Starlight System

Starlight System
ch.2 kebangkitan


__ADS_3

Pandangan yan san menggelap, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Yan San samar-samar melihat bintang jatuh.


Dan sebelum meninggal suatu permohonan dia sematkan di dalam hatinya “andai aku hidup kembali…Aku akan menjadi lebih baik, dan membayar semua penghinaan ini” setelah membatin, Yan San menghembuskan nafas terakhirnya.


Awalnya yan san ragu untuk membuka mata, Yan San membuka  matanya.


Mata Yan San terbelalak tak percaya, bukanya neraka atau surga yang biasa diungkit-ungkit semua orang, tapi yang didepan matanya  adalah bintang-bintang yang entah darimana asalnya  dan entah bagaimana mana yan san melayang ditengah bintang-bintang, layaknya ruang hampa tak ada satupun  makhluk hidup, yang ada hanya bintang yang membentuk rasinya  masing-masing.


Belum lepas dari keterkejutan sekaligus keindahanya terdengar suara program A.I yang tidak lain adalah Yan Mei.


“Ding! selamat datang diruang hampa roh bintang” suara A.I yang terdengar bergema di seluruh tempat, dan ketika menoleh kebelakang, Yan San di kejutkan oleh seorang pemuda yang wajahnya sangat mirip dengan wajah Yan San, tetapi anehnya tubuh pemda itu perlahan redup bahkan hampir menghilang.


Detik terakhir saat pemuda yang mirip dengan Yan San menghilang,salah satu bintang bercahaya semakin terang dan menerjang kearah pemuda yang hendak menghilang


Melihat bintang yang menarget pemuda itu semakin mendekat yan san tak sempat menghindarinya, yan san hanya bisa melindungi diri dan matanya dari silaunya cahaya bintang.


setelah cahaya bintang menghilang tubuh pemuda itu tak lagi menghilang.

__ADS_1


“Ding! selamat kepada yang berhasil memasuki ruang hampa roh bintang, anda diberi anugerah sebuah Sistem bernama Starlight System dari Dewa Roh bintang yang anda lihat, apa anda ingin memasang Sistem?


[YA/TIDAK]”.


Kali ini Yan San semakin penasaran, apa permohonan terakhir yang dia buat dikabulkan? bagaimana mungkin? dan Yan San tidak pernah meminta Sistem?


“Tunggu dulu. kenapa tiba-tiba aku di berikan Sistem? apa maksudnya semua ini? dan kenapa?” berbagai pertanyaan di lontarkan Yan San.


“Ding! Anda belum cukup kuat untuk mengetahuinya, anda hanya cukup tahu bahwa anda mendapat Sistem dari Dewa Roh bintang” jawab Sistem menanggapi pertanyaan Yan San.


            Yan San berpikir sejenak dan kembali bertanya “kalau dugaanku benar, dirimu seharusnya Sistem yang ada di novel-novel? kemana aku akan di lempar? apa identitas yang aku miliki? dan tempat sepierti apa yang kau kirim padaku?” tanya Yan San bertubi-tubi pada Sistem.


dunia kultivator terdiri dari enam benua : benua tengah, benua timur, benua barat, benua selatan, benua utara dan benua terlarang sebagai pusat


untuk tempat yang anda datangi pertama kali aka secara acak karena yang membawa anda kesana adalah siluman Roh bintang Phoenix ”jelas Sistem pada Yan San.


“Okee… kalau boleh tahu kenapa kau tidak dapat aku lihat? apakah kau ada di dalam diriku? kitakan belum mengikat jiwa kita? ” kembali, Yan San kembali bertanya untuk kesekian kalinya.

__ADS_1


Salah satu bintang mendekat dan berhenti di depan Yan San sebagai jawaban, Yan San berdecak kagum dan kembali bertanya “jadi ini wujud awal Sistem yang tadi berbicara dengan ku?”


Sistem menunjukan layar biru yang berisikan kontrak jiwa agar Yan San dan Sistem terikat dengan akhir pertanyaan [YA/TIDAK] sebagai jawaban.


“Ck…kenapa tiba-tiba kau begitu dingin denganku, baiklah tapi kuharap setelah terikat dirimu bisa bersikap hangat” ucap Yan San sebelum menekan ‘YA, setelah mendapat jawaban Yan San bintang tersebut masuk ke dalam tubuh Yan San’.


“Ding! proses mengikat jiwa 01%....”


Deg.tiba-tiba saja ketika proses pengikatan jiwa di mulai, kepala Yan San terasa sangat sakit semua ingatan seseorang masuk begitu saja di kepala Yan San, dan rasanya seakan kepala Yan San mau meledak.


belum selesia Yan San terkejut kini salah satu bintang ber gambarkan Phoenix membakar tubuh Yan San, dan bintang-bintang masuk begitu saja ke dalam tubuh Yan San, bahkan bintang Phoenix tadi yang membakarnya juga masuk ke dalam tubuh Yan San sebelum menghilang entah kemana.


Di tuang hampa pemuda yang tubuhnya redup, membuka matanya dan bergumam “Semoga kau ber hasil…Nak”.


“Dia sudah besar, jadi kau tidak perlu lagi menghawatirkannya” pemuda yang mendengar suara yang begitu familiar di telinganya menoleh ke arah suara, dirinya menemukan seorang wanita cantik menatapnya lembut.


“Iya… Dia sudah besar, jadi kita hanya bisa mengawasinya dari jauh saja” ucap pemuda tersebut.

__ADS_1


setelah berucap demikian muncul layar di depan mereka, ruangan yang tadinya indah dengan jutaan bintang, sekarang hanya menyisakan beberapa saja sebagai penerang di dunia hampa.


__ADS_2