
Story 11. Arianna & Brianna (Jack pov)
Arianna putri anderson.
Nama yg sangat cantik, pertamakali aku bertemu Arianna adalah saat MOS siswa baru, seperti namanya arianna secantik putri, kurasa dia yg tercantik diantara banyaknya murid baru.
Aku memberanikan diriku untuk berkenalan dengan arianna. Kami menjadi dekat, aku sering menjemputnya dan mengantarnya pulang.
Hingga aku menyatakan perasaanku padanya.
Dan dia terima, dia mengatakan ya.
Oh arianna, aku sangat menyukaimu.
Tidak, bukan menyukai. Aku tergila-gila padamu.
Itu kisah singkat cintaku kepada arianna, kami sudah bersama 1 tahun. Aku tau banyak tentang keluarganya, terutama saudara kembarnya. Brianna.
Arianna suka menceritakan tentang adiknya, brianna begini, brianna begitu, brianna suka ini, brianna suka itu. Dari tatapannya aku tau di menyayangi adiknya. Jadi aku bertanya pada arianna, bisakah dia mengajakku kerumahnya sekedar silaturahmi pada keluarganya.
Dan siang itu arianna mengajakku, aku bertemu orang tuanya mereka senang padaku. Dan aku juga bertemu Brianna, dia memang sangat cantik, apalagi matanya yg berbinar. Aku terpesona, aku menatapnya lama dan pipi brianna memerah kurasa dia malu. Imutnya.
Kami makan siang bersama, dan disitu aku tau bahwa semua yg diceritakan Arianna padaku tentang keluarganya adalah benar. Aku menatap arianna dan arianna balas menatapku, dia tersenyum. aku mengambil wortel dari dalam piring arianna dan memakannya.
Arianna tidak suka wortel. Aku melihat menu yg ada di atas meja.
Tidak ada. Satupun tidak ada.
__ADS_1
Arianna makan sedikit siang ini jadi aku mengajaknya makan diluar. Brianna ingin ikut tapi ku katakan aku sedang kencan dgn kakaknya. Dia menunduk murung dgn wajah sedih, ahh brianna, brianna. Kau sungguh imut.
Aku mengajak arianna makan di resto favoritnya dan aku memesan semua makanan kesukaan arianna. Dia sangat senang, sungguh ariannaku yg malang.
-
-
-
"Jack! Jack! Adikku hilang, brianna ngak ada!"
Aku sedang berbicara dgn teman-temanku saat kulihat arianna berlari kearahku, aku memberikan dia minuman.
"Minum dulu yang, bukannya dia bareng kamu ke toilet yah?"
"Enggak, aku ke toilet sendiri. Aku kan udah bilang ke kamu tadi pas ijin ke toilet, jagain adikku jack!"
Aku menyuruh teman-temanku untuk melapor ke bagian keamanan Mall sedang aku dan Arianna kembali ke bioskop untuk mencari Brianna.
Kami mencari hingga malam hari tapi tidak ditemukan, lalu aku melapor polisi kemudian ku putuskan untuk memberitahu orang tua arianna. Kami kembali kerumah arianna, arianna meminta maaf ke orang tuanya sambil menangis.
"Bu hiks ayah, kakakku. Kakakku hilang, maafkan aku hiks. Bagaimana ini, ibu huhuhuhu kakakku hiks"
Aku menatap arianna, dia balas menatapku sambil mengelengkan kepalanya dgn tatapan memohon. Arianna berbohong. aku berkata pada orang tuanya bahwa aku akan kembali ke kantor polisi, ayah arianna juga ikut, jadi kami segera ke kantor polisi.
Dua minggu pencarian dan brianna masih belum ditemukan. Hingga orang tua arianna menyerah, dan pencarian dihentikan.
__ADS_1
-
-
-
Setelah puas bermain-main, aku menarik paksa kedua bola itu dan melemparkannya. Berbinar-binar menjijikan. Sudah tidak imut lagi.
Well, Itulah balasan jika kau terlalu rakus dalam segala hal.
"Segera buang, aku gak mau main lagi, baunya busuk! Tenggelamkan saja"
Aku segera keluar dari ruangan, ingin cepat tidur. Aku punya kencan dengan arianna besok, setelah 2 minggu tak bertemu.
-
-
-
Aku mengetuk pintu rumah arianna, kemudian dia keluar. Masih secantik biasanya, arianna menatapku dengan takut, aku menariknya dan membawahnya kedalam mobil.
"Jack.." tanganku yg memasangkan sabuk pengaman berhenti, aku melihat wajah arianna.
"Jack aku.. aku minta maaf karna berbohong, tapi aku tidak ingin orang tuaku tau. Mereka memperlakukanku dgn baik, aku mungkin egois. Tapi aku benar-benar tidak ingin Brianna kembali"
Arianna menunduk dan menutup wajahnya, kurasa dia menangis lagi. Aku segera memeluknya, mengelus kepalanya.
__ADS_1
Brianna tidak akan kembali.
8000 meter dibawah laut, itu gak dangkal.