
Arsene Antonio Leonardo dan Via Oktara Edward akhirnya saling mengungkapkan perasaannya masing-masing, Arsene juga jujur jika penghuni rumah disebelah kanan rumah milik paman dan bibinya adalah rumahnya.
"Kamu setelah ini mau kemana?" Tanyanya Arsene.
Via menatap intens ke arah pria yang sejak dulu disayangi dan dicintainya setulus hatinya itu.
"Rencananya mau makan sih kak, kenapa emang?" Tanyanya balik Via.
"Gimana kalau aku traktir kamu makan enak hari ini kebetulan ada warung lesehan yang baru buka hari ini, apa kamu minat dan mau makan bareng Abang di tempat murah seperti itu?" Tanyanya Arsene sambil meraih helmnya untuk memberikan kepada Via.
__ADS_1
Via menyambut helm tersebut dengan senyuman khasnya," aku wajib coba makanan di warung itu, sudah hampir tiga bulan enggak sempat makan di luar soalnya," Via segera memakai helmnya itu.
Mereka kemudian berjalan meninggalkan tempat awal mereka bertemu. Keduanya berboncengan sambil berbincang-bincang. Arsene mengemudikan motornya dengan cukup pelan, sehingga keduanya bisa bebas berantai berbicara dengan tenang tanpa terganggu keadaan jalan yang mereka lalui.
Arsene memiliki rencana khusus untuk perempuan yang rencananya ingin dilamar dalam waktu dekat ini. Walaupun Via pernah ngomong jika dia belum berniat untuk menikah dalam waktu dekat ini, yang paling penting bagi Arsene, mereka bertunangan itu sudah cukup.
"Hari ini aku harus segera menghubungi kedua orang tuaku dan juga kedua orang tuanya Via yang selama ini bersembunyi untuk membuka dan membongkar jati diri siapa pelakunya ternyata adalah saudara kembarnya sendiri Maminya Via, aku sudah mendapatkan buktinya dan juga sudah aku serahkan Ke tangan pihak berwajib,aslinya aku simpan bukti tersebut sehingga hanya salinannya saja yang aku berikan kepada polisi," gumamnya Arsene yang diam-diam mencari tahu kenapa bisa muncul perempuan dan pria yang sangat mirip dengan Papi dan Maminya Via.
Lila,Mitha kedua sahabatnya Via terpaksa ditinggal karena tidak mungkin mereka ikut bersama menaiki motor. Sehingga kedua gadis itu terpaksa mengalah dan tinggal di kampusnya.
__ADS_1
Mita dan Lila menatap kepergian sahabatnya itu," semoga kalian bahagia dan bersatu menjadi pasangan suami istri walaupun Via bersikukuh dan bersikeras tidak mau menikah muda jika usianya belum 25 tahun, waduh Pak Arsene nunggu tujuh tahun kalau seperti ini," cicitnya Lila.
"Aku juga pasti akan berkomitmen seperti itu, karena aku tidak mau nikah muda apalagi punya cepat anak, bikin repot kalau masih muda kalau sudah umur siap mental pasti lebih enak dan enjoy untuk menikah," pungkasnya Mitha dengan ucapannya yang serius.
"Tumbenan loh serius, padahal biasanya bercandanya lebih banyak dan dominan apa kamu juga sudah siap dan pengen nikah nih," tampiknya Lila Angelina Sondakh sambil menatap intens ke arah sahabat terbaiknya itu.
"Hahaha ya elah kamu dari mana saja, baru nyadar kalo aku ini calon nyonya besar dari pengusaha yang sukses diusiaku yang masih muda," kelakarnya Mitha Arun Wijayanto.
Kedua bola pasangan muda yang belum meresmikan hubungan mereka kejenjang yang lebih serius mengingat Via belum bertemu langsung dengan kedua orang tuanya yang masih dicarinya.
__ADS_1
"Saya yakin mami dan papi segera ditemukan dalam waktu dekat ini, karena saya pernah bermimpi mami datang padaku, semoga ini sinyal kalau mereka masih hidup," batinnya Via.