
Story 7. Arianna & Brianna
aku (arianna) dan adikku brianna, kami saudara kembar. Seperti kebanyakan kembar lainnya, kami sangat identik, jika kau melihat kami berdua kau tidak akan bisa membedakan antara aku dan adikku.
Kami terlalu identik satu sama lain, dari rambut hingga ujung kaki pun kami terlihat serupa.
Tapi aku terlahir dgn fisik yg sehat sedangkan adikku, dia secara fisik sangat lemah. Jadi keluargaku sangat berfokus pada brianna.
Aku juga sangat overprotektif terhadapnya, aku menyanyangi dia, selalu menjaganya, berusaha mengalah dan menuruti semua kemauan brianna.
Orang tuaku kami selalu berkata padaku untuk mengalah pada adikku.
Hingga kami dewasa, aku bersekolah di luar sedang brianna homeschooling di rumah.
Siang itu aku mengajak jack (pacarku) untuk mampir kerumahku, aku hendak mengenalkan jack pada keluargaku. Orangtuaku senang dengan jack, brianna adikku juga senang padanya, dia menatap jack dgn mata berbinar.
Aku tau mata itu.
Sejak kecil, brianna akan melihat sesuatu dgn mata berbinar jika dia menyukai itu, bahkan jika itu milik saudaranya sekalipun.
Aku ingat saat kami berumur 9 tahun, aku mengirim essai tulisan cerpen ke perlombaan di ibu kota dan aku memenangkan tempat pertama juga mendapat hadiah. Orang tua kami sangat senang.
Brianna adikku juga senang dan dia sangat ingin memiliki hadiah dan piala itu.
Hadiah dan piala yang aku menangkan.
Jadi ibu membawahnya dan berpura-pura bahwa brianna adalah aku dan akhirnya brianna yg mendapat hadiah itu. Ibuku berkata bahwa aku harus mengalah pada adikku, dia terus mengatakannya hingga kami dewasa.
Hingga aku merasa.. muak.
Aku terlalu mengenal brianna, seperti aku mengenal diriku sendiri.
__ADS_1
Dan kali ini kufikir brianna ingin jack.
Jackku.
(Diary Arianna june 2021).
-
-
-
Sudah dua minggu berlalu sejak adikku hilang, kami pergi ke bioskop bersama jack dan juga beberapa temannya, kemudian saat keluar dari ruang bioskop aku mencari adikku. Tapi tidak ku temukan.
Ibu dan ayahku memberitahu polisi, mencari ke seluruh kota, tapi saudaraku tidak ditemukan.
"Brianna, brianna.. ayo masuk kerumah nak, kau bisa sakit berdiri di sini terus" Ibu mendatangiku diteras rumah, aku sedang melihat halaman rumahku.
"Relakan nak, kita doa kan yang terbaik saja untuk arianna. Masuk nak, besok jack akan datang. Kalian berkencan kan? Masuk dan istirahatlah"
Ibu memelukku dan membawahku masuk kedalam rumah.
Pelukan ibu.
Ayah yg peduli.
Pacar yg sayang padamu.
Well... Terimakasih kakak, aku sayang padamu.
Story 8. Kantin
__ADS_1
"Oh sisil! Kau bawah bekal? Bagus sekali, aku minta yah. Makanan dikantin bermasalah 2 hari ini, rasanya tidak enak euww!"
"Benar bermasalah yah? Aku kemarin makan dikantin dan rasanya buruk!"
Jesi dan lina masih berdebat tentang makan kantin yg katanya buruk, tapi kantin mana yg mereka maksud?
"Kantin mana yg kalian maksud?"
"Sisil kamu ngak tau? Kantin bu helen! Yg ramai ituloh. Dosen-dosen aja makan dikantin dia, tapi dari kemarin masakannya rada beda. Apalagi steaknya, dagingnya keras"
Fakultasku punya 4 kantin, dan kantin bu helen ini memang yg paling ramai. Anak-anak bahkan dosen suka makan disini, makanannya murah dan rasanya enak. Aku gak perna makan dikantin, selalu bawah bekal dari rumah. Bukan karna gak punya duit tapi kufikir masakanku sendiri lebih layak.
"Dan kalian tau ngak?sini merapat" Kami berkerubung disekitar mejaku, jesi berbicara pelan.
"Kudengar dari senior, katanya bu helen pakai penglaris. Trus dia udah gak ada tumbal, makanya efek penglarisnya berkurang. Serem banget kan?"
Kami bergidik ngeri, kalau dia beneran pakai penglaris jadi selama ini makanan yg dia jual ada jin nya dong? Ihh mengerikan! Euww!
"Jes ngaco ah, yakali bu helen gitu. Imajinasi mu aktif banget yah" aku setuju dengan lina, masasih bu helen tega banget. Orang dia keliatan baik kok.
"Ihh kalian malah gak percaya, kali aja bener. Bayangin kalau itu bener?"
"Udah gausah dibahas. Mending bawah bekal aja lah kaya aku, bekalku banyak. Kita bagi aja kalau gitu"
Aku mengambil bekal dari dalam laci mejaku, kemudian kami makan bersama.
Notifikasi hp ku berbunyi, aku buka ternyata notif transfer bank dari pembeli.
'Cuman setengah mba, alot.'
Ck dasar pelit, mau murah tapi pengen kualitas baik. Mimpi!
__ADS_1