Starlight System

Starlight System
ch. 9 pesta seribu lentera


__ADS_3

Yan San sedang mengemas barang barangnya, dirinya berencana untuk menjadi kuat jadi kota ini sangat tidak cocok karena tidak banyak monster dan siluman yang bisa dia bunuh, berita tentang Yan San yang telah membunuh Shin Oukang pun di usianya yang baru menginjak 10 tahun dan memiliki tahapan tinggi menarik minat semua Sekte yang ada di benua timur.


Bukan hanya Sekte, keluarga besar dan kerajaan sangat berkeinginan menarik Yan San untuk menjadi bagian dari mereka, hal ini jelas di luar perkiraan Yan San, jadi Yan San memutuskan untuk pergi dari Kota Lentera Merah pada malam ketiga.


Ketika sedang berkemas pintu ruangan Yan San di ketuk, Yan San terkejut tidak mungkin sekte, keluarga besar dan kerajaan menemukannya secepat itu, apa ada yang memberitahu mereka bahwa aku masih di sini?.


“Tuan muda anda kenapa? apa terjadi sesuatu?” suara wanita yang tidak lain Yin Wei membuat Yan San bernapas lega, “Tidak terjadi apa-apa, aku hanya kaget tadi ada kecoa di kamar mandi” ucap Yan San berasalan.


“Bailkah kalau begitu aku pergi dulu, oh iya hampir lupa, malam ini ada Pesta Seribu Lentera yang di adakan dua tahun sekali, jadi apa Tuan muda mau ikut? itu terserah Tuan muda sendiri” ucap Yin Wei sebelum meninggalkan kamar yang di tempati Yan San, sebenarnya Yin Wei sudah tahu itu bahkan ada banyak orang yang menanyakan perihal itu padanya, karena Yan San adalah penolongnya uang yang di berikan Yan San, Yin Wei gunakan untuk berobat ibunya dan sekarang ibunya sudah sehat kembali, itupun uangnya masihlah lebih 1 koin emas


Yan San kini bingung, dirinya ingin pergi dari kota ini tetapi ada pesta yang di adakan selama dua tahun sekali, dan dirinya jelas ingin merasakan pesta yang meriah itu, tetapi dia takut bila bertemu dengan orang yang mengincarnya.


Walau pelatihan Yan San sekarang sudah berada di ranah Transformasi qi4 karena membunuh siluman monster dan penjahat cultivator, namun tetap saja tidak ada yang  berada di atas ranah master 3 dan itu menjadi penyebab kultivasinya melambat.


 “Latihan bisa menunggu, tapi kebahagiaan tidak bisa menunggu, bahkan tidak akan datang dua kali” ucap Yan San, walau terdengar ambigu tetapi Yan San tidak pernah menyadari kata-katanya, semua orang di gerbang kota juga masih bingug dengan nasehat Yan San dulu pada Shin Oukang.


Yan San tentunya tidak ingin melewatkan kesempatan ini, Yan San memilih untuk tidur dirinya belum tidur sejak pertama kali datang ke dunia ini karena tidak sabar untuk menjadi kuat, hanya dalam tiga tarikan nafas Yan San sudah tertidur pulas bahkan sudah mulai mendengkur.


malam hari jam 11:30 dunia cultivator


Yan San terbangun pertama kali saat dia bangun dirinya melihat wajah seorang Yin Wei yang menatapnya heran dan sangat dekat dengan wajahnya, Yan San terkejut dia melompat menjauh dari wajah Yin Wei, “s-se-sedang apa kau di sini!” teriak Yan San.


Yin Wei tertawa geli, dirinya tidak menyangka seorang dermawannya ternyata terlepas dari seorang cultivator, Yan San dapat tidur dengan sangat cepat ter tidur bahkan tidak bangun ketika dia menyentuhnya.

__ADS_1


 “Hihihi…Tidak ada apa-apa Tuan muda hanya saja saya terkejut, ternyata Tuan muda sangat susah untuk di bangunkan” ucap Yin Wei masih tidaklah percaya, “cepat Tuan Pesta Seribu Lentara akan segera di mulai, jadi kita harus membeli lentera sebelum kehabisan” sambung Yin Wei yang pergi meninggalkan Yan San untuk bersiap-siap.


Yan San sendiri tidak habis pikir, ternyata Yin Wei sudah mencoba membangun kan nya sampai lupa membeli lentera, Yan San membersihkan diri, setelah selesai membersihkan diri sebuah pakaian terlipat rapih di atas kasurnya dengan secarik kertas bertuliskan, “Baju anda sudah saya bersih kan. Yin Wei” Yan San memakai baju biru langit yang telah Yin Wei bersihkan, dan keluar dari kamarnya ternyata Yin Wei telah menunggunya di depan pintu kamarnya.


“Ayo kita pergi” Yin Wi menoleh ke arah suara, dia mendapati Yan San telah rapi, Yin Wei terpesona ternyata yan san setampan itu, dulu saat pertama kali bertemu yan san dalam kondisi tubuh dan pakaian yang basah, dan tidak pernah dia lihat Yan San keluar dari kamarnya dan untuk makanannya, Yan San menyuruhnya menaruh di luar agar nanti dia ambil.


“Jangan bengong saja, cepat” ucap Yan San berjalan meninggalkan Yin Wei yang sedang melamunkannya, Yin Wei tersadar dari lamunannya dan berjalan menyusul Yan San dari belakang.


Saat keluar dari penginapan Yan San mendapati jalanan kota sangat padat, Yan San kagum dengan pemandangan di depannya ternyata hiasan yang penah dia lihat dulu bukan untuk keluarga besar atu untuk Sekte ternama, ternyata hiasan itu untuk pesta yang akan di adakan malam ini.


Yan San memperhatikan lebih teliti ternyata banyak orang yang menjual Lentera terbang dengan berbagai hiasan dan bentuk berbeda, Yan San mendekat pada lentera yang berbentuk persegi dengan hiasan bintang yang sangat indah.


 “Oh…Matamu sangat jeli anak muda ini adalah lentera terbaik yang aku miliki, namanya Lentera kebahagiaan bintang” ucap pedagang itu menjelaskan lentera kebahagiaan bintang akan terbang tinggi, dan ketika turun dia akan langsung jatuh pada orang yang akan menjadi jodohnya.


Pedagang itu tertawa kagum dengan ucapan Yan San yang bisa di bilang cukup dewasa, “Aku kagum denganmu bocah, tapi asal kau tahu lentera ini terbuat dari batu bintang, dan Lentera ini bisa mencarikanya jodoh yang sangat baik untuknya, dan bila sudah di terbangkan dirimu akan di lindungi dari kematian sampai kau bisa bersatu dengan jodohmu itu, untuk Lentera ini hanya ada seratus buah saja di dunia jadi sangat susah untuk menemukannya” ucap pedagang menjelaskan kegunaan Lentera kebahgiaan bintang.


Yan San mengangguk mengerti, ternyata Sistem yang dia punya masih terjangkau, masih banyak informasi tentang Lentera kebahagiaan yang masih memiliki tanda tanya, dan perlu seorang informan untuk membuka informasi ini, ada cara lain untuk membuka informasi dengan cara melakukan upgrade system, hanya saja yan san berpikir masih terlalu cepat untuk melakukan upgrade jadi dia memilih bertanya tentang Lentera kebahagiaan bintang, dan ternyata berhasil membuka informasi ini jadi bisa di bilang pedagang di depannya terlalu jujur.


“Jadi berapa harga lentera ini?” tanya Yan San


Pedagang itu tersenyum puas barang yang dia temukan yang dia kira barang tiruan ini akan di beli dengan begitu mudah, “Harganya tidak terlalu mahal kok Cuma 10 koin emas…” ucap pedagang sambil menunjukan harga dengan jarinya.


Yan San mengerutkan keningnya, “apa aku tidak salah dengar?, atau mungkin ini hanya barang yang dia kira palsu?, bagus lah” ucap Yan San di dalam hatinya, dia mengeluarkan 10 koin emas dan mengambil lentera bintang,dia lalu mencari tempat yang cocok untuk menerbangkan Lenteranya, Yan San memasukan Lenteranya ke dalam inventorinya dan berjalan kearah danau di sana terdapa Lentera berbentuk bunga teratai sedang terapung.

__ADS_1


 “Sepertinya pesta seribu Lentera adalah pesta dengan Lentera yang akan menghiasi seluruh kota ini sesuai namanya kota lentera”  pikir Yan San karena semua hiasan di kota ini keseluruhan adalah Lentera.


Yan San membeli lentera teratai di pinggir sungai, dia menuliskan permohonannya walau dia tidak percaya dengan yang namanya memohon pada Lentera.


Yang dia beli kali ini adalah Lentera teratai hati, menurut informasi yang dia dapat Lentera ini akan mencari Lentera lain yang akan menjadi jodoh mereka yang menggunakanya, atau akan berhenti di depan jodohnya lewat jalur air, dan bila sudah di terima Lentera itu akan terbakar dan menunjukan wajah pengguna dengan bentuk kobaran api.


Walau terdengar membual tetapi penjelasan yang Sistem berikan hampir tidak pernah meleset, dan semua adalah benar.


Yan San membakar kertas yang ada di tengah Lentera dan menaruhnya di atas air, Lentera itu terus bergerak ketepian mengarah ke Lentera yang hiasanya sangat indah, dan menabrak lentera itu membuat kedua lentera itu terbakar.


Yan San terkejut ternyata Lenteranya menabrak Lentera lain padahal dia tidak mendorong Lentera itu tetapi entah mengapa Lentera itu bergerak ke tampat lentera yang dia tuju.


Bahkan ketika ada Lentera lain yang menghalanginya Lentera milik Yan San berbelok seakan punya nyawa sendiri.


Yan San menatap ke arah tepian yang satunya dan terkejut, seorang anak kecil berusia 9 tahun dengan wajah bak peri hanya saja masihlah anak kecil menatapnya tajam, anak perempuan itu memiliki wajah yang manis, mata berwarna merah muda, rambutnya yang berwarna perak dengan pakaian berwarna merah terang, menambah kecantikan yang dia miliki,


“Kenapa kau menabrak lenteraku…”


***


maaf bagi para reader pasti agak kecewa kalo Ss kelamaan updatenya, maaf saja soalnya ini dilingkungan pondok pesantren jadi author agak susah buat update Ss ini.


** tapi tenang saja author akan berusaha untuk melakukan update secepat mungkin **

__ADS_1


See you next time


__ADS_2