
Setiap hari, selain bekerja di perusahaan dan menjadi salah satu dosen pembantu di salah satu universitas ternama yang ada di Ibu kota Jakarta Arsene Antonio Leonardo juga menjadi stalker dari kekasih masa kecilnya dan juga tunangannya itu.
Lila atau Via menatap ke arah jendela kamar lantai dua rumah tetangganya," sudah jalan satu bulan aku perhatikan rumah itu, entah kenapa perasaan aku mengatakan ada sepasang mata yang selalu mengawasi setiap gerak gerikku, aku sudah mencari tahu tapi hingga detik ini belum aku temukan siapa orangnya dan tujuannya melakukan hal itu," batinnya Via sembari menatap ke tirai gorden jendela itu yang sedikit bergoyang.
Via hari ini tidak memakai motornya karena ia baru saja dikirimkan mobil kesayangannya dari luar daerah dari ayah angkatnya Pak Edward. Mobil dengan merk F dengan simbol kuda jingkrak itu dengan warna yang cukup teduh karena berwarna hitam.
"Anak-anak akan heboh jika tahu aku memakai mobil ini, tapi itupun akan berlanjut rasa kepo mereka jika aku mereka tahu," dengan senyuman seringai liciknya.
Arsene segera bergegas memakai jasnya karena hari ini ada jadwal kuliahnya di kelasnya Lila, Mike, Mikha dan Gisele adik bawelnya itu. Selama dua jadi dosen hanya adiknya saja yang tahu jika ia menjadi dosen di kelasnya Lila Oktavia Pricillia Ford.
Arsene bukannya melarang Gisella untuk berbicara berterus terang kepada kedua orang tuanya,hanya saja kedua orang tuanya tidak mempermasalahkan ataupun bertanya siapa dosen dan teman dekatnya.
__ADS_1
Mikha melihat Via berjalan dengan begitu santainya berteriak sambil berlari," Via!" Teriaknya Mikha.
Via sudah mengetahui dengan jelas siapa pemilik suara itu. Dia berhenti lalu menatap ke arah Mikha yang berlari kencang dengan nafasnya yang sudah ngos-ngosan dan peluh keringat bercucuran membasahi pipinya dan sekujur tubuhnya seolah dia dikejar dan diburu oleh seorang penjahat saja.
"Ya elah Mikha kamu ini berbakat jadi atlet lari loh sepertinya kamu salah ambil jurusan deh," Candanya Via yang menatap jengah Mikha.
Sedangkan Mikha yang ditegur oleh sahabatnya itu hanya nyengir kuda yang menundukkan kepalanya mengatur nafasnya yang tersengal.
"Makanya kalau tidak terbiasa berlari jangan dipaksakan, anak mami mau jadi atlet nasional kayaknya mimpinya kesiangan!" Sarkasnya Mike yang baru datang.
"Hemm!"
__ADS_1
Seseorang berdehem untuk mrnghentikan candaan mereka bertiga. Ketiganya bersamaan dan kompakan menolehkan kepalanya ke sumber suara.
Mikha melongok tak percaya dengan pria yang berdiri di belakang mereka. Sedangkan Mike Lewis Anderson dengan Via Oktanara Andrew hanya saling berpandangan satu sama lainnya.
"Ehh Pak Arsene Antonio Leonard yang gantengnya mengalahkan oppa Lee Ming Ho dengan Chi Chang Wook apa kabar Pak?" Sapanya Mikha di depan dosennya.
Gisele yang baru muncul mau muntah mendengar perkataan dari ucapannya Mikha temannya yang paling pandai ngegombal itu.
"Hoek… entah tadi aku makan apa sampai-sampai pengen muntah!"cibirnya Gisella Cindy Claudia Leonard adik bungsu sekaligus adik kandung satu-satunya Arsene sang dosen yang sudah menjadi idola kampus beberapa hari belakangan ini.
"Kamu mau muntah aku pengen nabok kepalanya biar sadar dari angan-angan kosongnya itu," dengusnya Mike seraya menepuk keningnya Mikha kekasihnya itu.
__ADS_1
Sedangkan Arsene yang menjadi bahan topik pembicaraan berlalu begitu saja daru hadapan ke empat orang itu dengan menatap ke arahnya Lila sambil tersenyum tipis.
"Apa abang Arsean tahu kalau aku adalah Lila?"