
"yuk pulang" Amora terkejut bukan main, laki-laki itu dengan tangan kanannya menggenggam tangan Amora dan tangan kirinya masuk kedalam saku celana
"sejak kapan ada disini?" tanya Amora yang menatap Alfa
"Belum lama kok, ayo pulang gue laper" ucap Alfa sambil berjalan meninggalkan kelas IPA 4 dan tak melepas tautan tangannya dengan tangan Amora
menyusuri kelas demi kelas dengan genggaman tangan yang masih terlihat erat, menjadikan Amora sebagai bahan gosipan bagi gadis-gadis SMA Agra. bagaimana tidak....Alfa yang terkenal playboy dan arogan kini bergandengan tangan dengan gadis yang terkenal polos dan lugu. sepanjang jalan Amora hanya menundukkan kepalanya, rasa malu dan takut tercampur menjadi satu jika bisa Amora ingin menghilang saja saat ini.
Alfa membukakan pintu mobil untuk Amora "silahkan, cantik" ucapnya dengan lembut
Alfa masuk kedalam mobil dan menjalankan mobilnya keluar sekolah, tentu saja semua siswa-siswi SMA Agra sedang melihat kejadian yang sangat langka, Alfa memang playboy tapi ini baru kali pertamanya membukakan pintu mobil untuk seorang gadis.
"Tuan, nggak seharusnya memperlakukan saya seperti tadi"
"emang kenapa?"
"saya, kan cuma asisten, tuan Alfa, seharusnya saya yang berperilaku seperti tadi"
Alfa mengacak-acak puncak rambut kepala Amora dengan gemas "itu kalau dirumah, kalau disekolah atau diluar rumah udah beda"
"beda gimana maksud, tuan?"
"intinya kalau diluar rumah Lo itu, tuan putri, bagi gue" ucapnya
"mana ada asisten jadi tuan putri, tuan, jangan ngaco deh ya"
Alfa menghentikan mobilnya di tepi jalan, menatap lekat gadis yang sekarang berada didalam mobil kesayangannya, entah sejak kapan gadis ini mulai berlarian di kepala Alfa, sederhana tapi mampu membuat cowok dengan cap playboy kaki lima menjadi hanya ingin memiliki satu pacar yaitu Amora.
"tuan, kenapa lihatin saya begitu?"
"karena Lo cantik"
"kalau itu mah nggak bisa diraguin lagi, tuan"
Alfa tersenyum kecil lalu mengusap lembut pipi kiri Amora, Amora tersipu malu kepalanya tertunduk dan kedua pipinya sudah memerah.
"Lo kenapa? kok pipi Lo...." Alfa tertawa puas melihat pipi tomat Amora, chubby dan merah sangat mirip dengan tomat. Amora mengangkat kepalanya dan menatap cowok yang saat ini sedang tertawa puas, Amora mengangkat kedua sudut bibirnya menampakkan senyumnya yang manis, melihat tuan mudanya tertawa rasanya sangat tenang tidak seperti Alfa yang biasa ia lihat.
"tuan, ngetawain saya?"
"hahahaha iyalah Lo lucu banget sumpah kalau begitu"
__ADS_1
"tuan Alfa, juga kalau lagi ketawa gini ganteng banget jadi enak dilihat"
Alfa meredakan tawanya dan menatap mata Amora "emang biasanya gue gak enak dilihat?"
Amora mengangguk pelan "ya biasanya kan, tuan, selalu dingin cuek jarang ngomong dan ya kasar"
"oke, gue janji bakal berubah"
"eh, serius, tuan?" tanya Amora yang reflek mengangkat tubuhnya dari senderan kursi mobil
"iya, tapi ada syaratnya"
"apa, tuan?"
"Lo jadi pacar gue"
Amora membuka mulutnya lebar sambil berkedip berulang kali, menatap tuan mudanya tidak percaya, yang benar saja dong ya kalik anak sultan pacaran sama asisten.
"kenapa diam? mau kan?"
"tuan, jangan bercanda deh gak lucu tahu"
"siapa yang bercanda?"
"sekarang gue tanya sama Lo"
"apa?"
"Lo pernah lihat gue bercanda?"
Amora menggelengkan kepalanya pelan setelah mengingat-ingat apakah Alfa pernah bercanda, dan sepengetahuannya Alfa memang tipikal cowok yang nggak suka bercanda.
"yaudah, jadi gimana?"
"gi-gimana apa n-nya, tuan?" tanya Amora balik dengan gugup
"Lo tu ya, jadi pacar gue mulai sekarang" tekan Alfa dengan nada serius
"gak ah, pacar, tuan, tu udah banyak taukk"
"jadi mau Lo gimana?"
__ADS_1
"ya saya sih maunya kalau punya pacar ya pacarnya dia cuma saya aja nggak boleh ada banyak-banyak" jawab Amora sambil menatap Alfa dengan tatapan polosnya
"oke kalau itu mau Lo, besok gue bakal putusin mereka semua"
Amora membelakkan matanya, mendekatkan wajahnya ke wajah Alfa mengamati wajah tampan Alfa dengan serius. "ngapain Lo? mau dicium, hmm?"
Amora menjauhkan wajahnya dari wajah Alfa dengan cepat "nggak nggak nggak mau, enak aja asal nyium-nyium" timpal Amora dengan kedua telapak tangan yang menutupi wajahnya. Alfa gemas sendiri dengan tingkah Amora.
..................
Amora menyisir rambutnya yang panjang dan tipis, rambut Amora sangat cantik saat digerai apalagi rambutnya sangat lembut ketika habis keramas. "hemm, masa cewek secantik ini, Fathan, gak tergoda" ujarnya yang menatap lekat setiap pahatan wajahnya yang terbilang sempurna
"udah cantik, baik, manis, pintar, jago masak lagi. kapan mau siap di jadiin istri?" sahut cowok yang memakai kemeja hitam dan celana hitam yang kini berdiri sambil bersandar di pintu kamar Amora
"l-loh, tuan Alvan, sejak kapan ada disitu?"
"sejak Lo ngomong sendiri"
"berarti, tuan, nguping ya?"
"ngaco Lo! ya gak lah"
"terus, tuan, ngapain berdiri di depan kamar saya?"
"tadi gak sengaja lewat terus denger lo ngomong sendiri yaudah sekalian aja gue nguping"
Amora menatap Alvan ragu, sepertinya tuan muda nya sedang berbohong. "tuan, bohong ya?"
"gak lah"
"hayoooo saya gak bisa dibohongin tau"
"dih"
"bilang aja kalau, tuan, mau ketemu sama saya"
"narsis banget sih Lo"
"bilang aja, tuan, nggak usah malu-malu"
"terserah Lo aja lah, gue mau tidur"
__ADS_1
"good night, tuan, mimpi indah ya" Alvan pergi dan mengacungkan jempolnya
"waktunya princess tidur" ucap Amora sambil mematikan lampu kamarnya berbaring di kasur empuk miliknya ralat milik tuan dan nyonya.