Story' With Tuan Muda Al

Story' With Tuan Muda Al
Episode 7


__ADS_3

🌼✨HAPPY READING✨🌼


"Aku dimana?" Amora membuka matanya dan duduk bersandar pada ujung kasur UKS


"Akhirnya Lo sadar juga, capek gue nungguin Lo dari tadi" ucap Fathan sambil menyodorkan segelas air putih


"Nungguin aku? Dari tadi? Jadi....."


"Hoy, malah bengong"


"E-eh, iya makasih" Amora mengambil air putih tersebut dari tangan Fathan


"Yaampunnnnnnn demi apa sihhhhhhh, Fathan, nungguin aku dari tadi dia ngejaga aku gitu? Aaaaaa kan jadi baper" Amora tersenyum sambil meminum air putih tersebut dan memandang wajah Fathan yang tengah mengambil obat


"Lo udah makan?"


Amora tidak menjawab pertanyaannya karena Amora masih fokus dengan wajah Fathan. Fathan menatap Amora sambil mengernyitkan keningnya "kenapa Lo?"


Amora menggelengkan kepalanya pelan lalu menepuk pipi kirinya "maaf"


"Gue tanya Lo udah makan?"


"Udah kok"


"Terus kok Lo bisa pingsan?"


"Aku vertigo"


"Terus kalo Lo punya penyakit vertigo kenapa tadi malah lari-lari di lapangan kek gitu mana tadi panas banget lagi"


"Fathan perhatian banget ilahhhhhh, tambah baper ni mana ganteng banget lagi semoga aja Melia nggak kesini"


"Bengong aja terus"


"E-eh maaf"


"Lo nggak mau jawab pertanyaan gue?"


"Emm itu tadi aku dihukum sama, Bu Arita"


"Dihukum? Kok bisa? Lo buat salah apa?"


"Lupa nggak ngerjain tugas"


"Oh pantes sih kalau dihukum Lo nya bandel"


"Namanya juga orang lupa"


"Halah, alasan klasik bilang aja males"


"Enak aja"


"Yaudah Lo minum tu obat gue mau balik ke kelas dulu, nggak usah manja minta dianterin Lo bukan anak kecil kaki Lo nggak lumpuh buat jalan ke kelas"


"Iya iya, siapa juga yang minta dianterin"


"Bagus, nggak ada beban gue berarti" Fathan pergi begitu saja setelah mengatakan itu

__ADS_1


"Dasar cowok aneh, tapi aku suka suka banget malah"


"EKHEMMMMM"


"Melia, apa-apaan sih ngagetin aja" gerutu Amora sambil meremas gemas selimut UKS


"Cieeee yang tadi digendong sama, Fathan" goda Melia sambil tersenyum


"Gendong? Jadi, Fathan, yang gendong aku sampai ke UKS?" Tanya Amora sambil membuka lebar mulutnya


"He'em, dan Lo tahu nggak sih...."


"Apaan" sela Amora yang merasa sangat penasaran


"Tadi ya, Ra, si......" Melia menggantungkan ucapannya


"Melia, buruan ih, apaaaaaa?" Ucap Amora sedikit keras rasanya ia sangat geram dengan Melia


"Si, Alfa, Ra"


Amora menghela nafas pelan lalu menatap malas Melia "kirain apaan ternyata cuma si, Alfa"


"Lo nggak tau"


"Yaudah apa?" Ucapnya malas


"Alfa, cemburu"


Amora menatap Melia tidak percaya, mana mungkin si playboy kaki lima itu bisa merasa cemburu sangat tidak masuk akal eperibadeh


"Kenapa Lo lihatin gue kayak gitu? Nggak percaya?"


"Taulah, ayo balik ke kelas"


"Udah sehat Lo?"


"Kamu kira aku sakit"


"Lah tadi aja Lo pingsan"


"Aku kan vertigo"


"Dasar lemah"


"Enak aja, aku nggak lemah ya"


"Kalau nggak lemah kenapa tadi baru lari segitu aja udah pingsan"


"MELIAAAAAAA IH NYEBELIN" Teriak Amora sambil memukul-mukul kasur UKS


Melia tertawa puas melihat Amora yang sedang kesal, terlihat begitu menggemaskan saja menurut Melia.


KELAS


Kelas terlihat cukup tenang hari ini, aneh sekali tidak seperti biasanya bukan? kenapa?. Amora duduk di bangkunya bersama Melia mereka berdua menatap heran sekeliling kelas. biasanya kelas akan sangat ricuh saat guru tidak masuk, apakah mereka baru saja diomeli? rasanya tidak mereka tidak memiliki rasa jera.


"Ra, udah baikan kan Lo?" tanya si ketua kelas, Ardani Gameta

__ADS_1


"udah kok, Dan"


"Lo sakit apa?"


"Mora, nggak sakit"


"terus kenapa Lo bisa pingsan?"


"Mora, vertigo"


Dani mengangguk paham "yaudah lain kali jangan lupa kerjain tugas"


"iya, Dani"


"ohiya, ini ada titipan" ucap Dani sambil memberikan cokelat dan susu putih


"buat aku?"


"iya"


Amora menerima cokelat dan susu putih tersebut "dari siapa?"


"rahasia katanya. yaudah gue mau ke kantor dulu, bye" Dani lalu pergi dari hadapan Amora


"e-eh, ini dari siapa sih?"


"jangan-jangan dari, Alfa" tebak Melia


"ngawur, nggak mungkin lah"


"apa sih nggak mungkin di dunia ini?"


"siapa tahu aja ini malah dari, Fathan" ucap Amora dengan tingkat kepedean diatas rata-rata


"nggak usah berharap sama sesuatu nggak bakal bisa Lo miliki, sakit tahu, Ra"


"idih, Melia, sok dramatis deh"


"di kasih tahu juga"


Amora mengendikkan bahunya acuh lalu meletakkan susu putih dan cokelat tersebut ke dalam laci meja.


"kok Lo taruh laci sih, Ra, nggak menghargai pemberian orang"


"siapa tahu ada racunnya"


Melia menampar mulut Amora pelan "punya mulut kalau ngomong itu di filter dulu, su'udzon aja Lo jadi orang"


"Melia, kok jadi nyebelin sih"


"Lo lebih nyebelin"


"bodo amad"


Amora menyandarkan kepalanya di meja sambil bermain ponsel. sedangkan Melia ia masih terheran-heran dengan temannya satu ini, bagaimana bisa ia berfikiran akan ada yang meracuninya dasar bocah.


sebelumnya author mau minta maaf sama semua readers setia STORY 'WITH TUAN MUDA AL, maaf banget udah buat kalian semua nunggu lama. author lagi sibuk banget akhir-akhir ini jadi belum sempet update, maaf sekali lagi🙏🙏🙏

__ADS_1


doain author ya supaya laporan PKL nya diterima jadi author bisa cepet update lagi😊


sekali lagi author minta maaf yang sebesar-besarnya 🙏🙏🙏


__ADS_2