Status Titipan

Status Titipan
Bab. 21


__ADS_3

Via tersenyum setelah melihat ke arah rumah yang beberapa bulan ini sudah kosong.


"Aku akan menyelidiki siapa orang yang diam-diam memperhatikan aku dari balik tirai itu," gumamnya lalu berjalan ke arah dalam rumah Pak Luis sahabat baik ayah angkatnya.


By Lisa yang melihat kedatangan anak dari rekan kerjanya beberapa tahun silam segera tersenyum menyambut kedatangannya Via Oktanara Edward atau nama aslinya Lila Oktavia Pricilla.


"Kebetulan kamu sudah datang yuk gabung dengan ibu dan bapak kami kebetulan sedang bersantai sambil menikmati kue dan minuman teh hijau kesukaanmu," ajaknya Bu Lisa sambil menggandeng tangannya Via.


Via tersenyum ramah," aku mandi dulu yah Bu, nanti baru gabung sama kalian kalau sudah bersih sudah bau acem soalnya," tolaknya dengan halus Via.


"Kalau gitu saya tunggu kamu di ruang tengah, jangan lama yah sayang," imbuhnya Bu Lisa sambil melepas tangannya dalam genggaman tangannya Via.

__ADS_1


Via menaiki undakan tangga satu persatu sembari kembali mengingat kejadian barusan.


"Kenapa feeling aku mengatakan orang yang sejak tadi mengawasiku adalah orang yang aku kenal yah?" Cicitnya Via lalu memutar handle pintu kamarnya.


Via bukannya langsung mandi malahan berjalan ke arah jendela kamarnya. Ia kemudian menarik tali pengikat tirai gordennya itu lalu membuka jendela kamarnya.


"Kamarnya agak pengap sebaiknya aku buka agar sirkulasi udaranya bagus," lirihnya Via.


"Berarti ada orang yang huni rumah itu, apa sebaiknya aku tanyakan hal ini pada Tante Lisa saja karena tidak mungkin penghuni rumah itu tak kasat mata apalagi yang namanya hantu itu tidak mungkin banget," cicit Via lalu segera berjalan ke arah dalam kamar mandi.


Sedangkan di kamar sebelah tepatnya di rumah yang sejak tadi dalam pembahasan Via, Arsene tersenyum penuh arti karena rencananya untuk ngontrak di rumah itu adalah pilihan yang terbaik.

__ADS_1


"Aku akan terus menjadi stalker kekasihku sendiri aku tidak mau jika sampai ada pria lain yang terusan mendekatinya, karena Lila adalah hanya milikku seorang bukan orang lain," lirih Arsene lalu segera memakai pakaiannya karena akan keluar bertemu dengan papanya untuk membicarakan masalah kecurigaannya terhadap Lila.


Arsene selalu memakai topi untuk bepergian dan beraktifitas di sekitar halaman depan rumah sewaannya terutama beraktifitas di luar ruangan. Hal itu bertujuan agar tidak ada yang mengetahui dan curiga dengan apa yang dilakukannya.


Untungnya dia sudah masuk ke dalam mobilnya sebelum Via berjalan ke arah luar rumahnya karena ada sesuatu yang kelupaan. Bu Lisa yang melihat Via berjalan di teras rumahnya segera mendatangi Via.


"Maafkan aku Abang untuk sementara aku tidak akan mengakui apa lagi mengatakan bahwa aku Lila gadis kecilmu yang sudah berjanji akan menikah denganmu jika usiaku sudah dua puluh tahun, aku terpaksa melakukan hal ini demi menangkap orang yang telah melakukan rencana pembunuhan pada saya dan keluargaku jadi sebelum aku berhasil menjalankan tujuanku itu,maka maafkanlah aku Abang, walaupun aku sangat merindukanmu juga," batinnya Via


"Apa yang sedang kamu cari Nak?" Tanyanya Bu Lisa.


Via sedikit terlonjak karena sedang memikirkan hubungannya dengan tunangannya yaitu Arsene.

__ADS_1


"Ehh Tante, a-ku men-ca-ri ini," jawabnya gagap karena takut ketahuan jika ada yang sedang mengganggu pikirannya itu.


__ADS_2