author tidak bisa lama-lama jadi selamat membaca Starlight System~


see you next time....


 


 


 


***


 


 


Di pagi yang cerah seperti biasa semuanya melakukan tugas masing masing, di jalan yang ramai mobil hitam melintas, di kursi penunpang duduk seorang pemuda berambut hitam dengan model yang kekinian, dan mata yang serasi dengan warna rambutnya.


Tampak pemuda itu termenung menatap jendela, dilihatnya jalan yang ramaikan oleh kendaraan, dan gedung-gedung beroprasi seperti biasanya.


“Tuan kemana kita akan pergi?” suara supir menyadarkan pemuda itu dari lamunannya.


“Ah,maaf. bawa saya menuju panti asuhan” jawab pemuda pada supir.


Supir menuju tempat yang di beritahukan pemuda yang dipanggil ‘Tuan’ itu, sampai didepan sebuah bangunan yang bertuliskan ‘panti asuhan kupu-kupu’ mobil yang di naiki pemuda tersebut berhenti di depan bangunan.


Ketika mobil yang dikendarai pemuda itu berhenti anak-anak panti keluar dan menyambut pemuda di depan mobil.


“Kak Yan San, cepat ikut kami ke dalam cepat” ucap salah satu anak panti yang sedang menarik tangan pemuda yang bernama Yan San.


Di dalam panti suasana terasa gelap anak panti yang tadi memegang tangan Yan San pun entah kapan sudah terlepas dari genggaman nya.


Yan San kebingungan dengan situasi ini, dan Yan San berpikir mungkin terjadi hal buruk mungkin terjadi pada tempat ini.

__ADS_1


Raut wajah yan san yang tadinya khawatir akan hal buruk kini berubah terkejut dengan sambutan baru yang dia dapatkan ketika lampu panti menyala.


“Selamat ulang tahun kak Yan San!” ucap anak panti dengan hiasan layaknya sedang berulang tahun.


Belum selesai Yan San terkejut suara halus nan merdu kembali membuat Yan San terkejut bukan main “selamat San gege~” ketika menoleh kesumber suara yan san mendapati seoran wanita merambut hitam panjang, mata hijau layaknya giok, dengan gaun merah layaknya bunga mawar itu bernama Gong Ruyue, dia adalah kekasih yan san sekaligus anak pemilik panti asuhan.


Mata Yan San terbelalak, perempuan yang dia cintai ternyata


lebih cantik dari yang dia bayangkan, “se…se-sepertinya ka-kata-kata saja tidak


akan cukup” ucap Yan San gagap melihat kecantikan Gong Ruyue membuat Yan san jadi salah tingkah.


Semua yang ada di panti termasuk Gong Ruyue tertawa girang melihat pemuda itu bicara gagap bahkan sampai salah tingkah.


“Haha….sudah, sudah. semuanya mari kita rayakan ulang tahun yan san dari awal” ucap gong ruyue kembali ke pesta


“Baik! mari kita mulai! satu…dua…tiga!!!”ucap salah satu anak panti yang disambut ucapan selamat ulang tahun pada Yan San.


Mendapat sambutan yang begitu meriah kini yan san tak kuasa menahan tangis, “te…terimakasih semuanya. sejak dulu sambutan ulang tahun ini yang ingin aku dengar, terlebih dari seseorang yang menurutku spesial. terima kasih….”tangis Yan San semakin menjadi, semua anak panti mendekat dan memeluk Yan San.


Acara ulang tahun berjalan dengan begitu meriah sampai hari sudah gelap, dan acara diakhiri dengan pembukaan hadiah dan sumbangan untuk panti asuhan.


Setelah acara selesai yan san pulang dengan hati yang berbunga-bunga, dan saat berada di dalam mobil yan san kembali termenung dengan wajah menatap jendela mobil.


“Tunggu dulu…” yan san merasa ada yang janggal, pemandangan yang dia lihat malam ini tak seperti yang tadi dia lihat tadi pagi, pandangan Yan San tertuju pada supir yang entah kemana membawa yan san ke tempat yang begitu sunyi


Liong bei seolah tak tak mendengarkan teriakan yan san dan masih tetap bungkam.


Perasaan Yan San mendadak menjadi buruk, dan perasaan itu terbukti benar, Liong bei membawa yan san pada sekelompok orang berbaju serba rapih, dan seorang wanita berbaju dengan gambar kepala serigala yang menyalang layaknya mafia.


“Sialan..! dasar kau rubah tua…! beraninya kau menghianatiku…!apa kau-“ ucapan Yan San terhenti mendengar tawa LIong bei.


“Hahahahaha….! berkhianat?, adanya kau yang terlalu polos Yan San pertama kali kita bertemu juga ….baju ini yang kau lihat bukan?” ucap Liong Bei seraya mengeluarkan pakaian bergambar serigala dengan mata berwarna merah layaknya darah.


“ka...kau… kau ternyata salah satu panglima dari serigala buas!!!”ucap Yan San tak percaya mendengarnya.


“Seperti yang kau lihat aku bukanlah supir yang seenaknya kau suruh. selamat tinggal!” ucap Liong  Bei yang dengan kasarnya membangting pintu mobil.


Setelah Liong Bei keluar salah satu pria berpakaian rapuh menyeret Yan San dihadapan perempuan berpakaian bergambar serigala itu dan semua orang berpakaian rapi mengelilinginya dengan senjata terarah padanya.


Yan San terkejut bukan main setelah dilihat lebih dekat ternyata ketua mafia itu adalah wanita yang dia anggap special. benar dia adalah Gong Ruyue, kekasih Yan San.


“Yue’er kau kah itu?” tanya Yan San lirih dan berharap orang yang di depannya bukanlah kekasihnya.

__ADS_1


“ada apa…Sayang~~” mendengar suaranya bagai petir yang mengelegar di telinga Yan San, bagaimana tidak, suara yang dia dengar adalah suara yang kekasihnya miliki. Gong Ruyue.


“kau….mengapa kau melakukan semua ini!” ucap Yan San dengan tangis yang tak kuasa dia tahan.


“sayang~dengar baik-baik, aku sebenarnya tidak menyuakaimu bahkan aku tidak pernah ingin menjadi kekasih mu, hanya saja…posisi pemilik perusaahanmu yang aku sukai. dan jika kau mau tahu aku sudah ada laki-laki yang aku sukai~” ucap Gong Ruyue dengan nada mengejek.


setelah berucap demikian seorang lelaki tampan dengan rambut silver, dan kedua matanya berbeda warna, sebelah kiri matanya berwarna biru dan sebelah kanan berwarna merah darah.


“Liu… Zhang” jelas dirinya semakin tak percaya orang yang dia percaya ternyata ikut mengkhiatinya andai yan san bisa menolak dirinya jelas menolak kenyataan pahit ini.


“Benar… Sayang apa kau mau aku beri hadiah kerena telah berhasil~” ucap Liu zhang kemudian menunjukan kemesraannya dengan berciuman bersama Gong Ruyue di depan Yan San.


“Sudah  sayang~kamu tidak lihat ada yang cemburu” ucap Gong Ruyue melirik Yan San, tangan Yan San mengepal tak terima melihat hal hina yang di lakukan keduanya, apalagi  melihat itu di depan mata Yan San sendiri.


“Oke mari ke To The Pointnya…Serahkan posisi itu atau kau akan mati secara mengenaskan” ucap Gong Ruyue denga nada menghina seraya menodongkan pistol.


Bukannya takut tetapi yan san malah tertawa kosong untuk menaggapi hinaan itu.


“Hahahahaha….jadi ini yang kalian inginkan dari awal. baiklah!” ucap yan san.


setelah berucap demikian alat yang ada di telinga yan san menyala menunjukan sinar biru digital pada umumnya.


“Yan Mei… hapus semua program dan file perusahaan, jangan sisakan sedikit pun!” ucap Yan San pada alat yang menyala itu dengan nada sinis menatap Gong Ruyue.


“Ding! Menghapus Data…” suara yang keluar dari alat itu membuat semua orang panic.


“tidak tidak tidak!!!” teriak Gong ruyue panik.


“Ding! penghapisan data dan file selesai…piup”


DORR….


bertepatan dengan matinya alat yang ada di telinga yan san Gong Ruyue menekan pelatuk yang menyebabkan pistol menembak kepala yan san.


Yan San pun menghembuskan nafas terakhirnya di tangan kekasihnya sendiri dia Yan San hampir tidak percaya bahwa semua orang yang dia percaya ternyata menghianatinya.


 


 


***


    Heiit…tenang dulu ini bukanlah akhir cerita yan san melainkan akhir cerita yang menjdi awal mula perjalanan baru Yan San.

__ADS_1


 Akhir cerita ini akan menjadi awal cerita Yan San


dan awal cerita ini juga yang akan menjadi penentu akhirnya.


__ADS_2