Story' With Tuan Muda Al

Story' With Tuan Muda Al
Episode 6


__ADS_3

🌼✨HAPPY READING✨🌼


Alfa berjalan menuju kelas Amora, tentu saja para gadis-gadis disana sudah heboh. Alfa menyodorkan susu indomilk rasa cokelat pada Amora yang sedang menenggelamkan wajahnya di meja. "Ambil, Ra"


"Buat aku?"


"Menurut Lo?"


Amora dengan bodohnya malah menggelengkan kepala


Alfa berdecak "ambil, Ra pegel tangan gue"


"O-ooh iya makasih tu..." Alfa dengan cepat menutup mulut Amora dengan jari telunjuknya


"Sama-sama cantik, nanti pulang sekolah gue tunggu diparkiran awas sampai telat"


Amora hanya mengangguk paham tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Alfa pergi dari kelas Amora dengan santai tanpa menggubris ucapan gadis-gadis yang ada disana. Amora menatap punggung Alfa dengan lekat, ada apa dengan cowok itu, kenapa dia bisa sebaik ini sekarang? apa dia salah makan? Bukankah tadi dia sudah menghina dirinya, lalu siapa yang baru saja memberikan susu indomilk kepadanya mungkinkah itu berbeda orang dengan satu wajah?


"Biasa aja kalik, Ra"


"Apaan sih"


Amora menatap susu indomilk yang kini sudah berada dalam tangannya. "Diminum, Ra, bukan cuma dipelototin doang, ntar susunya ngambek tahu"


"Melia, gila ya? Susu mana bisa ngambek"


"Bisa aja"


"WAHHHHH, MORAAAAA KAMU PAKAI PELET YA? KOK BISA SIH, ALFA, NGASIH SUSU SAMA KAMU" teriak seorang gadis dengan rambut panjang terkepang dua, Siti Amira, salah satu cewek kelas XII IPA 4 yang sangat suka bergosip


"Lemes banget tu mulut neng"


"Apa sih gue nggak ngomong sama Lo ya"


"Idih jijik gue lihatnya"


"Cari ribut Lo sama gue?"


"Sorry Lo bukan saingan gue"


"Iya soalnya saingan Lo nggak manusiawi" ucap Siti dengan wajah sok manja


"Persis sama yang lagi ngomong sama gue"


"Lo ngatain gue?"


"Lo sendiri yang mengakuinya"


"Dasar cewek galon, udah bodi nya bulet tukang makan lagi" ucap Siti sambil memamerkan bodinya yang terbilang cukup bagus


"YAAMPUN SITI MELIA YANG BADANNYA KAYAK GITU KAMU BILANG GENDUT TERUS AKU APA ATUH NENG? OBESITAS?" teriak Nada sambil berkacak pinggang


"Nggak usah ikut-ikut deh Lo, dasar gajah bengkak"


"Mulut Lo minta dijahit ya"


"Mulut Lo aja sana"


"Udah udah, kalian kenapa malah berantem sih"


"Dia yang mulai kalik, Ra"


"Idih, bilang aja Lo iri" ucap Siti sambil mengibaskan rambutnya ke kiri


"Huekkkkk huekkkkk sumpah, Ti, gue jijik lihat Lo"


"Orang cantik mah banyak yang iri" ujarnya sambil membenarkan posisi duduknya"


"Ah udahlah aku mau ke toilet dulu"


"Sendiri?"


"Nggak sama mas poci"

__ADS_1


"Idih bergaya diikutin mas poci beneran baru tahu rasa Lo"


"Nggak sempet, Mel, mas poci nya keburu lari lihat kamu"


"MORAAAAA" Amora tertawa puas melihat wajah Melia yang sedang marah


TOILET


Amora membasuh kedua tangannya setelah selesai buang air kecil. Amora menatap cermin sambil membenarkan dasinya, entah sejak kapan dasinya berantakan.


"Kamu cantik" ucap seorang gadis yang sudah berdiri disampingnya sambil mencuci tangan


"Kamu siapa?"


"Aku, Calysta. Pacarnya Alfa"


"Aku, Mora"


"Iya tahu"


"Tahu?"


"Iya, kan tadi kamu berangkat sama, Alfa"


"Eh?"


"Kenapa? Udah nggak usah syok gitu mukanya aku nggak bakalan marah kok lagian udah biasa kalau, Alfa, bawa cewek lain, namanya juga playboy"


"Terus kenapa kamu mau jadi pacarnya? Kan kamu cantik pasti bisa dapatin yang lebih dari, Alfa"


"Nggak papa, oh iya kamu pacarnya, Alfa, juga kan?


"Nggak nggak kok"


"Nggak usah ngeles, iyakan?"


"Nggak yaampun"


Setelah memastikan Calysta sudah pergi Amora kembali menatap cermin dan menoleh kekana dan kiri. "Bener juga ya kata, Calysta, aku itu cantik pasti, Fathan, bakal suka. Ya kalik dia bakal nolak aku Amora Okalind gadis yang cantiknya tiada Tara, hahaha idih kok aku jadi narsis sih, udah bicara sendiri fixs aku gila" Amora menggelengkan kepalanya kuat "no no no, Amora cantik nggak gila, Amora cantik dan imut" ucapnya sambil menangkup kedua pipinya


Bel masuk sudah berbunyi, Amora dengan cepat berlari ke kelas ia tak mau terlambat masuk kelas karena ia tahu siapa yang akan masuk ke kelas dijam pertama. Amora berhenti di depan kelas dengan nafas tersengal-sengal. Mengatur nafasnya dan masuk ke kelas dengan santai.


"Ngapain aja Lo di toilet? Tidur?"


"Melia, gila! Ya kalik tidur di toilet"


"Abisnya Lo lama banget"


"Melia, kangen ya ditinggal, Mora, bentar"


"Idih narsis banget Lo, salah makan Lo?" Ucap Melia sambil memegang jidat Amora "oh gue tahu pasti gara-gara abis dikasih susu sama, Alfa"


"Melia, apa apaan sih jadi bawa-bawa, Alfa" Amora berdecak lalu duduk dengan kesal


"Biasa atuh mukanya nggak usah ngambek gitu, ntar cantiknya ilang Lo"


"Nggak akan, Mora mah cantiknya tiada tara"


"Terserah Lo aja deh, calon pacarnya, Alfa" ledek Melia


"MELIA, NYEBELIN BANGET SIH"


"HAHAHAHA, MUKA LO, RA" tawa Melia sangat keras bahkan terdengar sampai luar kelas


"HEMM PINTAR SEKALI, SUDAH MASUK DAN KALIAN MASIH ASIK BERCANDA"


Aritayani Primanda Rios, biasa dipanggil Bu Arita. Wanita tua itu sudah berdiri sambil berkacak pinggang, memasang wajah yang sedikit garang. Dia adalah salah satu guru Sejarah yang terkenal sangat killer.


Amora dan Melia duduk di bangku mereka masing-masing. "Siapa yang nyuruh kalian duduk?" Amora dan Melia kembali berdiri


"Kumpulkan tugas kalian berdua" Amora dan Melia saling menatap satu lainnya, bisa-bisanya mereka tidak mengerjakan tugas dari Bu Arita


"Kenapa diam? Atau kalian tidak mengerjakan tugas? IYA?"

__ADS_1


Amora dan Melia mengangguk pelan sambil menundukkan kepalanya


""BAGUS, SEKARANG KALIAN BERDUA KELILING LAPANGAN SEBANYAK 10 KALI SETELAH ITU KALIAN BERDIRI DI LUAR KELAS SAMPAI PELAJARAN SAYA SELESAI, PAHAM!"


"P-paham b-bu" ucap Amora


Amora dan Melia berlari kecil mengelilingi lapangan sekolah, lapangan hari ini cukup ramai karena kelas XII IPA 2 sedang melaksanakan pelajaran olahraga tepat di lapangan basket yang jaraknya sangat dekat. yaps kelas XII IPA 2 adalah kelas Alfa dan Fathan.


"Eh itu bukannya cewek yang tadi sama, Alfa?" Ucap salah satu cewek kelas XII IPA 2


"Iya atuh bener itu mah" sahut yang lainnya


Fathan menatap Alfa bingung "lo kenal mereka?"


"Gue cuma kenal satu"


"Yang mana?"


"Rambut panjang yang nggak diikat"


Fathan menatap gadis dengan rambut panjang tergerai "Siapa namanya?"


"Mora"


"Cantik juga" Fathan tersenyum manis menatap wajah cantik Amora yang terlihat sedikit samar


"Ra, dilihatin, Fathan tu"


"Eh yang bener tahu, Mel"


"Ya bener lah"


"Dandanan aku gimana? Cantik kan?"


"Lebay Lo"


"Ish gimana sih dilihatin crush nya ya harus cangtip lah"


"Najis, Ra Ra"


"Ini ni kalau kelamaan jomblo"


"Ngesok Lo, terus apa kabar sama Lo yang cuma berani mendem perasaan selama 3 tahun dan jomblo seumur hidup"


"Melia, nggak gitu juga"


"Lah kan fakta"


"Iya deh iya"


"Hahaha, makanya nggak usah sok sok an"


"Aduh, Mel" Amora berhenti sambil memegang kepalanya yang terasa sedikit pusing


"Kenapa Lo?"


"Kepalaku, Mel..."


*Bruk


Amora pingsan, Melia berteriak meminta bantuan. "TOLONG TOLONG, TOLONG ADA YANG PINGSAN"


Fathan dan Alfa berlari dengan cepat menuju lapangan sekolah "siapa yang pingsan?" Tanya Alfa uang sudah sampai di lapangan


"Mora, Fa"


Tanpa banyak bicara Fathan lebih dulu mengangkat tubuh Amora dan membawanya ke UKS. Alfa masih diam di tempat menatap Fathan yang sudah berlari jauh darinya. Melia memukul bahu Alfa pelan.


"Kenapa diem? Ikut sana!"


"Males" ucap Alfa dengan wajah kesal, Alfa memasukkan kedua tangannya ke saku celana dan berjalan berbalik ke lapangan basket


"Lah? Cemburu toh dia ceritanya, Halah Halah Playboy doang julukan aslinya mah gampang ngambek lembek pula salah sendiri tadi nggak cepetan digendong giliran keduluan marah, gitu ya kalau orang ganteng bebas" Melia menggelengkan kepalanya heran sambil berkacak pinggang menatap punggung Alfa yang sudah jauh

__ADS_1


__ADS_2