STORY : Something Creepy.

STORY : Something Creepy.
Chapter 2


__ADS_3

Story 4. OnlineShop


"-dan saat anak kecil itu berlari untuk mencari bantuan, dia di tarik oleh seseorang ke tengah hutan, tebak siapa anak itu? Yap benar! Liliana-"


"Diam bodoh!" Aku berbalik ke arah johan yg sedang tertawa sambil memegangi perutnya. dia kira aku akan takut dgn cerita seperti itu? lucu huh? Ck!


Kami berjalan keluar dari hutan ditengah malam yg gelap, apa yg kita lakukan?


Astaga kau mungkin takkan percaya.


Well, aku(liliana) dan johan temanku, kami mahasiswa yg cukup sukses daripada teman-temanku yg lain. Kami punya website toko online yg menjual barang yg tidak dijual oleh toko lain.


bukan barang seperti Narkoba, kalian jangan salah paham. kami anak baik tentusaja.


Sayangnya website kami belum legal.


-


Dan alasan kami berada ditengah hutan adalah untuk membuang sisa dari barang produksi kami, karna tidak mungkin menyimpannya di kota atau kami akan mendapatkan masalah yg sangat besar.


Jadi untuk menghindari itu, kami selalu mencari tempat untuk membuang sisa produksi.


"Kau yg bawah mobilnya, tanganku pegal setelah menggali" Johan memberikan kunci mobil padaku.


"Ok"


Kami berkendara hingga ke perumahan tempat kami tinggal, mungkin begitu sampai kami akan mandi kemudian tidur dan menunggu besok pagi saat mendapatkan uang dari pembeli.


Hidup akan indah, jika kau bisa menghasilkan banyak uang.


-

__ADS_1


Aku dan johan kembali ke rumah setelah seminggu berlibur dipulau dewata.


memang setelah mendapatkan bayaran dari pembeli, kami memutuskan untuk secepatnya pergi berlibur. Untuk menikmati uang kami tentunya.


Mobil kami mendekati pintu masuk perumahan, aku melihat di depan salah satu rumah diperumahan kami sangat ramai, banyak orang dan juga ada polisi. Aku menyuruh johan untuk berhenti sebentar, aku hendak bertanya.


"Pak ini ada apa yah?"


"Oh dek lili dek johan, kalian kemana aja? Itu seminggu yg lalu bu desi ngelapor ke polisi kalau suaminya hilang, sekarang udah ketemu tapi suaminya udah meninggal, organ-organnya hilang loh. Kata polisi ini pembu_nuhan! Kalian jangan keluar rumah dulu yah, jangan terima tamu yg ngak dikenal juga. Bahaya!"


Kami mendengar penjelasan dari pak budi, ketua di perumahan kami. Jadi ada kasus pembu_nuhan ternyata.


"Begitu yah pak, kalau gitu kami pamit pulang dulu pak"


Johan menyalakan mobil kemudian kami pulang, begitu kami sampai didalam rumah,


Johan berkata "lain kali kita tenggelamkan saja"


Story 5. Iam not 'kidal'


"Aku tau seharusnya kita tidak mengambil mata kuliah dosen killer itu! Lihat kita sekarang! Terjebak di perpustakaan sampai larut malam! Ugh sial!"


Aku masih sibuk mengetik tugasku sambil mendengarkan celoteh mita, sahabatku.


Kami sedang mengerjakan tugas dari dosen yg akan di kumpul besok pagi, ini juga salah kami yg tidak mengerjakannya jauh jauh hari. Dan disinilah kami, terjebak di perpustakaan. Benar kata mita, sungguh hal sial! Hhhh..


"Berhenti berbicara mita, kerjakan tugasmu. Jika aku selesai dan kau belum, kau ku tinggal"


"Dasar tidak berperasaan kau, eh btw apa km udah dengar cerita dari fakultas sebelah? Tentang mahasiswa yg di bu_nuh itu. Ku dengar polisi sudah mendapat titik terang, pembunuhnya bertangan kidal!"


Aku berhenti mengetik sejenak, aku menunduk memandangi layar laptopku.

__ADS_1


"Kuharap dia cepat tertangkap, kau tau? Menakutkan berada di kampus dimalam hari dengan psi_kopat yg sewaktu-waktu bisa muncul membunuhmu"


Mita masih sibuk bercerita tentang kasus itu, aku terdiam lama kemudian mulai tertawa kecil. Di perpustakaan yg sepi, tawa ku terdengar. Mita menoleh dgn kening berkerut.


"Hmm? Kenapa kau tertawa?"


Aku masih tertawa kecil, kemudian ku ambil kertas dan pulpennya. Menulis cepat diatas kertas itu.


"Lihat, aku bisa menggunakan tangan kanan ku juga".


Story 6. Hate


Nenekku memelihara se-ekor ayam jantan yg sangat dia sayangi. Aku perna memukul ayamnya karena masuk ke dalam rumah. Nenek ku marah besar, dia berceramah panjang lebar.


"Tks! Ayam sial!"


Kupandangi ayam yg sedang di elus oleh nenek ku.


"Aku membencinya!"


_


_


_


"Bawang putih, wortel, dan-ah sawi!" Aku bersenandung riang di dapur rumahku, aku akan makan daging malam ini, memotong daging kemudian merebusnya. Mari kita buat sup daging wortel sawi!


"Ah kenyangnya" aku berjalan menuju teras rumahku, ku lemparkan tulang daging dari tanganku ke arah ayam jantan yg terikat di tiang rumah.


"Tidak akan ada yg menolongmu mulai sekarang, hahaha"

__ADS_1


aku tertawa puas, berbalik masuk kedalam rumah. seminggu ini aku akan puas makan daging~


__ADS_2