
Story 13. BeautyPrivilege (Nita pov)
“I don’t know why, but… pretty always win. everytime”
-
“Nit mau yah temenin aku buat nonton film itu, viral banget serius deh. aku pengen banget nonton filmnya, sepulang kampus temenin nonton yah? ayo dong nit”
Sinta, teman kampusku. kami satu jurusan dan juga dari angkatan yang sama. dia sangat suka sesuatu yang bertema horror dan berhubung minggu lalu ada film horror yang baru rilis dan dia sangat ingin menontonya.
jadi sepulang dari kampus aku dan sinta sepakat untuk menonton film itu di bioskop.
kami menaiki angkot dan menuju ke Mall pusat di kotaku.
aku kira kami menonton berdua, tapi ternyata Sinta sudah janjian dengan 2 orang temannya, rian dan edo. mereka teman Sinta yang entah dia kenal dari fakultas mana aku tidak tau.
awalnya menurutku tidak masalah, menonton dengan tambahan orang akan membuat lebih ramai kan.
yah..
tadinya kufikir begitu.
_
_
_
“lu aja yg nganterin balik”
“ngak. lu aja, kan rumah kalian se-arah. Sinta rumahnya jauh, biar sama gue aja”
“yeh enakan di elu dong kampret, yg cakep aja buat sendiri, girilan yang jelek-“
“udah ihh jangan pada berantem, kalian gak boleh gitu lah. gak kasian sama nita?”
kami sudah selesai menonton filmnya, dan inilah yang terjadi. jam sudah menunjukan pukul 8 malam, aku dan sinta ke Mall menggunakan angkot, jadi para cowok ini mengambil inisiatif untuk mengantar kami.
ah-ralat.
maksudku mengantar sinta.
“udah Sin gapapa lagi, santai aja. agak canggung juga kalau nganterin secara kita belum kenal. lagian rumah kamu lebih jauh, gimana kalau mereka nganterin kamu aja? aku bisa naik ojol, deket doang juga”
aku yang sedari tadi memandangi mereka dalam diam, aku tidak terlalu mempermasalahkan hal sepele seperti ini.
lagipula hal seperti ini sudah biasa. aku sudah terbiasa.
“Nit tapikan aku yang ngajakin kamu buat temenin aku, kamu beneran gapapa kalau pulang naik ojol aja?” Sinta bertanya dengan raut khawatir diwajahnya.
“aku kan emang sering pulang kampus naik ojol Sinta, udah gapapa. mending mereka nganterin kamu, jauh banget rumahmu. oh itu ojol yang aku pesen, aku duluan deh. besok ketemu di kampus oke, hati-hati”
aku tersenyum kearah dua orang teman cowok sinta, mereka terlihat canggung. mungkin karna masalah tadi.
well, aku tidak peduli dengan hal itu, aku berjalan menuju ojol yang sudah kupesan. pulang dan lupakan hal yang tidak berkenang dihati.
“baik mba, ini helm-nya”
aku memakai helm yang diberikan oleh mas ojol, sempat kembali menoleh ke-arah belakang. melihat sinta (temanku) yang sepertinya sedang memarahi edo. aku tersenyum.
‘lo cantik, lo aman. lo dapat semuanya’
“iya mba?mba ngomong apa? maaf mba sy gak denger”
aku balik melihat mas ojol, dia terlihat kebingunggan. aku tertawa kecil. lalu naik ke atas motor.
“ke perumahan xx yah mas”
-
-
aku duduk di depan meja riasku, seperti perempuan pada umumnya. malam hari selalu melakukan perawatan kulit, aku juga sama. kupandangi wajahku dicermin, kejadian tadi terlintas lagi.
menanggis? sudah terlalu sering kulakukan hingga aku bosan.
mau marah, mau sedih, merasa terhina? tapi semua itu memang ada benarnya, apa yang mereka katakan memang benar.
tapi bukan berarti aku tidak berusaha, aku berusaha.
sangat berusaha.
sampai hampir gila memikirkan cara untuk menjadi cantik.
aku masih memandangi wajahku dicermin, wajahku basah dengar air mata. tidak ada suara isak tangis, hanya memandangi wajahku di cermin.
‘prrang!’
cermin meja riasku pecah, aku melemparnya.
__ADS_1
pecahan cermin berhamburan ke lantai kamarku, aku tidak peduli. yang kuinginkan sekarang adalah melampiaskan kemarahanku.
‘drrtt…drrtt’
handphoneku berbunyi, notifikasi pesan masuk. aku meraih hp ku dan membukanya.
kehidupan memang berat, tapi akan lebih mudah bagi kamu yang cantik, ikuti link-nya dan dapatkan ‘Beauty Privilege’-mu sekarang juga
“apaan sih ini”
aku menekan tombol off pada handphoneku, pesan spam aplikasi sangat menganggu. aku menekannya berkali-kali dan layar handphoneku tetap menyala. sialan!
tidak ada jalan lain selain menekan link tautan tersebut. linknya terhubung ke sebuah situs website.
... “BEAUTY PRIVILEGE”
...
...take you picture...
‘foto?’ aku menekannya, kemudian wajahku muncul dilayar. mata ku bengkak karena menanggis. sangat jelek sekali sialan.
‘klik’
aku meng-klik tombol camera. fotoku otomatis ter-upload di situs website, kupandangi terus layar handphoneku, ingin tau apa yang terjadi selanjutnya.
...loading…...
...wait......
...Beauty Level : 30%...
Cuman 30%? fu*k. perasaan aku ngak jelek-jelek amat, website sialan. apasih sebenarnya ini.
...'write the person you hate'
...
‘orang yang dibenci?’ aku terdiam lama memandangi layar handphoneku, kejadian diMall tadi kembali terlintas di kepalaku.
bagaimana hebatnya jika kamu memiliki wajah cantik, hidupmu dimudahkan.
Sinta pasti sangat bahagia dengan hidupnya kan? pasti hidupnya selalu mudah.
aku membenci, sangat benci.
...Loading.....
...please wait.....
...90%...
...98%...
...100%...
...‘permintaan anda telah terkirim'...
kemudian layar handphoneku gelap.
cuman begitu saja? hah? aku melihat disekelilingku, samping kanan kiri mencari sesuatu. tapi tidak ada perubahan apapun.
website penipuan atau apa ini! ck, sial!
kulempar hape ku ke atas tempat tidur, kubereskan dulu pecahan cermin tadi setelah itu baru aku tidur.
_
_
_
‘drtt…drtt’
aku mencari-cari dimana handphoneku, sepertinya ada notifikasi pesan masuk, aku melihat nama pengiriminya yang tertera dilayarnya. ini nomor website penipuan semalam.
'permintaan berhasil, ikuti link ini untuk melihat detailnya'
aku mendengus remeh, mau menipuku seperti semalam? hanya orang bodoh yang akan percaya. aku meletakan handphoneku kembali ke atas ranjang, kemudian mengecek jam. masih jam 10 pagi, masih ada 1 jam lagi sebelum kuliah dimulai.
aku bangkit dari ranjang dan menuju ke kamar mandi di ujung kamar tidurku, cermin meja riasku rusak semalam, kurasa aku harus ke toko furniture sepulang kampus.
aku menyalahkan lampu kamar mandi, begitu aku menoleh kearah cermin wastapel. aku kaget.
sangat kaget melihat wajahku sendiri.
wajah bersih, halus tanpa bintik-bintik jerawat. kulitku putih mulus. ini masih wajahku, hanya saja menjadi lebih cantik dalam semalam!
aku masih terpaku melihat wajahku di cermin. aku masih sangat bingung dengan semuanya, tanganku gemeteran. aku merabah wajahku sendiri.
__ADS_1
‘mulus’
sangat mulus, tidak ada satupun jerawat diwajahku, ini.. apa yang terjadi? aku mencubit pipiku kencang.
“ahw! shh sakit!”
ini asli! wajahku asli!
aku menoleh keluar kamar mandi, kearah ranjang tempat tidurku tepatnya kearah handphoneku. dan kembali kembali melihat wajahku dicermin.
‘permintaan berhasil’
permintaan?
apa ini ada hubungannya dengan website itu?
aku keluar dari kamar mandiku, menuju ke kasur dan mengambil handphoneku. membaca kembali pesan tadi kemudian menekan link tautan tersebut.
..."BEAUTY PRIVILAGE"
...
...take you picture...
aku membuka aplikasi kamera lalu mengambil foto wajahku sekarang, kemudian mengirimkannya ke website.
...Loading…...
...wait…...
...Beauty Level : 70%...
70%!? meningkat sangat drastis!
...Detail permintaan
...
...1. target1...
aku menekan ‘target1’ ingin tau apa sebenarnya yang terjadi, apakah wajahku yang berubah karena website ini atau ada hal lain.
data
Nama : Edo Prasetya
Umur : 22 thn
target : 1
kategori : Successful
handphoneku berdering nyaring, ada telepon masuk.
“halo sin?”
“halo nit? kamu udah bangun kan. inget temen aku semalam? yang namanya edo, nit dia kecelakaan. semalam kami main ke warkop dulu sebelum balik, dia kecelakaan setelah ngaterin aku balik dan enggak selamat, aku merasa bersalah banget. please nita kamu temenin aku ke rumah duka yah”
“astaga kok bisa? iya aku bakalan temenin kamu, aku siap siap dulu yah” aku tersenyum lebar setelah mendengar informasi dari sinta.
“iya buruan yah nit, aku jemput sekarang. aku tutup telponnya”
“bentar dulu sin, temen kamu yang satu namanya siapa? aku lupa”
“rian? kok tiba-tib nanyain rian?” kurasa sinta kebingungan dengan pertanyaanku.
“nama lengkapnya siapa? cuman mau kenalan doang kok”
“oh, rian dewantara. mau nomornya juga?”
“eh gausah deh. yaudah matiin telponnya. aku mau mandi, bye” aku langsung mematikan telepon sinta. kembali membuka website ‘Beauty Privilage’.
...'write the person you hate'
...
aku mengetik sebuah kata lagi, hanya untuk memastikan.
aku tersenyum lebar.
ya, benar sekali.
hanya untuk memastikan.
_
_
_
__ADS_1