Status Titipan

Status Titipan
Bab. 23


__ADS_3

"Hoek… entah tadi aku makan apa sampai-sampai pengen muntah!"cibirnya Gisella Cindy Claudia Leonard adik bungsu sekaligus adik kandung satu-satunya Arsene sang dosen yang sudah menjadi idola kampus beberapa hari belakangan ini.


"Kamu mau muntah aku pengen nabok kepalanya biar sadar dari angan-angan kosongnya itu," dengusnya Mike seraya menepuk keningnya Mikha kekasihnya itu.


Sedangkan Arsene yang menjadi bahan topik pembicaraan berlalu begitu saja daru hadapan ke empat orang itu dengan menatap ke arahnya Lila sambil tersenyum tipis.


"Apa abang Arsean tahu kalau aku adalah Lila?"


Via tidak nrnggubris candaan dari mulut sahabatnya itu.


"Kenapa perasaanku mengatakan jika. Arsene sudah mengetahui siapa aku sebenarnya karena dari tatapan matanya yang mengatakan bahwa dia tahu siapa aku ini," batinnya Lila Oktavia Pricilla Ford.


Semua mahasiswa berjalan ke arah ruangan kelas mereka setelah melihat kedatangan Arsene dengan tamoan wajahnya yang dingin dan datar itu seolah tidak ada tergambar sedikitpun dari mimik wajahnya itu.


"Lihat dosen ganteng kita kenapa semakin aku perhatikan semakin terpancar aura tampannya saja," bisik Mikha ketelinganya Via yang sebeanrnya tidak memungkiri hal tersebut.

__ADS_1


"Maaf saudari Mikha apa ada yang ingin ditanyakan sehubungan dengan apa yang saya jelaskan?" Tanyanya Arsene yang menghentikan ucapannya untuk menjelaskan apa yang barusan dia katakan.


Mikha gugup dan tersentak kaget karena tidak menyangka jika apa dikatakannya dengan suara yang sangat kecil masih mampu di dengar oleh dosennya itu. Gisela tersenyum tipis melihat reaksi dari salah satu sahabatnya itu.


"Tidak apa-apa kok pak," jawabnya Mikha yang gelagapan karena kebingungan sendiri.


"Kalau saudari Via Oktara Edward mungkin bisa menjelaskan apa yang baru saya sampaikan di depan kelas?"


Via menunjuk ke arah badannya sendiri," Saya pak?"


Via segera berjalan ke arah depan di laur ekpetasi semua temannya yang mengira Via adalah siswa yamg pendiam irit bicara adalah mahasiswi yang bodoh karena selama berkuliah selalipun Via tidak pernah menunjukkan di depan umum kepintarannya.


Dengan penuh keyakinan dan kepercayaan Via dengan tegas,lancar dan pasih menjelaskan kembali apa yang barusan diterangkan oleh Arsene. Pria itu diam-diam ikut terkagum-kagum melihat penampilan memukau dari Via yang sudah mirip dengan dosen saja dari penampilannya menjelaskan.


"Kamu memang pantas jadi pendamping Arsene Antonio Leonardo, aku semakin mencintaimu gadisku," batinnya Arsene dengan senyuman memujanya.

__ADS_1


"Ternyata Via jenius hingga satupun kata yang diucapkan oleh abang Arsene sama sekali tak terlewatkan, apa aku jodohkan kakak dengan Vis saja yah karena aku perhatikan sedari tadi abang raut wajahnya bersinar terpancar kebahagiaan yang jarang sekali terlihat seperti ini.


"Via tolong menghadap ke ruanganku setelah jam kuliah kamu selesai, Bapak tunggu sampai kamu datang," perintahnya Arsene sebelum meninggalkan ruangan kelasnya Via, Mikha, Mike dan Gisella.


Via berdiri di tempatnya dan tidak menyangka jika ia mendaptkan panggilan khusus dan hanya dia mahasiswi pertama yang dipanggil seperti itu.


Bagi Gift Iklannya dan Koinnya dong kakak readers.


Jangan lupa untuk memberikan dukungannya yah! mampir juga dinovel aku yang judulnya:


Majikan Ayah Dari Anakku


Rindu Bintang Kejora


Garis Tanganku

__ADS_1


Makasih banyak all readers..


__ADS_2