Status Titipan

Status Titipan
Bab. 25


__ADS_3

Mika berbisik di telinganya Gusela," coba perhatikan apa yang kira-kira dipikirkan oleh Via teman kita ini karena sejak tadi setelah kepergian Pak Arsene dia terus diam dan hanya bola matanya yang menyiratkan banyak teka-teki entah apa yang dia sedang pikirkan?"


"Kalau penasaran dan pengen tahu tanya langsung saja sama orangnya!" kertusnya Mike.


"Arsene aku tahu maksud kamu untuk memanggilku datang karena kamu pasti ingin tahu siapa aku sebenarnya tapi, maaf aku enggak bakalan biarkan rencana kamu itu berhasil," bathinnya Lila Oktavia Pricilia Ford berjalan ke arah ruangan pribadinya Arsene Antonio Leonardo.


Via atau Lila berjalan dengan langkah yang tegas dan penuh percaya diri keyakinan penuh jika akan berhasil dengan sukses.


Arsene memperhatikan Via melalui hpnya yang tersambung dengan cctv. Sudut bibirnya tertarik ke atas dan segera berjalan cepat untuk mengecek semua persiapan.


Arswne menulis sebuah tulusn yang isinya sangat memyentuh hati dan akan membuat klepek-klepek hati dan perasaan perempuan yang bisa membacanya.


Arsene mencium kertas berwarna merah muda itu dengan ciuman sekilasnya ketika sudah melipat kembali dengan rapi penuh kelembutan.


Akhirnya ku menemukanmu


Saat hati ini mulai merapuh


Akhirnya ku menemukanmu


Saat raga ini ingin berlabuh


Ku berharap engkau lah


Jawaban segala risau hatiku


Dan biarkan diriku

__ADS_1


Jika nanti ku sanding dirimu


Miliki aku dengan segala kelemahan ku


Dan bila nanti engkau di sampingku


Jangan pernah letih tuk mencintaiku


Akhirnya ku menemukanmu


Saat hati ini mulai merapuh


Ku berharap engkau lah


Jawaban segala risau hatiku


Dan biarkan diriku


Jika nanti ku sanding dirimu


miliki aku dengan segala kelemahan ku


Dan bila nanti engkau di di sampingku


Jangan pernah letih untuk mencintaiku.


Arsene kembali duduk dan menyelipkan masuk lipatan kertasnya ke dalam buketĀ  bunganya yang sudah ia persiapkan.Via berjalan tanpa ada bebabn sedikitpun, Lila menarik nafasnya dengan panjang lalu menghembuskan dengan kuat.

__ADS_1


Lila memutar kenop pintu itu fan sesekali melirik sekilas ke arah samping kiri kanannya ssbelum melamgkahkan kakinya ke dalam ruangan itu. Tetapi, Via begitu terkejut setelah pintu itu terbuka, banyaknya kelopak bunga mawar merah yang berjatuhan mengenai kepalanya hingga ada beberapa kelopak bunga yang berjatuhan mengenai rambut panjangnya yang terikat rapi seperti ekor kuda.


Via terenyuh dan hatinya tersentuh dengan banyaknya bunga itu, ia tidak menyangka dengn apa yang ssdang terjadi sekarang.


"Apa maksud dari kakak Arsene sehingga berinsiatif melakukan hal kayak gini," gumamnya Via yang spontan merentangkan kedua tangannya.


"Semoga kamu suka dengan apa yang kakak lakukan," gumam Arsene yang berjalan ke arah pintu.


Via teringat beberapa tahun yang lalu ketika Arsene juga memberikan kejutan seperti ini. Kala itu betapa bahagianya Lila kecil mendapatkan kejutan dan surprise yang luar biasa. Wajahnya berseri-seri merona memerah dengan senyuman manis tersungging di sudut bibirnya.


"Kak Arsene masih mengingat kejadian hari itu yang terakhir kalinya kami bertemu," lirihnya Via yang sejujurnya sangat bahagia.


Via tidak memungkiri jika perasaannya mengatakan sangat bahagia mengingat dia masih remaja yang mendapatkan hadiah yang sangat berarti dalam kehidupannya.


"kakak aku tidak mungkin melupakan masa indah kebersamaan kita berdua, saya sangat mencintaimu Arsene," lirihnya Via yang ternyata di dengar langsung oleh Arsene yang langsung memeluk tubuhnya Lila dari arah belakang.


Bagi Gift Iklannya dan Koinnya dong kakak readers, bagi like, Vote dan masukannya boleh.


Jangan lupa untuk memberikan dukungannya yah! mampir juga dinovel aku yang judulnya:


Majikan Ayah Dari Anakku


Rindu Bintang Kejora


Garis Tanganku


Makasih banyak all readers..

__ADS_1


__ADS_2