
Di depan gerbang kota semua menatap kerah Yan San seakan Yan San adalah pemandangan yang sangat langka.
setelah sampai giliran Yan San memasuki kota, tiba-tiba dua penjaga yang menjaga kota menghentikanya, hal ini jelas membuat Yan San kesal, bagaimana tidak cultivator anak-anak saja boleh masuk tapi Yan San tidak? bukanya ini sama saja dengan deskriminasi? jelas ini penghinaan untuk Yan San.
penjaga yang di tatap Yan San merasa bahaya mendekat membuat mereka merinding ngeri, mereka tahu bahwa Yan San adalah cultivator karena mereka dapat melihat pelatihan Yan San, “kenapa kalian mengentikanku” ucap Yan San dingin.
“I…Itu…it-” ucapan penjaga terpotong karena Yan San lebih dulu berteriak.
“Cepat katakan!, apa kalian tidak tahu aku sekarang sedang basah kuyup” bentak Yan San merasa risih, semua orang terkejut seorang anak kecil berani membentak seorang penjaga gerbang? terlebih mereka adalah cultivator? apa sebegitu hancurnya anak jaman sekarang?, mereka tidak tahu saj Yan San telah menyembunyikan pelatihannya.
“anak jaman sekarang memang tidak tahu sopan santun” semua orang menoleh kearah suara dan mendapati seorang pria paruh baya, rambut dan janggut putih panjang, pakian hitam, menunjukan bahwa dia adalah cultivator aliran hitam.
yan san menatap pria pruh baya dengan pandangan sinis,apa baru saja dia diremehkan? dengan diriku yang telah memiliki teknik bintang? dirinya berani sombong di depanku? sungguh mencari kematian!.
“Hei tua Bangka, untuk apa kau mengkritik diriku tidak benar sementara dirimu saja tidak benar, sungguh rubah. dirimu mencari kesempatan dalam kesempitan” ucap Yan San memprovokasi Pria paruh baya.
Pria paruh baya mengerutkan keningnya, untuk pertama kalinya dia di rendahkan oleh seorang anak kecil, “Hei nak, apa kau tidak mengenal Setan organ dalam?” tanya Pria paruh baya itu, meski merasa kesal tapi dirinya harus tetap bisa Low Profil agar bisa mendapat banyak perhatian.
“Apa? jadi dia Setan organ dalam Shin Oukang, orang yang suka mengumpulkan organ dalam musuhnya entah itu masih hidup atau sudah mati, dan katanya organ dalam yang dia gunakan untuk menarik jiwa yang dia ambil organ dalamnya untuk berkultivasi dengan cara memakan organ dalam itu dalam keadaan masih segar” ucap pemuda di samping Yan San berbicara pada teman di sampingnya.
Yan San yang mendengar itu membayangkan Pria paruh baya atau yang tadi di sebut Shin Oukang memakan organ dalam dengan lahap, yan san menyunggingkan senyum tipis di bibirnya.
__ADS_1
“Wah… Aku ternyata bertemu ‘Belatung’ yang sedang memakan bangkai organ dalam manusia” ucap Yan San dengan nada mengejek.
Shin Oukang yang di panggil ‘Belatung’ naik pitam dirinya tidak terima jika di bandingkan dengan hewan menjijikan itu, walu tahu dirinya melakukan kebiasaan seperti hewan yang di sebut Yan San “kau…” ucap shin oukang mengluarkan aura pelatihannya yang berada di ranah trasformasi qi *7.
semua orang merasakan berat yang teramat sangat di punggung mereka, mereka yang masih bertahan dari aura Shin Oukang menekan aura Shin Oukang dengan aura mereka masing-masing.
Shin Oukang tersenyum sinis melihat semua orang tak berdaya dihadapanya, bahkan Yan San yang memprovokasi dirinya kini gemetar, “benar, apa kau takut? kalau begitu sana pulang kerumah dan berlindung saja di bawah kaki ibumu” ucap Shin Oukang memprovokasi Yan San.
Bukanya perasaan takut yang Shin Oukang lihat dari raut wajah Yan San meliankan raut wajah kegirangan seakan yan san menikmati sensasi seperti ini, hal itu jelas membuat Shin Oukang terkejut, dirinya ingat seharusnya Yan San telah pingsan saat menerima aura yang dia miliki?
Pikiran Yan San mendadak liar saat Shin Oukang mengatakan ‘ibu’ di depan Yan San, di kehidupannya dulu Yan San hanya memiliki seorang ibu yang meninggalkanya saat Yan San masih berumur 6 tahun, dan di kehidupan ini juga sama tetapi dikehidupan ini Yan San mendapat ingatan seseorang bahwa dirinya melihat sendiri ibunya di bunuh dengan sadis di depan matanya di saat umurnya juga berusia 6 tahun.
“Tarik kembali ucapanmu” ucap Yan San dingin, dan mengeluarkan aura pelatihan kuno yang dari teknik bintang yang telah dia pelajari untuk menekan Shin Oukang,
Shin Oukang terkejut saat aura pelatihanya di tekan oleh aura misterius yang merembes keluar dari tubuh Yan San membuat Shin Oukang terdiam.
tidak mendapat jawaban dari shin oukang yan san mengulurkan tangannya, seketika pedang salah satu pendekar yang telah kehilangan kesadaranya melesat kearah Shin Oukang.
Shin Oukang merasa punggungnya dingin segera melompat kesamping untuk menghindar.
Jleb…
__ADS_1
Karena telat menghindar pedang itu berhasil tertancap di tubuh Shin Oukang, dan beruntungnya pedang itu didak mengenai bagian vital, sehingga Shin Oukang masih memiliki kesempatan untuk hidup.
Pertarungan sengit antara Yan San dan Shin Oukang pun pecah, banyak serangan nyasar dari skill Shin Oukang dan skill Pegasus milik Yan San.
Dalam pertarungan Yan San sangat di untungkan dirinya bertarung dengan skill Pegasus, walau skill Pegasus memiliki jeda tetapi Shin Oukang tidak bisa mendekati Yan San karena Yan San di lindungi oleh pedang yang dia kendalikan.
Kondisi paling buruk di derita oleh shin oukang di tubuhnya terdapat banyak luka tebasan, bekas pukulan, tendangan, dan ada tiga buah pedang tertancap di tubuhnya dua tertancap dari belakang, dan yang satu tertancap dari depan.
Tentu Shin Oukang tidak berusaha mencabutnya karena itu hanya akan memperburuk kondisinya, Shin Oukang berusaha menghentikan pendarahan dengan qi yang dia miliki dengan pedang tertancap.
Yan San berhenti menyerang Shin Oukang, dan Shin Oukang juga berhenti menyerang Yan San dirinya berusaha mengumpulkan qi secara diam-diam agar bisa kembali bertarung dengan Yan San, semua orang terpana melihat cara bertarung Yan San yang begitu tanpa celah sedikti pun.
“Sepertinya ‘Sang Belatung’ harus mengakhiri hidupnya disini, di tangan seorang anak kecil” ucap Yan San dengan senyum sinis, yang bisa membuat orang yang melihatnya merasa kematian seolah mendekat.
pedang yang tertancap dari belakang tubuh Shin Oukang tiba-tiba menebas ke arah berlwanan.
Tanpa aba-aba, yan san meselat dengan sangat cepat, hanya dalam satu tarikan nafas yan san sudah berada di depan Shin Oukang dengan tangan menggenggam pedang yang menancap di tubuhnya dari depan.
“Sayonara…!” ucap Yan San dengan nada yang sangat dingin.
Belum selesai Shin Oukang merasakan sakit yang teramat sangat itu, Pedang yang di pegang Yan San menebas ke atas sehingga tubuh Shin Oukang masih tesambung hanya saja dalam keadaan yang begitu mengenaskan.
__ADS_1