Starlight System

Starlight System
ch.6 “akan aku buat sejarahku sendiri…”


__ADS_3

Yan San memperhatikan tubuh Shin Oukang yang telah dia bunuh secara sadis, merasa Shin Oukang benar-benar telah mati, Yan San membalikan tubuhnya menghampiri para penjaga yang tadi menghalangi jalan masuk nya, semua orang telah melihat pertarung Yan San jelas terpana karena Yan San berhasil membunuh orang yang tahapannya lebih tinggi dua tingkatan dengan mudah tanpa terluka sedikit pun.


Penjaga yang melihat Yan San mendekat meringkuk ketakutan, mustahil bagi anak kecil yang berada di ranah pemula 9 bisa mengalahkan Shin Oukang yang telah berada di ranah transformasi qi 7 dan pengalamannya yang telah puluhan tahun menjelajahi kehidupan cultivator tidaklah mudah untuk di bunuh, apalagi mereka yang berada di ranah transformasi *4 hanya akan jadi samsak tinju bagi Yan San.


“Apa kalian tidak terluka” para penjaga menatap yan san dengan kondisi yang sedang hujan lebat membuat tubuh Yan San bersih tanpa darah sedikitpun, para penjaga yang hendak meraih tangan Yan San, terkejut dengan pemuda yang berteriak pada Yan San “Awas…!”


Sebuah pedang yang di selimuti api hitam melesat dengan sangat cepat hendak menusuk Yan San.


Tap…


 Yan San menghindar tepat waktu saat Sistem memberitahu bahaya mendekat, Yan San memang mengetahui bahwa Shin Oukang belum sepenuhnya mati, menurut novel yang di baca seharusnya dia mendapat hadiah karena membunuh cultivator.


“Ternyata jiwa Shin Oukang belum lenyap” gumam Yan San memperhatiakan jiwa hitam yang menyelimuti pedang yang di bawa Shin Oukang.


“sepertinya memang harus menggunakan segel” ucap Yan San memperhatikan jiwa itu lebih teliti lagi, sebuah jiwa sangatlah mudah untuk menghindari serangan fisik, dua hal yang tidak bisa api jiwa hindari adalah segel jiwa dan penangkap roh.

__ADS_1


Yan San memperagakan gerakan yang ada pada Teknik bintang dan meneriakan teknik yang dia gunakan.


“Teknik bintang! segel bintang!”


Yan San mengarahkan tangannya ke arah pedang yang di selimuti api hitam, jiwa Shi Oukang yang sedang melesat menggunakan pedang terkejut saat Yan San melempar energy tipis dari gerakan yang dia hasilkan, awalnya Shin Oukang mengira bahwa itu hanyalah serangan tipuan, tetapi saat jarak Shin Oukang dan energy tipis yang di keluarkan yan san menipis, Shin Oukang terkejut ternyata yang di keluarkan Yan San adalah segel tingkat tinggi.


Semua orang kembali dikejutkan dengan apa yang di lakukan Yan San, yang pertama Yan San berhasil mengalahkan orang yang tahapanya berada dua kali lebih tinggi, dan sekarang Yan San mengeluarkan segel tingkat tinggi, walau ada yang bisa melakukan apa yang di lakukan Yan San tetapi belum ada yang bisa mengeluarkan segel secepat itu, kecuali dirinya menggunakan artefak khusus yang sangat jarang untuk di temui di dunia cultivator.


Pedang yang di selimuti api hitam terjebak ke dalam segel yang berbertuk kotak, semakin lama semakin kecil pula energy tipis yang menyegel jiwa Shin Oukang, “Tidak! Lepaskan aku! Anak s**lan! lepaskan!” teriakjiwa Shin Oukang memberontak saat masih akan di segel.


Seolah tak mendengar apa-apa, Yan San tak menghiraukan terikan Shin Oukang yang sedang di segel, “Dasar anak durhaka! beraninya kau macam-macam dengan orang tua sepertiku! apa orang tuamu tidak mengajari Tata krama!” mendengar Shin Oukang menjelek-jelekan orang tuanya membuat Yan San menghentikan segel bintang saat ingin menyentuh ujung pedang.


Wajah Yan San terlihat menggelap dia hanya mendengarkan apa yang di ucapkan jiwa Shin Oukang sampai dia berhenti bicara, “sudah selesai menghina orang tuaku, apa ada kata-kata terakhir” ucap Yan San dingin dengan kehendak membunuh yang sangat kuat, bukan hanya Shin Oukang yang terkena dampak kehendak membunuh Yan San tapi semua orang juga terkena dampaknya.


Semua orang merasa ketakutan saat merasakan kehentak membunuh yang begitu pekat, untuk anak berusia 10 tahun sangat tidak wajar memiliki kehendak membunuh, bahkan tidak ada lagi anak yang berusia 10 tahun memiliki kehendak membunuh, kehendak membunuh hanya dimiliki oleh orang yang telah kehilangan sesuatu yang sangat berharga dan orang lain berani menyinggungnya bahkan mengaku telah menjadi penyebab kehilangan tersebut.

__ADS_1


Merasa Shin Oukang tidak ingin bicara, Yan San memberi nasehat yang telah dia pikirkan ketika mendapat hinaan dari shin oukang, “jikalau menjadi ayah lindungilah anak dan istrimu kelak, jikalu menjadi tentara maka jagalah negaramu,  jikalau kau punya hati, maka jaga hatimu agar tidak tersesat…” Yan San berhenti sejenak dan meneruskan ucapnya “dan jika ingin perdamaian, maka menjaga ucapan adalah hal pertama yang harus kau pikirkan” ucap Yan San dengan dingin dan menyegel jiwa Shin Oukang dengan sangat lambat, meski terdengar ambigu tetapi memang ada benarnya juga, itu adalah peraturan mutlak.


Shin Oukang merasakan sakit yang teramat sangat saat energi tipis menyegelnya dengan sangat lambat membuat jiwa Shin Oukang menderita luka serius membuat pelatihanya turun lima bintang.


Teriakan Shin Oukang membuat siapapun yang mendengarnya meringis ngeri, padahal yang menderita Shin Oukang tapi teriakan Shin Oukang seolah membuat mereka merasakannya sendiri.


Segel yang Yan San berikan mulai membentuk sebuah bintang saat segel hanya segenggaman tangan Yan San, pedang yang di kendalikan jiwa Shin Oukang terjatuh saat segel yang menyegel jiwa Shin Oukang berbentuk bintang memiliki corak layaknya bintang malam.


Yan San mengambil api jiwa Shin Oukang yang telah di segel, Yan San menatap api jiwa Shin Oukang yang memberontak di dalam segelnya dengan teriakan dan umpatan, “Hm…apakah benar ini sebuah jiwa? kenapa saat aku membaca komik dan novel warna jiwa orang berbeda-beda? apa karena dia dari aliran hitam jadi memiliki jiwa hitam pekat?”tanya Yan San pada dirinya sendiri.


“Ding! Jiwa Pendendam: orang yang mati dengan dendam yang mendalam karena tidak terima memilih melepaskan jiwanya dan merasuki tubuh orang lain untuk membalas dendam yang di milikinya, jiwa pendendam umumnya memiliki warna hitam, semakin pekat warna hitam api jiwanya semakin besar dendam yang dimilikinya maka semakin berguna api jiwa itu untuk di lebur menjadi senjata dan memperkuat Special Body”


Melihat penjelasan yang Sistem berikan Yan San dengan cepat memasukan api jiwa Shin Oukang yang tersegel ke dalam inventori Sistem miliknya, Yan San menoleh ke arah pemuda yang berteriak tadi, dan ternyata pemuda itu sudah berada di dekatnya hendak menyapanya.


“Ehm…boleh aku tahu siapa namamu?” tanya pemuda itu ragu.

__ADS_1


“Perkenalkan namaku Yan San aku berasal dari desa yang berasal dari ujung timur, dan aku biasa di panggil bocah Iblis bintang! walau aku agak keberatan, tapi nama Iblis bintang adalah nama yang menyeramkan di dareah sana” ucap Yan San berbohong dengan nada bangga, dalam hatinya yan san tersenyum puas “saatnya Yan San membangun sejarahnya, mulai hari ini akan aku buat sejarahku sendiri, semua orang akan tunduk ketika melihat diriku berjalan” ucap Yan San dengan sombong di dalam hatinya.


“Namaku Bai Chen, aku berasal dari keluarga Bai, sebaiknya saudara Yan hati-hati dengan ucapan saudara, karena nama julukan bahkan nama iblis tidak sembarangan orang yang bisa menyandangnya, sebaiknya saudara Yan menggantinya selagi belum menyebar luas” ucap Bai chen memberi nasihat, melihat Yan San yang berumur 10 tahun membuat Bai Chen cemas karena nama Iblis adalah hal tabu bagi orang-orang aliran putih dan netral.


__ADS_2