
Suasana kota pagi yang ramai. Seorang gadis dengan rambut panjang yang tergerai, memakai celana jeans, baju putih polos yang dimasukkan dan tambahan cardigan berwarna mustard. Berjalan seorang diri di tepi jalan raya, wajah lesuh yang sedang ia tampakkan sekarang. Amora Okalind, ia sedang bingung saat ini, harus mencari pekerjaan apa? Dan dimana?. Semenjak sang ibu meninggal ia hidup sebatang kara, sementara sang ayah pergi dan menikah lagi, tidak peduli dengan keadaan putrinya yang masih menginjak usia remaja.
Ditengah perjalanannya yang menyedihkan ia bertemu dengan seorang wanita paruh baya. Mbok Ijah, seorang pembantu rumah tangga.
"Eh non cantik kenapa jalan sendirian?"
"Eumm" Amora menatap kearah mbok Ijah yang sekarang berjalan beriringan dengannya
"Non cantik, mau kemana?"
"Saya mau cari pekerjaan, Bu"
"Panggil mbok aja, mbok mah ngga pantes non dipanggil ibu" ucap mbok Ijah sembari mengulum senyum
"Emm iya, mbok"
"Ohiya tadi non cantik bilang mau cari kerja ya?"
"Iya mbok, saya lagi butuh banget pekerjaan buat biaya sekolah"
"Yaudah non cantik ikut mbok Ijah ya"
"Kemana, mbok?"
"Kerumah bos nya mbok, kebetulan non cantik kemarin nyonya lagi nyari asisten buat tuan muda"
"Beneran mbok?" Tanya Amora dengan semangat 45 rasanya semua bebannya sudah terangkat ketika dia mendengar ada pekerjaan untuknya
"Iya non cantik, non cantik mau?"
"Mau mau mbok mau banget"
"Yaudah ayo ikut, mbok Ijah"
Amora mengangguk dengan cepat dan mengikuti langkah mbok Ijah.
Amora sampai di sebuah rumah besar dengan pagar besi yang kuat. Dia melihat sekeliling rumah mulai dari halaman sampai tanamannya sangatlah mewah sepertinya mereka benar-benar kaya. Amora masuk mengikuti mbok Ijah dan bertemu dengan seorang wanita berparas cantik yang sedang menuangkan air putih.
"Mbok? Dia siapa?" Tanya nyonya Aldora
"Oh ini nyah, tadi bibik ketemu sama non cantik dijalan katanya non cantik lagi cari pekerjaan, nyah"
"Lagi cari pekerjaan ya?" Tanya nyonya Aldora
"Ii-iya, Bu" jawab Amora sedikit gugup
"Yasudah mulai hari ini kamu bisa langsung kerja, tugas kamu ngurusin ketiga putra saya"
"Baik, Bu"
"Siapa nama kamu?"
"Saya, Amora Okalind, Bu biasa dipanggil Mora"
__ADS_1
"Yaudah Mora sekarang kamu bantu, mbok Ijah, dulu siapain sarapan"
"Baik, Bu" ucap Amora sambil tersenyum manis sungguh sekarang dirinya sangat senang akhirnya dia menemukan pekerjaan
Amora dan mbok Ijah meletakkan semua makanan yang sudah mereka masak tadi. Mbok Ijah selalu membuatkan sepiring nasi goreng dengan telur setengah matang kesukaan Alfa dan meletakkannya tepat di depan kursi yang biasa diduduki Alfa.
Alvan, Alden, dan Alfa duduk di kursi meja makan yang hendak menyantap hidangan sarapan mereka pagi ini. Nyonya Aldora dengan segera memanggil Amora untuk memperkenalkan dirinya pada ketiga putranya. Amora berdiri tepat di samping nyonya Aldora duduk.
"Siapa, Mi?" Tanya Alvan sembari mengamati sosok Amora dengan lekat dari bawah sampai atas
"Dia Amora, Van asisten kalian"
"Apa? Jadi putranya Bu Aldora sudah dewasa? Ku kira mereka masih kecil" gerutu Amora dalam hati
Alvan hanya mengangguk paham. Alden tersenyum pada Amora, sedangkan Alfa dia tidak peduli sama sekali dia hanya fokus pada sepiring nasi goreng didepannya.
"Mora, ini, Alvan, putra pertama kami sekarang dia sudah bekerja di salah satu perusahaan, saya" ucap tuan besar Aldwin sambil menunjuk Alvan yang tengah meneguk segelas kopi hitam favoritnya
"Ini, Alden, putra kedua kami sekarang dia masih menjadi mahasiswa di kampus Aksara" Alden lagi lagi tersenyum manis menampakkan gigi ginsulnya dan lesung pipi yang indah
"Yang ini, Alfa, putra bungsu kami sekarang dia masih sekolah di SMA Agra" Alfa tak menggubris nya lagi dan lagi. Masih tetap fokus pada sepiring nasi goreng nya
Amora sedikit kesal dengan Alfa, sedari tadi ia hanya diam dan tidak menanggapi ucapan orang lain.
"Ohiya, Mora, katanya kamu masih sekolah ya?" Tanya nyonya Aldora
"Iya, bu"
"Kamu, sekolah dimana?"
"Yaudah sekalian saja berangkat bareng sama, Alfa, saja"
"Tidak usah, Bu, nanti ngerepotin"
"Nggak ngerepotin kok, Ra. Santai aja. Iya kan, Fa" sela Alden sembari menyinggung bahu Alfa. Alfa hanya menatap Alden sekilas dan mengendikkan bahunya acuh
"Tidak, tuan, terimakasih saya naik angkot saja"
"Aku, berangkat" titah Alfa yang sudah beranjak dari tempatnya
"Mora, ayo nanti kamu juga terlambat" ucap Alden yang kemudian menarik tangan Amora tanpa aba-aba
"E-eh tu-tuan, Alden, tapi..."
"Udah ngga papa, daripada naik angkot"
"Terimakasih, tuan" ucap Amora sambil membungkuk
"Iya, sudah ayo cepat masuk mobil."
"Baik, tuan"
"Fa, Lo bawa mobil sendiri kan?"
__ADS_1
"Iya"
"Mora, kamu ikut, Alfa, sana"
"Baik, tuan"
......
"Tuan, nanti berhenti di gang depan saja ya" ucap Amora sembari menunjuk gang yang berada dekat dari sekolah. Alfa hanya menjawabnya dengan gumaman kecil.
Sekolah mulai ricuh saat mobil sport Lamborghini berwarna merah datang. siswi-siswi SMA Agra sudah siap menyambut Alfa yang begitu mempesona. Alfa turun dari mobil dengan wajah datar.
"Yaampun tampan sekali bukan?" Ketus seorang siswi yang heboh sambil melompat-lompat kecil
"Iya mereka kapan sih nggak tampan" sahut siswi lainnya
Amora sudah melihat dari jauh kelakuan para siswi SMA Agra yang sangat heboh dengan kedatangan tuan muda. Siapa sih yang tidak mengenal Alfa Arthaya Pramana. Cowok arogan yang berasal dari keluarga Sultan, rumah mewah bagaikan istana, stok mobil yang sudah seperti showroom. Ketampanannya pun tidak bisa diragukan lagi, bahkan hanya saat melihat dari kejauhan saja sudah mampu membuat jantung para wanita bergoyah.
"Pagi, Alfa" sapa seorang siswi yang juga populer di SMA Agra dan tak lain adalah salah satu pacar Alfa, ingat salah satu bukan satu-satunya
"Udah datang, Lo"
"Iya, Fa. Kamu sudah sarapan?" Tanya gadis itu sembari melingkarkan tangannya di lengan besar Alfa
"Udah" ucap Alfa datar tanpa memandang wajah gadis tersebut sedikit pun
Prilly Priscilla, pacar ketiga Alfa dari kelas XII IPA 3
"Pagi, pacar kesayangan" sapa seorang mahasiswi cantik yang langsung memeluk tubuh kekar Alfa sembari mengulum senyumnya
"Berangkat pagi lagi?" Tanya Alfa yang memandang wajah cantik gadis tersebut
"Iya, biasalah disuruh sama, Bu Arita"
Alfa hanya mengangguk paham lalu melepas pelukan gadis tersebut dan melanjutkan langkahnya
Calysta Anindita, pacar pertama Alfa dari kelas XII IPA 1. Murid yang sangat pintar dengan segudang prestasi
"Cal?" Panggil Prilly
"Apaa!"
"Kapan ke basecamp? Pengen ngumpul lagi, udah lama kan kita nggak full time sama, Alfa" keluh Prilly yang menyandarkan kepalanya di bahu Calysta, memang benar sudah hampir 3 Minggu mereka tidak ke basecamp
Calysta menepuk pelan pipi Prilly "nanti gue bicara dulu ya sama, Alfa"
"Okay, gue sama yang lain tunggu kabar baiknya" ucap Prilly dengan mengulum senyumnya
"Iya, yaudah gue duluan ada kelas" ucap Calysta sambil melambaikan tangannya dan di terima senyuman dari Prilly
__ADS_1
Biasanya setiap satu Minggu sekali semua pacar Alfa berkumpul di basecamp yang sudah Alfa siapkan. Menghabiskan waktu bersama-sama bahkan sampai menginap. Semua pacar Alfa rukun dan damai, tidak pernah ada cekcok sedikit pun. Prilly dan Calysta adalah pacar tetap Alfa selama 2 bulan ini, biasanya setiap 1 bulan Alfa selalu mengganti pacarnya yang dia rasa tidak menyenangkan.