
Story 14. Larut Malam.
..._...
..._...
Inilah hal yang aku tidak suka dari pekerjaanku sebagai dokter.
Kami selalu kurang memiliki waktu, sering pulang larut malam, begadang, dan harus selalu siaga kapan saja.
Malam ini aku pulang sangat telat, jam menunjukan pukul 2 pagi. Gerbang utama perumahanku pasti sudah ditutup.
Aku terpaksa harus memutar kemudi mobilku, sepertinya memang harus lewat gerbang belakang perumahan.
Tapi..
Satu-satunya akses jalan menuju gerbang belakang perumahan adalah dengan melewati hutan belakang perumahan.
Tidak masalah jika itu di pagi hari, kita bisa melihat rimbunnya pepohonan dan sejuknya udara pagi yg tentram.
Masalahnya.
Ini malam.
Jam 2 malam.
Dan aku harus melewati hutan gelap gulita horror dijam 2 malam, sungguh sial.
_
Mobilku perlahan lahan memasuki daerah hutan, aku menyetir pelan sambil berguman kecil
'Hanya 10 menit'
'10 menit lagi sampai'
__ADS_1
'Hanya 10 menit'
Tuk
Tuk
Tuk
Bulu kudukku langsung merinding, aku tidak ingin menengok ke arah belakang. Entah apa yang mengetuk kaca belakang mobilku aku tidak peduli, aku hanya ingin cepat sampai ke rumahku.
aku ingat cerita dari pak mamat, satpam perumahan kami bahwa di hutan ini ia sering menemukan sisa tengkorak, entah apakah itu tengkorak manusia atau hewan.
dan selain sisa tengkorak, pak mamat juga sering kali mendengar suara-suara aneh di hutan ini.
aku merinding memikirkan perkataan pak mamat.
Tolong jangan ganggu aku, hantu atau apapun itu penghuni hutan. aku hanya menumpang lewat tidak ingin menganggu kalian.
tap!
tangan penuh darah itu menempel dari dalam kaca mobil, mobilku langsung berhenti tiba-tiba.
sekeliling hutan sangat gelap, aku menenangkan laju jantungku, mencoba untuk tetap tenang dan kembali menyalakan mobilku.
lebih memilih untuk pura-pura tidak melihat tangan itu dan kembali menatap ke arah depan berusaha untuk tidak gemetaran, sambil berdoa dalam hati.
'Tolongghh...'
'Tolongghh...'
'Tolongghh...'
Aku tidak tahan lagi, begitu mendengar suara rintihan itu. Aku mempercepat laju mobilku, ini menakutkan! Sangat sangat menakutkan.
Aku tidak akan perna melewati jalan ini lagi, terlalu seram! Aku takut sekali!
__ADS_1
_
Mobilku sampai di garasi, aku mematikan mesin mobil. Lalu keluar dan membuka pintu penumpang belakang mobilku.
Aku menendangnya. Sangat keras.
"Kau menakuti ku, Sialan!!!"
..._...
......_......
..._...
Story 15. Best(fake)friend
..._...
..._...
Aku berlari kencang ke arah kantor polisi dekat kost ku berada, teman se-kost ku terlibat masalah yg aku juga tidak paham bagaimana bisa-maksudku-aku sedang di lab kampusku bersiap siap untuk pulang sampai polisi menelpon bahwa dian (temanku) berada di kantor polisi.
"Dian!" Aku memanggilnya begitu masuk ke kantor polisi, ku lihat dian terduduk lesu kebingungan.
"Mel! Aku sedang menunggumu di depan pintu kost, lalu seseorang membuka pintu kost aku langsung memukulnya dgn tongkat bisbol yg ku pegang, Ku fikir perampok masuk ke kost kita, tapi ternyata seorang pengantar makanan. Aku hampir menusuknya dgn pisau, mel kita hampir celaka!"
"Sudah, sudah. Tidak apa apa" aku menenangkannya, kami sempat bertengkar kemarin lusa. Pacarku ketahuan jalan dengan dian, tapi mereka berkata bahwa mereka mencarikan aku kado hadiah.
Lalu aku mengurus semua hal di kepolisian, dan kami pun pulang.
..._...
..._...
..._...
__ADS_1