
Semenjak Xu Yu lahir ibunya telah meninggal karena mengorbankan nyawanya, sebenarnya Xu Yu memang tidak bisa hidup lbih dari 20 hari karena fisiknya yang sangat lemah.
Ibu Xu Yu, Mu Rong mempertaruhkan nyawanya sebagai ganti kehidupan untuk Xu Yu, itulah kenapa Xu Yu sekarang memiliki mata yang bisa jadi rebutan seluruh alam jika mereka mengetahuinya, dan mata istimewa milik Xu Yu di panggil mata peri bulan.
Xu Yu tidak pernah tahu bahwa ibunya meninggal karena mempertaruhkan hidupnya untuk Xu Yu yang dia tahu ibunya meninggal karena menjaga Xu Yu dari orang-orang yang mengincar mata istimewanya.
mulai dari saat itu Xu Yu terus di bujuk ayahnya agar menerima seorang laki-laki berbakat sebagai pengawalnya, tapi Xu Yu menolak dirinya ingin menjadi pendekar sekaligus cultivator dengan kekuatannya sendiri.
dan ternyata pencapaian Xu Yu diakui oleh beberapa sekte ternama di benua timur, sebenarnya Xu Ru wang ayah Xu Yu menolak tawaran dari sekte-skte ternama agar merekrut Xu Yu karena Xu Ru wang tahu bahwa sekte ternama menngetahui rahasia mata peri bulan milik Xu Yu, jadi mereka mau mengambilnya dan jika sudah mengambil mata Xu Yu pasti mereka akan mengembalikan Xu Yu dalam keadaan tak bernyawa dengan alasan kecelakaan.
Walau Xu Ru wang tak rela anaknya menjadi korban ketamakan manusia seperti mereka, tetapi tidak ada salahnya jika dia memanfaatkanya dia akan melakukan kompetisi untuk memperebutkan Xu Yu sebagai murid sekte yang berhasil memenangkan kompetisi, dan jika yang memenangkan kompetisi adalah orang dari aliran bebas yang berarti tidak terikat dari sekte dan aliran manapun berhak menjadikan Xu Yu sebagai murid atau tunangan Xu Yu jika dia masihlah pemuda atau untuk anak mereka.
tentunya banyak orang 4 aliran yang tertarik dengan penawaran ini, Xu Ru wang mengatur kompetisi akan di adakan 4o hari setelah Pesta Seribu Lentara selesai.
seperti biasa Xu Yu membuat sendiri Lenteranya dengan keinginanya sendiri, Xu Yu selalu membuat dua lentera yang pertama Lentera Teratai apung dengan warna putih bulan dan yang satunya adalah Lentera tebang dengan gambar wajah seorang pria tampan yang mirip dengan Yan San sebagai hiasan.
“Dewa Roh bintang~ aku akan tetap di sisimu jika kita bertemu lagi~” ucap Xu Yu menatap manja Lentera buatannya sambil memanggil ‘Dewa Roh bintang’ berulang kali.
__ADS_1
Sifat Xu Yu dulu yang begitu ketus pada orang lain, dan sekarang dia terlihat begitu senang saat bertemu dengan seorang pemuda yang tidak dikenal oleh keluarga Xu sebelumnya, bahkan terlihat akrab. Xu Ru wang sudah mencoba mengenalkan seorang pemuda yang tampan dan berbakat, tetapi Xu Yu tetap berpaling dan mengatakannya secara ketus “Dia bukanlah Dewa Roh bintang, dan lagi orang jelek ini ingin di samakan dengan Dewa Roh bintang…Mimpi!” begitulah yang dia katakan.
semua bayang-bayang Yan San tentang nona muda keluarga Xu hancur, dia pikir nona muda keluarga Xu adalah perempuan yang berumur matang dengan wajah cantik dan warna rambut dan mata yang indah.
Tapi semua itu hancur saat anak perempuan yang baru saja dia temui adalah nona muda Xu, memang tidak bisa di pungkiri lagi bahwa Xu Yu adalah wanita tercantik yang pernah dia temui hanya saja usianya masih belum matang, jadi sulit untuk mengatakan bahwa Xu Yu adalah wanita tercantik.
Xu Yu bingung, kenapa wajah Kak Yan Hao terlihat kecewa? dia mendekati Yan San dan mengajak Yan San untuk ikut makan di meja yang sudah di siapkan untuk keluarga Xu.
Yan San hanya mengikuti ajakan Xu Yu dia duduk di sebelah Xu Yu.
Suasana meja mendadak canggung, kedatangan Yan San membuat mereka merasa rendah mulai dari gaya makannya gaya berjalAnnya dan kultivasinya yang tinggi untuk anak se usianya, sudah membuktikan bahwa dia pasti bersal dari keluarga terpandang.
Walau begitu Xu Ru wang dan yang lainya masih raugu untuk mengatakanya, “Mungkin bagi kak Yan Hao tidaklah penting, di keluarga kami akan ada kompetisi!” ucap Xu Yu tanpa ragu berbicara dengan Yan San masalah kompetisi.
Semua orang keluarga Xu jelas terkejut dengan apa yang di ucapkan Xu Yu, sebelumnya Xu Yu tidak pernah se terbuka seperti ini dan selalu bersikap dingin.
Perubahan yang di tunjukan Xu Yu membuat seluruh anggota keluarga Xu yang hadir bertanya-tanya, apa anak laki-laki ini yang di cari nona muda?
__ADS_1
Semua mata terus tertuju pada Yan San dan Xu Yu mereka Nampak terlihat akrab bahkan candaan Yan San membuat Xu Yu bisa tertawa lepas.
Xu Ru wang yang melihat anaknya dapat tertawa lepas ikut bahagia, dia sudah pernah mengajak anaknya berjalan-jalan, memceritakan cereta yang lucu, dan banyak cara yang telah dia coba namyun tetap saja gagal, namun sekarang senyuman tak pernah lepas dari wajah Xu Ru wang setelah melihat anak\ semata wayangnya dapat tertawa lepas.
“Jadi Kak Yan San apa kau ingin ikut kompetisi di keluarga Xu-ku?” tanya Xu Yu menatap Yan San dengan wajah imutnya.
“Oh…Tuhan, wajah imut itu tidak akan pernah ku lupakan?” di dalam hati Yan San bersyukur bisa bertemu orang yang sangat imut dan manis, dan itu ada di depan matanya tentu sulit untuk menghapus semua ingatan ini.
“kak San…”
“ah…iya iya, aku pasti ikut kok” ucap Yan San
“kalau kak San tid…tunggu dulu” ucapan Xu Yu terhenti saat tahu Yan San ternyata akan ikut ke dalam kompetisi, “coba kak San katakan lagi?” ucap Xu Yu yang masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
“Aku ikut” ucap Yan San tak keberatan, meilhat wajah cemberut Xu Yu membuat Yan San khawatir bila Xu Yu di ambil lebih dulu oleh orang lain maka akan membuat Yan San kewalahan untuk merebutnya kembali.
“kalau begitu kaka menginap saja di rumah bulanku” ucap Xu Yu bersemangat, semua orang terkejut saat Xu Yu menawarkan tempat tinggal yang berada di dalam keluarga Xu, terlebih tinggal di rumah bulan milik nona Xu mereka.
__ADS_1
Bila mereka membiarkan Yan San tinggal di rumah bulan tanpa sepengawasan, akan sangat berbahaya jika ada orang lain tahu dan ini akan menjadi sebuah Aib yang sangat besar.
“Maaf aku tidak bisa…”